Terima kasih juga dan selamat lebaran buat Pak RL. Saya punya beberapa ide untuk NTFP yang sebenarnya bisa dikembangkan. 1. Sekarang ini banyak teman-teman yang memfasilitasikan masyarakat lokal masih terbatas membantu secara hukum kepemilikan tanah, tetapi belum menyentuh perekonomian. Sedikit perekonomian disentuh tetapi lebih bagaimana masyarakat lokal (yang kebanyakan masih berladang berpindah) bisa memaksimalkan hasil tanahnya ketika berladang. Tetapi daya dukung lingkungan, dengan semakin banyaknya penduduk, akan berkurang nilai ekonomi yang bisa diberikan tanah pertanian. 2. Teman-teman belum banyak menggali potensi pengetahuan lokal masyarakat untuk pengembangan ekonomi. Padahal banyak pengetahuan masyarakat lokal yang berpotensi menjadi bisnis besar hanya dengan sedikit masukan teknologi pengolahan. 3. Misalnya, pengetahuan tumbuhan untuk bahan sepuhan tekstil. Banyak sekali tumbuhan, yang selama ini sudah digunakan untuk sepuhan tenunan atau sepuhan lainnya, yang berpotensi menjadi bahan sepuhan tekstil industri. Teman-teman LSM perlu mengidentifikasi tumbuhan itu, mencoba membudidayakannya (dalam arti menanamnya di hutan, bukan kemudian membuat kebun monokultur), mencari teknologi ekstraksi, dan teknologi membuatnya menjadi sebuk. Saya kira teknologi ekstraksi bukan teknologi terlalu canggih sehingga perlu didatangkan dari luar negeri. Saya kira Jurusan Teknologi Pangan IPB memiliki teknologi seperti itu. Saya tahu teman saya di IPB melakukan penelitian bagaimana membuat ekstraksi buah durian yang dijadikan serbuh untuk flavour industri. 4. Di dunia internasional, sudah terbentuk masyarakat peduli lingkungan yang akan membeli produk berwawasan lingkungan. Saya yakin dengan diberikan embe-embel, "Produk ini dihasilkan dari hutan tropis hujan Indonesia. Membeli produk ini berarti Anda membantu menyelamatkan hutan tropis hujan Indonesia," produk ini akan laku dan bisa dijual dengan harga berlipat kali dari nilai produksinya. 5. Bagaimana memasarkannya? Internet menjadi salah satu bentuk pemasaran global paling efisien dan efektif sekarang ini. Mudah-mudahan situs berita lingkungan yang akan saya rintis bersama teman-teman Konphalindo bisa menjadi tempat promosi produk seperti itu. 6. Produk apa lagi? Saya kira banyak sekali produknya: misalnya, kopi organik, ekstrak buah tropis untuk industri dll. 7. Untuk bentuk produk yang lebih canggih, memang perlu masukan teknologi lebih tinggi antara lain bioteknologi. Hira tidak perlu apriori dulu. Saya kira yang ditentang teman-teman bioteknologi rekayasa genetika, kan? Nah bioteknologi yang saya maksud adalah bagaimana mengekstrak berbagai jenis senyawa yang ada di dalam berbagai tumbuhan hutan tropis. Clue awalnya bisa dipelajari dari catatan para "dokter" masyarakat asli. 8. Bagaimana caranya membawa teknologi ini? Saya kira perlu ada dorongan buat para mahasiswa biologi untuk mengambil penelitian bioteknologi yang khusus mencari senyawa bermanfaat, apakah bermanfaat untuk industri farmasi atau industri lainnya. Saya ambil contoh dari artikel yang pernah saya baca: mahasiswa filipina meneliti senyawa yang ada pada sejenis siput laut. Siput ini menembakkan "dart" untuk menangkap mangsanya yaitu ikan yang berenang di dekatnya. Ikan yang terkena panah beracun itu menjadi lemas. Nah mahasiwa Filipina bersama dengan ilmuwan di AS meneliti khasiat senyawa itu untuk sumber obat pemati rasa. 9. Saya menunggu komentar. Salam, Harry Surjadi Berita ini juga saya dengar dari Rudy di DC. Tugas wartawan anda mungkin bisa digantikan Tuti.Saya tertarik tentang perkembangan NTFP. Tahun 1990 saya dan sekelompok mahasiswa Pasca Sarjana UNHAS meneliti aspek ini di Irian (eh Papua). Kesulitan utama, dari segi metodologis, adalah memberikan "market price" untuk NTFP. Tidak selamanya NTFP punya nilai pasar (Rp atau $). Ini yang menyebabkan kalangan bisnis dan ekonom meremehkan NTFP. Hanya perlu diingat bahwa price (harga) tidak sama dengan value (nilai). Nilai intrinsik suatu SDA atau layanan lingkungan memang sulit diukur. Kami enviromental economist di WB dan di lembaga lain (ADB, OECF) telah mengembangkan penghitungan value ini. Untuk kawan-kawan yang berminat, terutama masalah yang berkaitan dengan SDA di ASia (karena lebih cocok dengan type SDA kita sperti hutan, coral reef dsb) Harap menghubungi EEPSEA di Singapura via Dr. Herminia Fransico ([EMAIL PROTECTED]). Atau masuk ke web site mereka via organisasi IDRC (sorry lupa sitenya). Good Luck ! -= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
