Terima kasih atas komentar anda Bung Ambara,
Saya hanya dapat menjawab bahwa statistik yang saya kirimkan berasal dari
PBB yang tentunya sudah menggunakan metode yang mencakup living cost
(mereka menyebutnya PPP yaitu purchasing power parity). Pesan statistik itu
hanyalah bahwa ada ketimpangan di dunia ini seperti juga ada ketimpangan di
dalam negeri
Salam
----------
> From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; 'Hira D.G.' <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [lingkungan] Pembagian Kue Dunia
> Date: Saturday, October 09, 1999 9:17 AM
>
>
> Hal yang Mbak Hira sampaikan merupakan fakta yang nyata, tapi masih
kurang
> tajam untuk memperbandingkan. Cara yang cukup akurat adalah membuat
standar
> for living cost yang berlaku untuk seluruh dunia.
> Masalah yang mendasar yang ada diantara negara-negara maju dan berkembang
> adalah bukan hanya banyaknya kemiskinan dan kemelaratan di negara-negara
> terbelakang dan keberlimpahan yang luarbiasa dinegara-negara maju...
> Tapi fakta ini mesti disajikan secara lebih akurat dalam bentuk
perbandingan
> nilai tukar valuta lokal atau konversinya dalam US dollar terhadap
> barang/jasa rill yang bisa diperoleh dengan uang tersebut.
>
> Sebagai contoh dalam kunjungan ke Sydney (ada tugas dinas) bulan desember
> 97, saya makan dalam suatu rumah makan fast food di china town, disana
ada
> makanan Indonesianya. Waktu itu saya makan satu porsi makanan harganya
> adalah 6 dollar Australia. Saat itu dollar Australia sekitar 4000 rupiah
> sementara dollar amerika adalah sekitar 6000 rupiah. Jadi 6 dollar ini
bila
> dikonversi ke rupiah adalah sekitar 24000 ribu rupiah. Dengan uang yang
sama
> saya yakin pada saat itu di kota-kota besar di Indonesia saya bisa makan
4
> porsi dengan jenis makanan yang sama dan tempat yang relatif sama (bukan
> restoran mewah).
> Kakak saya yang bekerja di government sebagai sekretaris bergaji sekitar
400
> dollar seminggu. Ini sama dengan sekitar 2.4 juta rupiah seminggu atau
> sekitar 10 juta sebulan. Dibandingkan dengan gaji seorang seketaris
> profesional di Jakarta misalnya saat itu mungkin bisa bergaji sekitar
1.5
> juta rupiah sebulan berarti hanya sekitar 15% atau se-perenam dari gaji
> seketaris di Australia. Tapi coba perhatikan cost of living di Australia
> yang dengan contoh makanan saja ternyata 4 kali lebih mahal. Belum lagi
> perumahan. Di Sydney didaerah suburb (tempat kakak saya tinggal), sewa
> apartement bisa mencapai 200 dollar seminggu (hampir separuh gaji dia).
Jadi
> dihitung-hitung sama saja sebenarnya kondisi kakak saya sebagai
sekretaris
> di Sydney dengan para sekretaris profesional di kota-kota besar di
> Indonesia.
>
> Namun perbedaan akan terasa kalau mereka liburan ke Indonesia (ke Bali).
> Dengan uang kurs mereka (australia) maka liburan dua minggu di Bali bagi
> orang-orang Australia jauh lebih murah dibandingkan dengan liburan di
negara
> mereka sendiri.
>
> Mudah-mudahan tambahan komentar dari saya bisa lebih mempertajam, lebih
> membuat akurat analisa-analisa kesenjangan yang terjadi di
belahan-belahan
> bumi. Kesenjangan ini memang masih sangat besar... tapi membandingkannya
> jangan terlalu mentah, sebaiknya diolah dengan lebih detail sehingga
> tercapai perbandingan yang lebih proporsional.
>
> Salam
>
> GNA
>
>
>
>
> ----------
> From: Hira D.G. [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, October 06, 1999 9:18 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [lingkungan] Pembagian Kue Dunia
>
> Teman-teman, mungkin sudah ada yang mengetahui hal ini. Tetapi ada
baiknya
> kita membaca ulang kan, untuk refleksi. ADa babak kedua nanti menyusul
> Salam
> Hira
>
> SIAPA YANG MENDAPATKAN KUE DUNIA?
>
> Seorang anak yang lahir di New York, London atau Paris akan mengkonsumsi,
> menyia-nyiakan dan mencemari lebih banyak dalam hidupnya dibandingkan 50
> orang anak yang lahir di negara sedang berkembang,
> 20% orang terkaya di dunia menggunakan 58% energi dunia dan mengkonsumsi
> 45% dari semua daging dan ikan. Mereka memiliki 87% kendaraan di dunia
dan
> mempunyai akses pada 74% jaringan telpon yang ada.
> Rumah tangga yang miskin menghabiskan lebih dari setengah pendapatan
mereka
> untuk pangan. Walaupun demikian, sekitar seperlima dari 4,4 milyar orang
> yang hidup di negara sedang berkembang mengalami kekurangan gizi.
> Survai pada tahun 1986 menunjukkan bahwa warga AS percaya mereka
memerlukan
> pendapatan paling sedikit US$50.000 setahun untuk "memenuhi impian
mereka".
> Pada tahun 1994, angka ini meningkat dua kali lipat.
> Anggaran negara untuk pendidikan dasar dan menengah rata-rata $15.500 per
> orang di Luxembourg, dan $57 di Cina
> Anggaran negara dan swasta untuk kesehatan rata-rata sekitar $2000 per
> orang di Finlandia dan $3 di Vietnam,
> Rata-rata orang di Amerika Utara menggunakan listrik dua kali lebih
banyak
> daripada orang di Uni Eropa, dan energi 14 kali lebih banyak daripada
> seseorang di negara sedang berkembang
> Diperlukan tambahan sekitar $6 milyar setahun untuk mencapai pendidikan
> dasar universal - kira-kira lebih kecil $2 milyar dari jumlah yang saat
> ini dihabiskan hanya di AS untuk kosmetik saja
> Diperlukan tambahan dana $13 milyar setahun untuk menjamin adanya
kesehatan
> dan gizi dasar bagi semua orang - jumlah ini sebagian kecil saja dari
yang
> dihabiskan di Eropa untuk rokok ($5 milyar) dan minuman alkohol ($105
> milyar).
> Diperlukan tambahan $9 milyar setahun untuk menyediakan air bersih dan
> sanitasi di seluruh dunia. Jumlah ini hanya setengah dari yang dihabiskan
> untuk makanan hewan peliharaan di Eropa dan AS.
> Pada tahun 1997 dunia menghabiskan $435 milyar untuk iklan, kebanyakan di
> Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Jumlah ini hampir 8 kali jumlah dana
yang
> disalurkan ke negara berkembang dalam bentuk bantuan pembangunan resmi.
>
> Sumber: Human Development Report, 1998
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/