Hal yang Mbak Hira sampaikan merupakan fakta yang nyata, tapi masih kurang
tajam untuk memperbandingkan. Cara yang cukup akurat adalah membuat standar
for living cost yang berlaku untuk seluruh dunia. 
Masalah yang mendasar yang ada diantara negara-negara maju dan berkembang
adalah bukan hanya banyaknya kemiskinan dan kemelaratan di negara-negara
terbelakang dan keberlimpahan yang luarbiasa dinegara-negara maju... 
Tapi fakta ini mesti disajikan secara lebih akurat dalam bentuk perbandingan
nilai tukar valuta lokal atau konversinya dalam US dollar  terhadap
barang/jasa rill yang bisa diperoleh dengan uang tersebut.

Sebagai contoh dalam kunjungan ke Sydney (ada tugas dinas) bulan desember
97, saya  makan dalam suatu rumah makan fast food di china town, disana ada
makanan Indonesianya. Waktu itu saya makan satu porsi makanan harganya
adalah 6 dollar Australia. Saat itu  dollar Australia sekitar 4000 rupiah
sementara dollar amerika adalah sekitar 6000 rupiah.  Jadi 6 dollar ini bila
dikonversi ke rupiah adalah sekitar 24000 ribu rupiah. Dengan uang yang sama
saya yakin pada saat itu di kota-kota besar di Indonesia saya bisa makan 4
porsi dengan jenis makanan yang sama dan tempat yang relatif sama (bukan
restoran mewah). 
Kakak saya yang bekerja di government sebagai sekretaris bergaji sekitar 400
dollar seminggu.  Ini sama dengan sekitar 2.4 juta rupiah seminggu atau
sekitar 10 juta sebulan. Dibandingkan dengan gaji seorang seketaris
profesional di Jakarta misalnya saat itu mungkin bisa bergaji sekitar  1.5
juta rupiah sebulan berarti hanya sekitar 15% atau se-perenam dari gaji
seketaris di Australia. Tapi coba perhatikan cost of living di Australia
yang dengan contoh makanan saja ternyata 4 kali lebih mahal. Belum lagi
perumahan. Di Sydney didaerah suburb (tempat kakak saya tinggal), sewa
apartement bisa mencapai 200 dollar seminggu (hampir separuh gaji dia). Jadi
dihitung-hitung sama saja sebenarnya kondisi kakak saya sebagai sekretaris
di Sydney dengan para sekretaris profesional di kota-kota besar di
Indonesia. 

Namun perbedaan akan terasa kalau mereka liburan ke Indonesia (ke Bali).
Dengan uang kurs mereka (australia) maka liburan dua minggu di Bali bagi
orang-orang Australia jauh lebih murah dibandingkan dengan liburan di negara
mereka sendiri. 

Mudah-mudahan tambahan komentar dari saya bisa lebih mempertajam, lebih
membuat akurat analisa-analisa kesenjangan yang terjadi di belahan-belahan
bumi. Kesenjangan ini memang masih sangat besar... tapi membandingkannya
jangan terlalu mentah, sebaiknya diolah dengan lebih detail sehingga
tercapai perbandingan yang lebih proporsional.

Salam

GNA




 ----------
From:  Hira D.G. [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent:  Wednesday, October 06, 1999 9:18 PM
To:  [EMAIL PROTECTED]
Subject:  [lingkungan] Pembagian Kue Dunia

Teman-teman, mungkin sudah ada yang mengetahui hal ini. Tetapi ada baiknya
kita membaca ulang kan, untuk refleksi. ADa babak kedua nanti menyusul
Salam
Hira

SIAPA YANG MENDAPATKAN KUE DUNIA?

Seorang anak yang lahir di New York, London atau Paris akan mengkonsumsi,
menyia-nyiakan dan mencemari lebih banyak dalam hidupnya dibandingkan 50
orang anak  yang lahir di negara sedang berkembang,
20% orang terkaya di dunia menggunakan 58% energi dunia dan mengkonsumsi
45% dari semua daging dan ikan.  Mereka memiliki 87% kendaraan di dunia dan
mempunyai akses pada 74% jaringan telpon yang ada.
Rumah tangga yang miskin menghabiskan lebih dari setengah pendapatan mereka
untuk pangan. Walaupun demikian, sekitar seperlima dari 4,4 milyar orang
yang hidup di negara sedang berkembang mengalami kekurangan gizi. 
Survai pada tahun 1986 menunjukkan bahwa warga AS percaya mereka memerlukan
pendapatan paling sedikit US$50.000 setahun untuk "memenuhi impian mereka".
Pada tahun 1994, angka ini meningkat dua kali lipat. 
Anggaran negara untuk pendidikan dasar dan menengah rata-rata $15.500 per
orang di Luxembourg, dan $57 di Cina
Anggaran negara dan swasta untuk kesehatan rata-rata sekitar $2000 per
orang di Finlandia dan $3 di Vietnam,
Rata-rata orang di Amerika Utara menggunakan listrik dua kali lebih banyak
daripada orang di Uni Eropa, dan energi 14 kali lebih banyak daripada
seseorang di negara sedang berkembang
Diperlukan tambahan sekitar $6 milyar setahun untuk mencapai pendidikan
dasar  universal - kira-kira lebih kecil  $2 milyar dari jumlah yang saat
ini dihabiskan hanya di AS  untuk  kosmetik saja
Diperlukan tambahan dana $13 milyar setahun untuk menjamin adanya kesehatan
dan gizi dasar bagi semua orang - jumlah ini sebagian kecil saja dari yang
dihabiskan di Eropa untuk rokok ($5 milyar) dan minuman alkohol ($105
milyar).
Diperlukan tambahan $9 milyar setahun untuk menyediakan air bersih dan
sanitasi di seluruh dunia. Jumlah ini hanya setengah dari yang dihabiskan
untuk makanan hewan peliharaan di Eropa dan AS.
Pada tahun 1997 dunia menghabiskan $435 milyar untuk iklan, kebanyakan di
Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Jumlah ini hampir 8 kali jumlah dana yang
disalurkan ke negara berkembang dalam bentuk bantuan pembangunan resmi.

Sumber: Human Development Report, 1998



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke