At 02:20 PM 3/15/01 +0700, you wrote:
>
>
>Berita yg diforward Bung Daniel ini beda dengan kompas hari
>ini tanggal 15 Maret 2001, kejadiannya bukan di kampus UKI
>tapi di UBK, itupun si Leonardo (kayak film Romeo & Juliet aja)
>dihajar oleh massa Anti-GD dan bukan oleh BEM-UI.
>
>Jadi mohon milist lain untuk bisa membandingkan berita dari
>Bung Daniel ini dari berbagai sumber valid agar nantinya tidak ada
>yg salah menilai tentang gerakan murni mahasiswa.
>
>Salam,
>
------------------------------------------------------------------------------
Mungkin tulisan di bawah ini bisa sebagai sumber lain.
Ridwan
> From: Ingkan Simanjuntak <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Thursday, 15 March 2001 2:00
> Subject: Surat Terbuka untuk Taufik Riyadi, Ketua BEM UI
>
>
> Saudara Taufik Riyadi,
>
> Saya Ingkan, alumni FHUI angkatan 1995. Siang hari tadi adik saya
> yang bernama Leon Simanjuntak, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas
> Kristen Indonesia (FH-UKI) sedang berdiri di depan parkir RSCM, dan
> hendak mencari jajanan makan siang di seberang kampus UKI. Tiba-tiba
> sekitar dua puluh orang berjaket kuning dari Badan Eksekutif
> Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), keluar dari dalam kampus UI
> Salemba lalu 'menculik' adik saya dan 'mengamankan'nya di Posko BEM
> UI di Kampus UI Salemba dengan tuduhan provokator.
> Setelah di'aman'kan, adik saya ditendangi, diinjak-injak dipukuli
> dengan kayu, diseret, dan di'interogasi' di dalam Posko BEM Salemba.
> Bersamaan dengan 'penggeledahan' yang dilakukan, tas beserta isinya,
> dompet, ikat pinggang, serta sepatunya hilang diambil oleh para oknum
> tersebut.
> Mereka tidak berhenti walaupun setelah menggeledah dompet adik saya
> mereka menemukan Kartu Tanda Mahasiwa (KTM) UKI. Mereka malah
> berteriak 'pengkhianat!' dan terus menghajar adik saya. Anak buah
> Anda juga melakukan teror dengan cara mengancam bahwa jika terjadi
> sesuatu terhadap anak-anak BEM (mungkin maksudnya pembalasan), maka
> adik saya yang akan di'pegang' dan di'ambil', sambil menunjuk ke KTP
> adik saya.
> Setelah itu, mereka menyuruh adik saya duduk, dan memotret
> keadaannya yang sudah babak belur itu tidak lupa dengan ucapan
> 'Smile!'. Sempat terdengar teriakan 'bakar!' dari oknum berjaket
> kuning yang bermarkas di Posko BEM
> Salemba tersebut, dan nyawa adik saya nyaris melayang kalau saja
> tidak diselamatkan oleh seorang dokter RSCM yang kebetulan berjaga di
> sekitar sana. Keadaan adik saya tergolong parah, dengan tulang hidung
> pecah, kepala dijahit, bibir yang hancur, matanya lebam bengkak
> mengerikan dan muka babak belur serta memar sekujur badan. Ia baru
> bisa keluar dari UGD pukul 8 malam tadi.
> Saya minta penjelasan dari Anda, Taufik Riyadi, sebagai ketua BEM
> UI, yang kebetulan satu fakultas dengan saya, mengapa kejadian ini
> bisa terjadi.
> Saya mungkin tidak mengerti tentang politik kampus yang Anda
> jalankan,
> tetapi kenapa mahasiswa UI, menggunakan jaket almamater,dan anggota
> BEM, tidak memiliki hati nurani menghajar adik saya yang juga
> mahasiswa, yang sedang tidak melakukan apa-apa ketika hal ini
> terjadi.
> Saya sebagai alumni UI merasa sangat malu dan sedih melihat
> tingkah anak buah Anda yang sewenang-wenang. Apakah ini yang kalian
> maksud dengan "Anti Anarkis" seperti yang selalu kalian gembar
> gemborkan dan banggakan??
>
> Sekali lagi saya harap Anda menjelaskan hal ini dan menyelesaikannya.
> Semoga kejadian memalukan ini tidak terulang lagi.
>
>
> -Ingkan Simanjuntak-
> FHUI '95
----------------------------------------------------------------------------
----------------
>------
>March. 14, 2001 18:09:36 WIB
>BEM Aniaya dan Culik Aktivis Forkot
>
> Reporter/Penulis: Herry, Baehaqi, Vitrianda H
>
>JAKARTA, Mandiri - Massa mahasiswa BEM dikabarkan menculik tiga aktivis
>mahasiswa dari elemen Forum Kota (Forkot). Bahkan salah seorang yang
>diculik, Leon (24) mahasiswa UKI selain diculik juga dipukuli. Akibat
>tindakan biadab ini, kondisi korban sangat memprihatinkan. Mata sebelah
>kanannya hancur dan terancam mengalami kebutaan, bibirnya hancur berdarah.
>Orang tua korban yang sedang menjenguk terlihat menangis.
>
>Demikian diungkapkan Ketua Forkot Adrian Napitupulu ketika dihubungi per
>telepon, Rabu (14/3) malam ini. Menurut Adrian, Leon `diambil` massa
>mahasiswa BEM ketika sedang makan di depan kampusnya UKI Salemba. Mendadak
>sekitar 10 hingga 15 massa mahasiswa BEM UI meneriaki Leon
>provokator...provokator dan menangkapnya.
>
>Sekelompok anak-anak BEM itu langsung membawa Leon ke Posko BEM UI di
>Kampus
>UI, Salemba nomor 4. Disana kembali Leon dipukuli dan ditendangi hingga
>mengalami luka-luka serius.
>
>Sementara versi Humas BEM UI Ita, Leon `diamankan` saat keluar dari RSCM.
>Ada beberapa mahasiswa dari BEM yang mengenali Leon sebagai aktivis Forkot.
>Melihat Leon berjalan sendirian, lantas anak-anak BEM membawanya dan dibawa
>ke markas BEM UI.
>
>Ketika melanjutkan perjalanannya, di sebelah kampus UI Salemba, massa
>mahasiswa BEM berpapasan lagi dengan dua aktivis Forkot yang juga sedang
>asyik berjalan. Dua orang inipun digaruk anak BEM.
>
>"Saat ini kami sedang mencari ketiga teman kami yang dibawa anak BEM, kami
>menduga ketiga teman kami itu disekap di sekitar Megaria," ujar Adrian,
>yang
>juga mahasiswa.
>
>Peristiwa penculikan dan penganaiyaan dilakukan saat massa mahasiswa BEM UI
>pulang dari DPR ke kampusnya UI, Salemba. Kronologis kejadian selengkapnya
>s.b.b, sekitar pukul 14:30 WIB, perjalanan massa BEM UI sudah sampai di
>sekitar Megaria. Ketika massa BEM melintas kantor LBH, mereka melempari
>kantor LBH. "Mereka juga menyerang para mahasiswa UBK," kata Adrian.
>
>Sampai depan kampus UKI Salemba, menurut keterangan Adrian massa BEM UI
>juga
>melempari kampus UKI. Namun penjaga kampus langsung menutup pintu gerbang
>kampus UKI, agar tidak terjadi penjarahan dan perusakan. Sebab, rombongan
>massa BEM UI banyak yang membawa bambu dan rotan sebagai `senjata`.
>
>Ketika melintasi depan kampus IAI, massa mahasiswa BEM UI juga melakukan
>pelemparan dan meneriaki mahasiswa yang berada di kampus IAI sebagai
>antek-antek komunis. "Komunis...hancurkan..komunis," demikian teriak massa
>BEM UI dengan yel-yel.
>
>Ketika berada di depan RSCM, massa BEM menemukan Leon sedan makan. Kemudian
>ada 10 sampai 15 orang aktivis BEM UI dengan menggunakan kayu dan rotan
>menarik mahasiswa yang bernama Leon dan menuduh Leon provokator. Leon
>ditarik ke Posko BEM dan diambil KTP, dompet, handphone-nya.
>
>Ketika ditanya kenapa Leon bisa menuding penganaiyaan dan penculikan itu
>dilakukan massa BEM UI, mahasiswa UKI angkatan 2000 mengaku sebelum dirinya
>jatuh pingsan dia sempat mendengar bahwa beberapa orang yang menganaiya
>dirinya mengatakan, "Gua ini anak BEM".
>
>Dan Leon melihat para pelaku penganaiyaan ini memakai jaket almamater UI.
>Kondisi korban, mata sebelah kanannya hancur dan terancam mengalami
>kebutaan, bibirnya hancur berdarah. Orang tua korban yang sedang menjenguk
>terlihat menangis.
>
>Menurut Adrian, untuk mengecek keberadaan teman seperjuangan itu,
>rekan-rekannya sesama aktivis Forkot kini sedang melakukan konfirmasi ke
>semua sektor terutama dimarkasnya BEM UI, kampus Salemba. Kebetulan massa
>mahasiswa BEM UI memang memiliki posko disana.
>[EDO
>
>
>
>...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--