he... he.... AR berkata :"kita lupakan lah masalah itu.., karena
ini ada masalah yang mendesak" ketika ditanya oleh wartawan usil
:"bagaimana dengan pendapatnya dulu bahwa wanita tidak bisa
menjadi Presiden?"

Dan, Ahmad Sumargono juga mengatakan bahwa Islam memang melarang
Wanita menjadi pemimpin tetapi kali ini kebutuhan lebih mendesak
sehingga Koalisi Permanen untuk menjamin kelangsungan pemerintahan
MW hingga selesai 2004 nanti.

Padahal fatwa nya belum dicabut ya...?

Waduuh.. permainan cantik dan jenius karena menyelamatkan bangsa
dan negara ketika pendukung HBb dan MW di isukan akan bentrok,
misal akan ada ribuan kapal dari Makasar yang akan ke Jakarta. Itu
bagi orang yang tidak menguasai informnasi dan kronologis
peristiwa. Lha siapa yang ngomong pada saat kampanye ketika
menyumbang 1 milyar dengan mengatakan bahwa jangkan 1 milyar,
berpuluh-puluh milyarpun akan diberikan kalau Hbb menjadi
Presiden.  Males ah mengurutkan lagi....  Social engineering di
negara miskin memang lebih mudah karena uang bisa membuat
segalanya menjadi mungkin.



----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 02, 2001 8:30 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] JURUS : KOMPLIT SILIT PULITIK


Iiih!
Mas Katon jorok ah!
Masak orang terhormat yang selalu pakai akal
sehat disebut ndilati silit?
Yang benar saja Mas?
Kan sudah diadakan pertemuan 6 partai.
Yang akan membentuk koalisi permanen.
Permanen itu kan tetap kan ya Mas?
Jadi kalau partai-partai membentuk koalisi
permanen, apa bukan erarti MENJADI
SATU PARTAI?
weleh-weleeeeh.... permainan cantik
macam apa lagi ini?
Konstitusional.. wajar... alami.... bijaksana....
silaturahmi antar anak bangsa.... bangsane opo?

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?


----- Original Message -----
From: "Sukaton" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, March 03, 2001 6:04 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] JURUS : KOMPLIT SILIT PULITIK


Lha iya to mbah, GD nggak bisa apa-apa kok ya dipilih, berarti
kan yang milih itu orang ndableg dan picek. Yang aku salut cuman
sama AR itu lho, kok ya pinternya ndilati silitnya siapapun,
Golkar OKE, Proteng OKE, PDIP dulu NO sekarang kok ya ternyata
didilati juga. Orang bilang, saat ini siapapun yang jadi
presiden (bahkan Bill Clintonpun kalau mau dibayar) nggak
bakalan bisa menyulap Indonesia kembali seperti semula dalam
sekejap. Kalau menurut saya justru mungkin AR ini yang paling
cocok ngganti GD jadi presiden, dengan jurus jilat-tendangnya
yang sangat trampil.




















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke