Rekan-rekan,

Sudah baca Tempo 20-26Des99? Lihat di kolom Pokok dan
Tokoh. Disitu ada wawancara Tempo dengan Panangian
Siregar, mantan MenLH RI yang lalu.

Berikut saya ketikkan...  Ada komentar?

salam,
Eriyawan

=============

Panangian Siregar
bersih-bersih rumah

Jadi menteri, bikin berita. Tak jadi menteri, tetap
jadi cerita. Itulah Panangian Siregar, mantan Menteri
Negara Lingkungan Hidup dalam kabinet B.J. Habibie.
Selama jadi menteri, ulah orang PDI (dikenal sebagai
pengikut Soerjadi) ini kerap digunjingkan karena ia
merombak struktur pegawai di Bapedal, memecat beberapa
anak buahnya, dan berencana mengimpor bahan galian dari
Singapura --sebuah bisnis bernilai mahal-- yang
mengandung bahan beracun.

Kini, setelah lengser, dokter berusia 63 tahun itu
diramaikan karena ia dianggap mencalonkan diri sebagai
anggota Komisi Pemeriksaan Kekayaan Penyelenggara
Negara (Komisi Pemeriksa). Terpaksa, Rabu pekan lalu,
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup mencabut
pencalonan itu. Lelaki ini juga jadi berita karena
meninggalkan rumah dinasnya dalam keadaan "bersih".
Maksudnya, ia mengangkut semua perabot, peralatan
dapur, mesin fax, hingga AC dan gorden. Padahal, itu
milik negara. Terpaksa Menteri LH yang baru, Sonny
Keraf, harus tidur tanpa gorden.

Lalu, apa jawaban Panangian terhadap semua berita itu?
Ini catatan reporter TEMPO, I.G.G Maha Adi:

T>Soal Penarikan sebagai anggota Komisi Pemeriksa.
J>Saya nggak tahu apa alasannya. Waktu itu, Menko
Wasbangpan meminta agar tiap kementerian mengirim
eselon I, dan tidak ada yang mau jadi anggota tim.
Akhirnya ditawarkan kepada saya. Saya tak mencalonkan
diri. Mereka sirik saja dan takut terbongkar KKN-nya.

T>Tentang mengambil semua perabotan rumah dinas
menteri. Betul?
J>Memang ada sebagian kita ambil, seperti tempat tidur,
kasur, dan bantal. Itu kan kewajiban pemerintah
mengganti dengan yang baru.

T>Sampai AC dan mesin faksimile juga anda ambil?
J>Ya, anggota DPR kan juga begitu. Semuanya bisa
diambil, asal diganti uang Rp.2,5 juta. Kalau mereka
mau ambil lagi, silakan ambil.

T>Dari mana Anda mendapat izin membawa perabotan itu?
J>Saya dan istri bertemu Mensesneg Muladi. Istri saya
tanya apakah boleh mengangkut sebagian barang yang
penting. Kata Pak Muladi, silakan saja. Kami kan baru
pindah rumah. Jadi, masa, kami harus beli semuanya.
Dulu, waktu kami masuk, juga kosong dan diganti dengan
yang jelek, ha-ha-ha...

T>Kantor LH akan meminta kembali perabotan itu. Apakah
akan Anda kembalikan, termasuk mobil dinas yang masih
Anda pakai?
J>Kalau mereka minta, silakan saja. Soal mobil, saya
kan ngak punya mobil dan masih mengumpulkan uang.
Memang saya punya satu kijang, tapi tidak cukup. Jadi,
saya pinjam. Nanti saya kembalikan kalau begitu. Tapi
kan banyak juga yang seperti saya di LH. Kok, mereka
enggak ditagih? Giliran saya, semuanya ribut.




-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke