> > Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka > PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom > Homepage: Under contruction > E-mail: [EMAIL PROTECTED] > Xpos, No 22-30 April 2001 > ============================================ > > > MILITER BAKAL MEMIMPIN LAGI? > > Gus Dur tidak mampu lagi mengontrol tentara. Sementara para politisi > sipil berupaya mencari dukungan ke tentara. > > Sebuah kilang minyak meledak di ladang Minyak Exxon Oil, Aceh. > Penyebabnya tembakan granat oleh gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka > (GAM). Ladang minyak itu, menurut Letnan Jendral Susilo Bambang > Yudhoyono, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, sudah dijaga oleh > tentara sebanyak satu divisi pasukan TNI, atau kira-kira 12 ribu > tentara. Dengan tentara sebanyak itu, sebegitu gampangkah segelintir > gerilyawan GAM menerobosnya? Ada tiga dugaan mengenai hal ini. > Pertama, TNI memang bodoh sehingga kebobolan, kedua, TNI membiarkan > sabotase itu, dan ketiga TNI sendiri yang meledakkan ladang minyak > yang sudah ditinggalkan para pekerjanya itu. > > Kalau dilihat dari jumlah tentara yang menjaga, tampaknya ada perintah > untuk membiarkan serangan ke ladang minyak itu. Untuk apa? Ini yang > tidak gampang dijawab. Namun, menilik hubungan yang tegang antara > Presiden Abdurahman Wahid dengan tentara, ada hal yang ganjil dalam > peristiwa itu. > > Ketegangan lain antara tentara dan polisi di satu pihak dengan kubu > Gus Dur di pihak lainnya menjelang sidang paripurna DPR akhir April > 2001. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana mengadakan > istigotsah, yakni doa bersama dengan peserta massal 29 April 2001, di > Jakarta menjelang sidang paripurna DPR. Polisi melarang dan meminta > PBNU mengundurkan atau memajukan acara itu. PBNU menolak dan polisi > yang didukung Mabes TNI, mengerahkan 42 ribu personil untuk menghadang > warga NU. > > Lalu, Kapolri Jenderal (Pol) S Bimantoro meminta agar latihan Pasukan > Berani Mati (PBM), pasukan sipil pendukung Gus Dur, di Jawa Timur > dihentikan. Bimantoro mengatakan latihan itu merupakan latihan militer > tanpa izin. Menteri Pertahanan (Menhan) Mahfud MD, yang merupakan > atasan langsung Bimantoro mengatakan latihan PBM hanya latihan silat > sehingga tidak perlu dilarang. Kemudian, Bimantoro "menyerang" lagi > atasannya itu. Ia bilang Mahfud bukan orang militer sehingga tidak > bisa membedakan antara latihan pencak silat dan latihan militer. > > TNI Angkatan Darat mendukung polisi. Kepala Dinas Penerangan TNI AD > (Kadispenad) Brigjen FX Bachtiar mengatakan TNI AD mendukung > langkah-langkah polisi mengantisipasi berbagai kemungkinan menjelang > Sidang Paripurna DPR 30 April. > > Perseteruan Mahfoed-Bimantoro ini amat keras. Bimantoro bilang, jika > hanya latihan pencak silat hingga makan gelas atau kaca, ia tidak > mempermasalahkannya, dengan syarat dilakukan di tempat masing-masing, > sedangkan pasukan berani mati melakukan latihan penyerangan regu dalam > pertahanan dan gerakan perorangan, Bimantoro memerintahkan kepada > seluruh Kapolda untuk segera membubarkan latihan militer yang > dilakukan pasukan pro Gus Dur. > > "Pembangkangan" terhadap Gus Dur dilakukan juga oleh Letnan Jendral > TNI Sutiyoso, Gubernur Jakarta. Ia bilang, Pemda Jakarta bersama pihak > keamanan akan melucuti semua senjata milik pembela Gus Dur jika mereka > masuk ke Jakarta. Konflik-klonflik antara kubu Gus Dur dengan polisi > dan Angkatan Darat, memang sudah sangat terbuka. Dalam hal ini, Gus > Dur amat lemah mengontrol tentara. Beberapa bulan lalu, Gus Dur > berniat memecat KSAD, Jendral Endriartono Sutarto, karena jendral ini > tidak kooperatif dan tidak mendukung kebijakan-kebijakan politik > Presiden. Gus Dur meminta Megawati Soekarnoputri untuk memecat > Endriartono, mantan pengawal BJ Habibie ini. Namun, Megawati juga > tidak melaksanakan sepenuhnya permintaan Gus Dur. Megawati justru > memberitahu jendral itu bahwa ia diminta memecatnya. Endiarto kemudian > mencari dukungan ke jendral-jendral pendukungnya. Dan, Gus Dur kalah. > > Menjelang pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap jawaban Presiden Gus > Dur atas memorandum pertama akhir April ini, di lingkungan TNI beredar > kabar tentara kontra Presiden bakal digusur. Posisi Panglima TNI > Laksamana Widodo AS, KSAD Jenderal TNI Endriartono Sutarto, dan > Pangdam > Jaya Bibit Waluyo bakal diganti oleh orang baru lulusan Akademi > Militer 1970-an, yang dikenal dekat dengan Gus Dur. Endriartono akan > diganti Pangkostrad Letjen TNI Ryamizard Ryacudu. Alasan yang beredar, > Widodo dianggap gagal mengendalikan fraksinya di DPR, sedangkan KSAD > sering berseberangan dengan kepentingan politik Presiden. > > Tampaknya, upaya menggeser Widodo dan Endriartono amat sulit dilakukan > Gus Dur Pasalnya, ada pertarungan yang cukup keras dengan Presiden. > Hingga kini, Gus Dur masih kesulitan menggusur Endriatono, karena > jendral ini punya pendukung lebih kuat dibanding orang-orang Gus Dur > yang bakal dipasang. > > Gus Dur belakangan juga ingin menggati Pangdam Jaya, Mayjen Bibit > Waluyo, tapi sampai saat ini, KSAD Jendral Endiartono belum melakukan > tindakan apapun untuk mengganti Bibit. > > Tentara tampaknya kini, setelah mengalami demoralisasi dari jendral > hingga kopral, berupaya menjadi kekuatan yang diperhitungkan kembali. > Caranya dengan melakukan pembangkangan seperti yang ditunjukkan oleh > para jendral yang disebut di atas.## > ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
