Komentar-komentar yang cukup menarik dan tajam dari Mbak Hira dan
Qwerty...dan juga cerita tentang pak Tukang kayu dari Galilea benar-benar
memberikan pencerahan bagi saya.... 

Tapi justru karena membaca cerita pak Tukang Kayu itu.. saya malah bertanya
balik.. apakah "kerasnya/tajamnya kritikan" kita kepada pihak Barat sudah
merupakan "kritikan yang adil"? Ingat bahwa yang kita "kritik" sebenarnya
bukan "semua yang berasal dari barat" atau bukan semua orang Barat.. dan
juga bukan semua pemerintahan/negara-negara barat. Yang kita kritik
sebenarnya adalah "para intreprenurs/usahawan" multinasional yang "tidak
berhati nurani" yang menguras kekayaan negara-negara miskin.. Tapi tidak
semua multinational intreprenurs bersifat serakah/tamak...

Sama seperti "orang Australia" yang mengkritik akan kejamnya seluruh
orang-orang Indonesia (padahal maksudnya cuma militer Indonesia yang
bertindak brutal di TIMTIM. Militer inipun juga tidak semuanya. 

Sepanjang kritikan itu "fair", terarah, tepat sasaran, (tidak asal tembak),
tidak terlalu luas, spesifik, dan membangun... maka kritikan itu tidak akan
mendatangkan kebencian dan tantangan... dan kritikan semacam ini akan
bermanfaat bukan hanya bagi yang mengkritik tapi juga buat yang dikritik..

Mungkin LSM-LSM Indonesia perlu bekerjasama dengan LSM-LSM di luarnegeri
yang punya ide-ide yang serupa dalam rangka mewujudkan "pemerataan keadilan,
kebersamaan, keberpihakan kepada mereka yang lemah, pelestarian lingkungan,
pelestarian adat-budaya dan nilai-nilai luhur. 

Kemudian kritikan kita yang tajam kepada pihak Barat menurut saya juga mesti
diimbangi dengan kritikan yang tidak kalah tajamnya kepada kita sendiri. Di
negeri kita sendiri masih banyak orang-orang
(penguasa/pejabat/orang-per-orang) yang berjiwa sangat rakus, perampok dan
pemerkosa harta/kekayaan alam dan kekayaan rakyat. Menyerang dan mengkritik
dengan keras tentang penyakit orang lain mesti kita ikuti dengan memperbaiki
dan menyembuhkan borok-borok penyakit disekujur tubuh kita.

Salam 

Gede Ngurah Ambara
KALTIM 

> ----------
> From:         Qwerty November[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Friday, September 24, 1999 12:48 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [lingkungan] Re : Your Comment ? Letter from London
> 
> Salam,
> 
> Saya setuju dengan pendapat mba Hira.
> Sebagian dari kita masih berjiwa inlander, masih menggunakan standar Barat
> (Eropa &Amerika) dalam bertindak, bahkan menganggapnya yang terbaik yang
> harus diikuti.
> Padahal Barat -yang sering disebut-sebut sebagai biang demokrasi-
> menggunakan standar ganda dalam tingkah-lakunya.
> 
> Hal ini banyak ditemukan dalam kegiatan/ hal pemanfaatan sumberdaya alam.
> 
> Barat mendukung proyek investasi pemanfaatan (pengurasan) sumberdaya alam
> di
> negara D III dengan tuntutan persyaratan baku mutu yang tinggi, segera,
> dan
> kontinu yang kadang-kadang membuta-tulikan aspek sosial politik dan
> lingkungan.
> Ketika lingkungan rusak, mereka menuntut pelestarian sumberdaya tersebut.
> Mengapa, karena Barat telah terlebih dulu melakukan pengurasan dan
> perusakan
> sumberdaya alam setempat.
> 
> Dalam hal pematenan.  Seringkali resep-resep tradisional (obat, pangan,
> dll.) yang telah dimiliki turun-temurun dari nenek moyang dan merupakan
> pengetahuan umum di tengah komunitas masyarakat adat (biasanya di D III)
> diambil dengan dalih penelitian/ eksplorasi dsb., dipatenkan, dan diakui
> sebagai hasil penemuan mereka.  Setelah itu mereka masih tebal muka dengan
> merasa bahwa merekalah yang paling berhak menjual produk tersebut, yang
> lain
> tidak boleh (jika tetap menjual disebut pembajakan, pencurian hak cipta,
> dll., monopoli ceritanya...), dengan harga jual yang sangat tinggi, jauh
> lebih tinggi daripada ketika resep itu masih hidup di masyarakat (gratis
> dengan bonus senyum ramah yang tulus...).  Di sini berlaku pembajak teriak
> pembajak.
> Padahal mungkin yang paling berhak memperoleh benefit adalah masyarakat
> adat
> yang telah memelihara resep tesebut sejak dulu.
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke