Lebih bagus lagi, kalau pihak media yg terkait masing2 bisa memberi
penjelasan. Sayang, bukan mau apriori, media2 besar semacam Kompas, sangat
sulit mengrespon permintaan macam begini dari org2 seperti kita (tak punya
nama, tak punya power_. Tapi, coba kalau itu telepon dari pejabat, atau dari
kelompok2 garis keras tertentu? Rasanya mereka mau menyembah u/ memenuhi
permintaan ybs. Sekalipun itu permintaan yg bertentangan dng semangat
jurnalisme.

Jadi, sekali lagi, bisakah Kompad dan Mandiri memberi penjelasan soal ini?

Kalau tidak, kita boleh curiga, media2 ini tak perduli dng dampak negatif
dari berita2 yg mereka tulis. Yg penting duit.

Kita tunggu.

----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 15, 2001 2:20 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Fw. BEM Aniaya dan Culik Aktivis Forkot


>
>
> Berita yg diforward Bung Daniel ini beda dengan kompas hari
> ini tanggal 15 Maret 2001, kejadiannya bukan di kampus UKI
> tapi di UBK, itupun si Leonardo (kayak film Romeo & Juliet aja)
> dihajar oleh massa Anti-GD dan bukan oleh BEM-UI.
>
> Jadi mohon milist lain untuk bisa membandingkan berita dari
> Bung Daniel ini dari berbagai sumber valid agar nantinya tidak ada
> yg salah menilai tentang gerakan murni mahasiswa.
>
> Salam,
>
> ------
> March. 14, 2001 18:09:36 WIB
> BEM Aniaya dan Culik Aktivis Forkot
>
>  Reporter/Penulis: Herry, Baehaqi, Vitrianda H
>
> JAKARTA, Mandiri - Massa mahasiswa BEM dikabarkan menculik tiga aktivis
> mahasiswa dari elemen Forum Kota (Forkot). Bahkan salah seorang yang
> diculik, Leon (24) mahasiswa UKI selain diculik juga dipukuli. Akibat
> tindakan biadab ini, kondisi korban sangat memprihatinkan. Mata sebelah
> kanannya hancur dan terancam mengalami kebutaan, bibirnya hancur berdarah.
> Orang tua korban yang sedang menjenguk terlihat menangis.
>
> Demikian diungkapkan Ketua Forkot Adrian Napitupulu ketika dihubungi per
> telepon, Rabu (14/3) malam ini. Menurut Adrian, Leon `diambil` massa
> mahasiswa BEM ketika sedang makan di depan kampusnya UKI Salemba. Mendadak
> sekitar 10 hingga 15 massa mahasiswa BEM UI meneriaki Leon
> provokator...provokator dan menangkapnya.
>
> Sekelompok anak-anak BEM itu langsung membawa Leon ke Posko BEM UI di
> Kampus
> UI, Salemba nomor 4. Disana kembali Leon dipukuli dan ditendangi hingga
> mengalami luka-luka serius.
>
> Sementara versi Humas BEM UI Ita, Leon `diamankan` saat keluar dari RSCM.
> Ada beberapa mahasiswa dari BEM yang mengenali Leon sebagai aktivis
Forkot.
> Melihat Leon berjalan sendirian, lantas anak-anak BEM membawanya dan
dibawa
> ke markas BEM UI.
>
> Ketika melanjutkan perjalanannya, di sebelah kampus UI Salemba, massa
> mahasiswa BEM berpapasan lagi dengan dua aktivis Forkot yang juga sedang
> asyik berjalan. Dua orang inipun digaruk anak BEM.
>
> "Saat ini kami sedang mencari ketiga teman kami yang dibawa anak BEM, kami
> menduga ketiga teman kami itu disekap di sekitar Megaria," ujar Adrian,
> yang
> juga mahasiswa.
>
> Peristiwa penculikan dan penganaiyaan dilakukan saat massa mahasiswa BEM
UI
> pulang dari DPR ke kampusnya UI, Salemba. Kronologis kejadian selengkapnya
> s.b.b, sekitar pukul 14:30 WIB, perjalanan massa BEM UI sudah sampai di
> sekitar Megaria. Ketika massa BEM melintas kantor LBH, mereka melempari
> kantor LBH. "Mereka juga menyerang para mahasiswa UBK," kata Adrian.
>
> Sampai depan kampus UKI Salemba, menurut keterangan Adrian massa BEM UI
> juga
> melempari kampus UKI. Namun penjaga kampus langsung menutup pintu gerbang
> kampus UKI, agar tidak terjadi penjarahan dan perusakan. Sebab, rombongan
> massa BEM UI banyak yang membawa bambu dan rotan sebagai `senjata`.
>
> Ketika melintasi depan kampus IAI, massa mahasiswa BEM UI juga melakukan
> pelemparan dan meneriaki mahasiswa yang berada di kampus IAI sebagai
> antek-antek komunis. "Komunis...hancurkan..komunis," demikian teriak massa
> BEM UI dengan yel-yel.
>
> Ketika berada di depan RSCM, massa BEM menemukan Leon sedan makan.
Kemudian
> ada 10 sampai 15 orang aktivis BEM UI dengan menggunakan kayu dan rotan
> menarik mahasiswa yang bernama Leon dan menuduh Leon provokator. Leon
> ditarik ke Posko BEM dan diambil KTP, dompet, handphone-nya.
>
> Ketika ditanya kenapa Leon bisa menuding penganaiyaan dan penculikan itu
> dilakukan massa BEM UI, mahasiswa UKI angkatan 2000 mengaku sebelum
dirinya
> jatuh pingsan dia sempat mendengar bahwa beberapa orang yang menganaiya
> dirinya mengatakan, "Gua ini anak BEM".
>
> Dan Leon melihat para pelaku penganaiyaan ini memakai jaket almamater UI.
> Kondisi korban, mata sebelah kanannya hancur dan terancam mengalami
> kebutaan, bibirnya hancur berdarah. Orang tua korban yang sedang menjenguk
> terlihat menangis.
>
> Menurut Adrian, untuk mengecek keberadaan teman seperjuangan itu,
> rekan-rekannya sesama aktivis Forkot kini sedang melakukan konfirmasi ke
> semua sektor terutama dimarkasnya BEM UI, kampus Salemba. Kebetulan massa
> mahasiswa BEM UI memang memiliki posko disana.
> [EDO
>



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke