----- Original Message -----
From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
To: Perspektif Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>; Kuli Tinta List
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 09, 2001 12:38 AM
Subject: [Kuli Tinta] Rais dan Wahid Didesak Mundur


> Rais dan Wahid Didesak Mundur
> Mahasiswa Serahkan Gambar Sapi
>
> koridor.com [8 Mar, 15:33] Keloompok Mahasiswa dari Aliansi Lembaga Formal
> Kemahasiswaan Indonesia yang terdiri dari 72 Badan Eksekutif Mahasiswa-BEM
> Perguruan Tinggi, mendesak Presiden Abdurrahman Wahid dan dan Ketua MPR
> Amien Rais, segera mengundurkan diri dari jabatannya.
>
> "Kalau Gus Dur mundur, Amien Rais juga harus
> mundur, itu merupakan konsekuensi moral dan politik dari Amien Rais yang
> telah menjagokan Gus Dur menjadi presiden," ujar Andi Syafrani salah
seorang
> mahasiswa kepada Amien Rais di gedung DPR/MPR RI, Kamis (8/3.
>
> Menanggapi hal itu, Amien Rais berkilah, kalau dirinya mundur orang akan
> mengatakan dirinya pengecut dan sebagainya.
>
> Jawaban Amien itu, langsung ditanggapi Andi Syafrani yang mengatakan,
alasan
> pengecut bisa dijadikan dalih juga oleh Presiden Wahid untuk tetap
bertahan,
> jika Amien Rais juga tidak mau mundur.

Saya melihat pertemuan tsb di Liputan 6 SCTV. Yg menjadi pertanyaan adalah
siaran berita SCTV itu hanya menayangkan jawaban AR di atas. Sedangkan
sanggahan Andi Syafrani tidak ditayangkan SCTV. Ada apa ini? Suatu
kebetulan?

Lain lagi di Jawa Pos yg memilitirkan berita tsb sedemikian rupa sehingga
hal yg cukup memojokkan AR itu di JP berbalik menjadi AR seolah2 seorang
tokoh nan bijak. Mis. menyangkut pemberian gambar sapi yg sebenarnya
menyinggung manuver AR di Masjid Al-Azhar, o/ JP ditulis begini: "Apa reaksi
Amien terdahap tudingan yg memojokkan itu? Ternyata dia santai2 saja
menanggapi ..." Pdhal di TV jelas sekali AR tidak santai2 saja menjawab. JP
mungkin pikir hanya JP yg menyaksikan acara itu. Malah membaca berita di
atas terkesan AR terpojok dng kata2nya sendiri. Lucunya, dia bilang tidak
ada politik dagang sapi di pertemuan Al-Azhar. Tidak ada kesepakatan u/
membentuk koalisi permanen. Hanya saja, katanya, dlm dunia politik nilai
take and give merupakan nulai yg universal.

Lha, apa itu bukan berarti dia membenarkan politik dagang sapi (take and
give) yg dia sendiri berkoar menentangnya?Yg juga katanya, mejamin kalau
Mega naik tidak ada politik balas budi dari Poros Tengah. Lama2 menjadi
semakin muak, lho


>
> Akhirnya Amien Rais menerima juga masukan dari mahasiswa tersebut. "Saya
> bisa mundur kapan saja pada waktunya nanti," tandas Amien.
>
> Pada akhir pertemuan tersebut, kepada Amien Rais, mahasiswa menyerahkan
> sebuah gambar sapi sebagian simbol agar para elit politik tidak menjadi
> 'pedagang sapi', untuk memperoleh jabatan jabatan tertentu dibalik manuver
> politiknya. (chairul / al)
>
>
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke