Wah kalau masalah beginian sih masalah pribadi.. kita tidak tahu tentang Pak
Khairul dan Saudari Evi Nartin, disamping itu khan baru penjelasan sepihak
saja dari Pak Khairul..dari Sdri Evi Nartin khan tidak diberi kesempatan
untuk berkomentar...
You did not know each other, why did you fight??...kenapa tidak bertemu dan
minta penjelasan...siapa tahu Saudari Evi punya unek-unek kepada organisasi
Pak Khairul, atau kekesalan sama orang-orang Jawa, atau unek-unek kepada
segala sesuatu yang berasal bukan dari Achech (kalau ini paranoide namanya),
tapi akhirnya yang diserang/dilecehkan malah Pak Khairul pribadi..Jadi Pak
Khairul bukanlah sasaran..cuma lampiasan kekesalan..
Disamping itu Pak Khairul yang tentunya lebih dewasa mesti lebih bijaksana
dan tidak gampang emosi...
Ini lebih bersifat penyerangan secara pribadi..dan mestinya tidak usah
diforward kesini... (tidak ada hubungannya dengan lingkungan)...

Salam 

GNA

> ----------
> From:         Walhi Aceh[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sen
> 
> 
> Kepada,
> Sdr. Presidium Forum LSM Aceh
> Jln. Taman Siswa No.25 Banda Aceh
> Telp/Fac. 0651.32689
> 
> 
> Salam lestari,
> 
> Senin, 27 September 1999 kami mewakili Pagar Alam Semesta (PASe) diundang
> oleh Koalisi NGO HAM Aceh untuk sebuah seminar sehari tentang dampak
> Pemberlakuan DOM di Aceh yang dilaksanakan di Hotel Cakradonya Banda Aceh.
> Acara tersebut dihadiri oleh 2 orang nara sumber dari Banda Aceh dan 2
> orang nara sumber dari Jakarta (Ifdhal Kasim/ELSAM dan Hendardi/PBHI).
> Kami
> diundang dan hadir diacara tersebut, dalam kapasitas sebagai Direktur
> Eksekutif PASe. Saat kami mengajukan beberapa pertanyaan yang secara
> kebetulan waktu yang diberikan oleh moderator (Fuad Mardhatillah Tiba)
> dalam termin pertama, kami sempat mempertanyakan tentang keberadaan
> lambang
> negara RI (burung Garuda), yang secara nyata binatang tersebut tidak
> pernah
> ada dimuka bumi ini. Sehingga menurut hemat kami apapun yang dibangun
> selama lebih dari 50 tahun umur RI ini, ternyata tidak memiliki sebuah
> tujuan dan target yang jelas sehingga banyak nyawa manusia yang tak
> berdosa
> dikorbankan untuk hal-hal tersebut. Dari hal tersebut kami berfikir bahwa
> sumber semua yang terjadi selama ini berasal dari sebuah lambang negara,
> yang merupakan penjelmaan dari sebuah khayalan manusia (binatang dalam
> dongeng). Saat bung Hendardi diingatkan oleh moderator untuk menanggapi
> pertanyaan tersebut, tiba-tiba sdri. Evi Narti Zain / Staf Forum LSM Aceh
> yang juga peserta dalam seminar tersebut mengatakan bahwa "Bung Garuda
> diganti saja dengan Burung Khairul". Ucapan yang tidak beretika dan
> bermoral tersebut dilontarkan dalam sebuah forum seminar HAM tepat pukul
> 12.55 WIB. Saat tersebut kami sangat terkejut sekali dan kami tidak pernah
> menduga bahwa, apa yang dikampanyekan oleh kelompok aktivis perempuan NGO
> Aceh yang anti terhadap "pelecehan", ternyata kampanye tersebut tidak
> sampai ketingkat personilnya Forum LSM Aceh. Perlu kami informasikan
> bahwa,
> ada beberapa saksi yang kebetulan duduk berdekatan dengan sdri. Evi Narti
> Zain saat itu. Saksi-saksi tersebut adalah : Risman A.Rachman (Walhi
> Aceh),
> Otto Syamsuddin (Cordova), Jufriadi (PUSPA, Lukman AG (Frum LSM Aceh).
> 
> Sehubungan dengan kejadian diatas kami menyatakan protes keras terhadap
> ucapan sdri. Evi Narti Zain / Staf Forum LSM Aceh, yang tidak beretika dan
> bermoral. Ucapan tersebut menurut kami berbau nada pelecehan, sehingga
> keberadaan kami sebagai peserta seminar dalam kapasitas sebagai Direktur
> Eksekutif PASe pada forum tersebut merasa terhina. Perlu diketahui bahwa
> PASe yang merupakan kelompok NGO lingkungan hidup, sangat menghargai
> prinsip-prinsip kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, serta kami
> sangat anti terhadap pelecehan dan kekerasan khusunya sesama komponen
> manusia. 
> 
> Kepada sdr. Presidium Forum LSM Aceh kami minta untuk mengklarifikasi
> tentang keberadaan sdri. Evi Narti Zain sebagai staf Forum LSM Aceh yang
> menurut hemat kami, yang bersangkutan sudah tidak lagi memiliki etika dan
> moral sebagai seorang aktivis NGO. Dan kepada sdri. Evi Narti Zain yang
> masih sangat muda dalam ber-NGO, kami minta untuk segera memohon maaf atas
> ucapan yang tidak beretika dan bermoral tersebut kepada semua komponen
> peserta yang hadir dalam seminar koalisi NGO HAM tanggal 27 September 1999
> termasuk juga kepada nara sumber, melalui media yang diterbitkan oleh
> Koalisi NGO HAM, Forum LSM Aceh dan media terbitan WALHIO Aceh dalam waktu
> yang segera. Jika hal tersebut tidak diindahkan, maka kami terpaksa
> menyelesaikan kasus tersebut melalui jalur hukum yang ada.
> 
> Demikianlah pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatian saudara kami
> ucapkan terima kasih.
> 
> 
> Banda Aceh, 28 September 1999
> Salam,
> 
> KHAIRUL AZMI
> Direktur Eksekutif PASe
> 
> 
> CC;
>   > Seluruh anggota/partisipan Forum LSM Aceh.
>   > Seluruh jaringan/NGO perempuan Aceh.
>   > Seluruh jaringan kerja Forum LSM Aceh di seluruh Indonesia.
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> 
> 
> 
> 
> 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke