http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000010700153214 Jum'at, 7 Januari 2000 Untuk Tuntaskan Persoalan KKN di Dephutbun, Seluruh Pejabat Eselon I Diganti Media Indonesia - Ekonomi (1/7/00) JAKARTA (Media): Reorganisasi di jajaran puncak Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) menurut rencana rampung seminggu setelah Lebaran. Seluruh pejabat eselon I akan diganti kecuali jabatan Dirjen Perkebunan. Pergantian besar-besaran itu merupakan langkah awal dari janji Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbuh) Nurmahmudi Ismail yang memprioritaskan penyelesaian kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) di tubuh departemen penghasil devisa terbesar kedua nonmigas setelah tekstil ini. Seperti yang ia lontarkan seusai mendengarkan pengumuman Kabinet Nasional pada 26 Oktober 1999. Menurut sumber Media di Dephutbun, jabatan Inspektur Jenderal yang dipegang Soentoro akan diberikan kepada Mawardi--Inspektur Wilayah IV Itjen Depdikbud. Dirjen Pengusahaan Hutan Produksi yang dijabat Waskito Soerjodibroto dipercayakan kepada Soegeng Widodo--Direktur Pengembangan Hutan Tanaman. Dirjen Planologi yang diduduki Adjad Sudrajat dialihkan ke Mochamad Toha--Dirut PT Inhutani V. Selain itu, jabatan lain yang berubah adalah Dirjen PKA dari Maman Siregar ke Harsono--Direktur RLPS. Kalitbang dari Pasril Wahid beralih kepada Untung Iskandar. Satu-satunya jabatan eselon I yang tidak berubah adalah Dirjen Perkebunan yang tetap dipegang Agus Pakpahan. Surat pergantian pejabat teras Dephutbun ini, menurut sumber itu, rencananya diajukan secara resmi oleh Menhutbun kepada Presiden hari ini (Jumat 07/1). Namun, Menhutbun Nurmahmudi tidak mau berkomentar banyak ketika diminta konfirmasinya soal reorganisasi ini kemarin di kantornya, Manggala Wanabhakti. Ia tidak membantah dan tidak membenarkan ketika Media menyebutkan nama-nama pejabat baru itu kecuali tersenyum. "Insya Allah, dalam waktu dekat. Kami juga ingin menyelesaikan reorganisasi Dephutbun, biar kami bisa bekerja segera seperti yang diamanahkan," kata Mahmudi. Kapan reorganisasi ini selesai? tanya Media. "Seminggu setelah Lebaran, insya Allah," jawabnya. Restrukturisasi organisasi Dephutbun ini sebelumnya sempat tertunda selama sepekan, karena adanya penolakan karyawan Dephutbun terhadap pergantian Sekretaris Jenderal Roedjai Djakaria oleh Soeripto, pada pertengahan Desember 1999. Pasalnya, pengangkatan Soeripto, 63 tahun, dianggap melanggar UU Pokok-pokok Kepegawaian No 43/1999. Namun Menhutbun bersikeras mepertahankan Soeripto dengan menggunakan PP 20/1974 tentang hak prerogatif presiden mengangkat PNS dalam keadaan darurat. Apalagi, proses pengangkatan Soeripto ini sudah dikonsultasikan kepada Sekretariat Negara dan didukung penuh Presiden Abdurrahman Wahid. Penolakan itu sempat mendapat reaksi keras dari masyarakat. Sekitar 2.000 demonstran melakukan demonstrasi tandingan Selasa (24/12). Mereka mendesak Menhutbun untuk mempertahankan keputusannya memasukkan orang luar departemen guna menuntaskan kasus-kasus KKN yang dilakukan kalangan birokrasi, terutama kasus 51 HPH di masa Muslimin Nasution. Sebab para demonstran itu pesimis terhadap orang dalam yang dianggap sudah `kronis` melakukan praktek KKN selama lebih dari 32 tahun. Pengangkatan Soeripto ini sempat menjadi wacana publik selama sepekan. Setelah mengadakan pertemuan secara khusus dengan para pejabat eselon I dan II Dephutbun, akhirnya dicapai kata sepakat menerima Soeripto sebagai Sekjen Dephutbun yang baru. Kabarnya, dalam pertemuan khusus itu Menhutbun meminta jajarannya menempuh langkah yang konstitusional lewat jalur resmi yang tersedia, tanpa harus lewat jalan demonstrasi seperti yang dilakukan karyawan Dephutbun sebelumnya. Tidak itu saja, Menhutbun juga berjanji untuk berusaha memprioritaskan `orang dalam` untuk mengisi jabatan puncak Dephutbun. Janji itu, tampaknya dipenuhi Menhutbun. Sebab, hanya jabatan Sekjen dan Irjen yang diberikan kepada orang luar Dephutbun. Selebihnya orang dalam. "Pergantian besar-besaran ini tidak terlepas dari persoalan politis untuk menuntaskan kasus KKN di Dephutbun. Jadi, jangan heran kalau ada pejabat yang secara kepangkatan belum layak, akhirnya diangkat," ujar sumber itu. (Mhj/E-3) -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
