Lha iya to mbah, GD nggak bisa apa-apa kok ya dipilih, berarti
kan yang milih itu orang ndableg dan picek. Yang aku salut cuman
sama AR itu lho, kok ya pinternya ndilati silitnya siapapun,
Golkar OKE, Proteng OKE, PDIP dulu NO sekarang kok ya ternyata
didilati juga. Orang bilang, saat ini siapapun yang jadi
presiden (bahkan Bill Clintonpun kalau mau dibayar) nggak
bakalan bisa menyulap Indonesia kembali seperti semula dalam
sekejap. Kalau menurut saya justru mungkin AR ini yang paling
cocok ngganti GD jadi presiden, dengan jurus jilat-tendangnya
yang sangat trampil.

--- Ali Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari namanya orang sudah bisa menduga. Paijo itu pasti orang
> Jawa. Betul
> sekali. Dia orang Palur asli, sebuah desa dipinggir kota
> kelahiran saya,
> Solo. Bukan doktor atau mropesor. Profesinya cuma guru silat
> biasa. Tentu
> saja, ya silat jawa . Spesialisasinya ditekuninya dengan sabar
> bertahun-tahun. Dia adalah peneliti sekaligus produsen jurus
> silat asli
> 
> Jurus kuno silat cina seperti "membuka jendela, memandang
> rembulan" , atau
> "mencet gunung Thay , menghirup harumnya ", atau jurus
> pendekar mabuk
> bu-tong-pay bukanlah suatu yang asing. Malahan kesemuanya
> telah dikembangkan
> dan disatukan dengan jurus-jurus ampuh peninggalan para
> senapati Mataram dan
> para satria Majapahit. Tidak mau kalah dari peneliti padi dari
> IPB, sudah
> 560 varietas jurus baru yang lahir di padepokannya.
> 
> Empat tahun sudah. Baru minggu yang lalu saya sempat
> menjenguknya. Palur
> tidak banyak berubah. Tapi wajah Paijo yang tampak berubah. 
> Lebih bersinar
> dan bergairah. Obrolan kita yang biasanya lebih didominir pada
> soal
> olah-batin, sekarang ini bergeser kepada olah-kanuragan.
> Obrolan selalu saja
> di interupsi oleh gerakan-gerakan silat indah yang seperti
> mengalir mbludak
> dari batin Paijo. Luar biasa!. Pada suatu saat singkat, saya
> hitung dia
> bergerak dalam empatpuluhdua jurus. Daun dan buah Talok yang
> tumbuh rindang
> dihalaman pun tidak kuasa menahan pancaran tenaga dalam 
> gerakan-gerakan
> dahsyat Paijo. Rontok berguguran dimana-mana.
> 
> Setelah jiwa dan raganya mencapai ketenangan lagi, barulah
> Paijo sempat
> bercerita. "Mas, seperti kata banyak orang, setiap kejadian
> pastilah banyak
> membawa hikmah. Masa reformasi ini, tegasnya masa kepemimpinan
> Gus Dur ,
> memberikan banyak inspirasi pada saya. Tingkah laku beliau
> menjadi semacam
> lantaran membanjirnya ilham terciptanya jurus-jurus baru.
> Kalau dulu selama
> duapuluhtahun masa orde baru saya cuma berhasil mencipta dua
> jurus baru,
> dalam dua tahun ini rata-rata dalam sehari tercipta dua jurus
> baru.
> Alhamdulillah , semuanya ampuh sekali ".
> 
> "Coba Mas Dul nanti bisa lihat. Jurus saya ini namanya
> "Komplit Silit
> Pulitik". Itu terutama jurus mempertahankan diri yang nyaris
> sempurna.
> Seperti si gus itu lho..! gagal total , tapi bisa
> dipertahankan dengan amat
> indahnya....nama jurusnya , apa?  apa itu ? komplit silit
> pelitik.., apa (
> maksudnya mungkin konflik elite politik ). Semua kritik, semua
> yang
> mengungkap kebobrokan, dibelokkan dan diartikan sebagai ambisi
> orang lain
> buat mengganti kedudukannya! Piye, to Mas! Lha wong ora iso
> opo-po kok ora
> gelem ngaku !? hebatnya banyak ngintelek yang termakan
> jurusnya! Dadi picek.
> Tidak bisa melihat borok yang sudah meruyak seluruh
> tubuhnya.". Paijo
> kemudian mendemonstrasikan Jurus Komplit Silit-nya. Pertahanan
> yang indah
> meskipun mengandung unsur kelicikan dan kekejaman.
> 
> Penasaran pun timbul. Dengan bersenjatakan mandau dan tombak
> beracun saya
> membuat serangan kilat kearah pak Paijo. Paijo pun dengan
> mangagumkan mampu
> berkelit dengan mudah dan licin. Entah karena apa , pandangan
> saya sempat
> gelap sejenak kena angin sambarannya.Dengak ngakak keras dia
> berkata: " Yang
> saya pakai itu jurus "leher disembelih, jalan-jalan ke sahara"
> .  Itu juga
> bagian dari Jurus Silit Pulitik. Anda kan sudah bisa
> membuktikan sendiri.
> Cukup manjur untuk melawan jurus Sampit punya sampeyan itu.
> Yang ngelawan
> Komplit Silit, pastilah buta alias picek, gelap-total mata
> kepunyaan para
> pakar dan para intelek. Apalagi orang awam yang katanya sudah
> siap demokrasi
> itu". Saya pun terpaksa manggut-manggut mengakui kehebatan
> jurus Silit itu.
> 
> Kunjungan ke Palur yang direncanakan setengah hari, dengan
> senang saya
> perpanjang sampai dua hari. Saya pun sempat menikmati
> bermacam-macam jurus
> karya anak bangsa pak Paijo yang jenius itu. Macam-macam,
> semua mengagumkan.
> Jurus  Fitnah Zarima, Amin pun Teler, jurus yang amat busuk.
> Jurus Mega
> Tugas Sehari-Hari, jurus tipu muslihat spesial menghadapi
> wanita agak gemuk.
> Jurus begundal Matori Nyedot Umbel si gus, jurus peninggalan
> feodal yang
> masih banyak penggemarnya. Jurus Pkb Nggandol Kimas, jurus
> simpanan
> orang-orang berjiwa miskin. Jurus En-U Nebang Pohon. Jurus
> Bakar-bakaran,
> jurus serangan balik yang artistik, menyala dan penuh
> flora-fauna. Jurus
> Menerima Uang Zakat Sultan Brunei, jurus partai kay-pang penuh
> mental
> pengemis rendahan. Jurus Cinta Aryantie, jurus penuh gelora
> syahwat . Juga
> jurus pamungkas : Jurus Ambruk Negeri .  Jurus Melewati
> Sepuluh Ribu. Dan
> Jurus Gus Dur Akhirnya Nggelundung . Dan sebagainya.
> 
> Wassalam
> Abdullah Hasan.
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail. 
http://personal.mail.yahoo.com/

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke