To Whom It May Concern =================== Mengingat Mulyono Sulaiman, Mengingat Lagi Kasus Udin April. 12, 2001 08:25:50 WIB Mandiri.com - NAMA Irjen Pol Mulyono Sulaiman, bagi masyarakat Yogyakarta dan insan pers tentunya `sangat berarti`. Dia begitu sangat lekat di telinga sekitar tahun 1996. Karena pada tahun itu, bisa dibilang hari berkabungnya insan pers atas meninggalkan wartawan Bernas Muhammad Syarifudin alias Udin yang sampai kini kasusnya makin buram saja. Lalu mengapa Mulyono Sulaiman menjadi sangat penting dalam kasus Udin? Pertama pada saat peristiwa itu terjadi, dia adalah Kapolda DIY dengan pangkat Brigjen Pol. Kedua, --paling tidak menurut salah satu LSM di Yogya, Mulyono adalah saksi kunci pengungkapan kasus Udin. Tapi, sebelum kasus itu diungkap, Mulyono keburu dipindahtugaskan di Jakarta, sebelum diposisikan sebagai Kapolda Metro Jaya oleh Kapolri Jenderal S Bimantoro yang teman satu angkatan sewaktu di Akpol. Dan sontan saja, masyarakat Yogya harus merasa terkaget-kaget dengan pengangkatan itu, karena seolah membangkitkan kembali luka lama yang belum sembuh. Banyak kalangan yang merasa keberatan diantaranya LBH Yogyakarta dan AJI Yogyakarta. Mereka menilai, Mulyono Sulaeman sewaktu menjabat Kapolda Yogyakarta gagal menuntaskan kasus pembunuhan wartawan harian Bernas Yogyakarta yang melibatkan kesalahan polisi dalam menuntut Iwik sebagai pelaku pembunuhan, belakangan oleh PN Bantul, Iwik dibebaskan dari tuntutan hukum. Walaupun diprotes, kala itu Kapolri Jend. S. Bimantoro tetap melakukan pengangkatan pada 21 Oktober 2000 terhadap Irjen Pol Mulyono Sulaeman berdasarkan keputusan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) dan Skep Kapolri No. 1323/X/2000 tanggal 17 Oktober meyangkut mutasi di tubuh Polri. Wanjakti yang beranggotakan diantaranya Wakapolri, Asisten Intelejen (Asintel), Direktur Personil (Dirpers), Asisten Personil (Aspers) dan beberapa pejabat tinggi Mabes Polri itu dan juga mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. "Itu sudah keputusan Wanjakti dan tidak dapat diganggu gugat, sehingga Mulyono Sulaeman menjabat Kapolda Metro Jaya,"ujar Kapolri. Ya sudah, toh akhirnya masyarakat Yogya yang harus mengalah dengan keputusan Wanjakti itu, dengan harapan suatu saat, kasus Udin tetap dituntaskan, bersama atau tanpa diperiksanya Mulyono Sulaiman. Tapi kenyataan itu tidak pernah terwujud sampai sekarang. Bahkan sampai si saksi kunci itu diganti posisinya dari jabatan Kapolda Metro Jaya oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Sofyan jacob, per tanggal satu Mei lalu untuk seterusnya memasuki masa pensiun-pun, tidak sedikit disinggung soal perkembangan kasus Udin oleh pejabat di Wanjakti itu atau oleh jaksa penyidik. Alhasil, Mulyonopun memasuki masa pensiun dengan sukses. Kabar terakhir, Mulyono yang juga seakan tidak punya beban moral dengan kasus Udin menyatakan dirinya akan jalan-jalan dulu di masa-masa pensiunnya dan akan ngaji di pesantren. Bahkan isu terbaru menyebutkan, Mulyono bakal dipromosikan untuk satu jabatan strategis di sipil. Baguslah. Tidak banyak prestasi gemilang yang berhasil diraih Mulyono semasa menjabat sebagai Kapolda. Seiring dengan naiknya Jenderal S Bimantoro sebagai Kapolri, maka praktis Jakarta aman dari ancaman besar, seperti kasus bom dan lainnya. Berbeda dengan pendahulunya, Irjen Pol Nurfaizi yang serius menangani kasus Narkoba, Mulyono Sulaiman tampaknya lebih suka bermain dengan demonstran. Salah satu catatan sukses dia adalah berhasil mengamankan DPR pada khususnya dan Jakarta pada umumnya dari demo besar menuntut Gus Dur mundur dan pembacaan memorandum presiden. Sebelum menduduki posisi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mulyono Sulaiman adalah Asisten Perencanaan (Asrena) Kapolri, yang saat ini diduduki Irjen James Daniel Sitorus. Pada tahun 1996 Mulyono yang berpangkat Brigjen Pol [waktu itu] adalah Polda Metro Jaya.[gp] ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
