Harry,

Ini ada site yang bagus sekali ( 1360 artikels tentang NTFP). 
www.ifcae.org/cgibin/ntfp/db/dbsql/db.cgi? db=bib&uid=default. Selamat 
surfing !

RL

PS. saya setuju dengan "kontrak sosial" yang baru tentang masalah kehutanan 
kita, tetapi jangan nunggu itu, riset tentang ntfp perlu terus digalakkan 
(biar NGO juga tambah galak !)


>From: "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [lingkungan] ide NTFP
>Date: Sun, 9 Jan 2000 20:57:25 +0700
>
>Terima kasih juga dan selamat lebaran buat Pak RL.  Saya punya beberapa ide
>untuk NTFP yang sebenarnya bisa dikembangkan.
>1. Sekarang ini banyak teman-teman yang memfasilitasikan masyarakat lokal
>masih terbatas membantu secara hukum kepemilikan tanah, tetapi belum
>menyentuh perekonomian. Sedikit perekonomian disentuh tetapi lebih 
>bagaimana
>masyarakat lokal (yang kebanyakan masih berladang berpindah) bisa
>memaksimalkan hasil tanahnya ketika berladang. Tetapi daya dukung
>lingkungan, dengan semakin banyaknya penduduk, akan berkurang nilai ekonomi
>yang bisa diberikan tanah pertanian.
>2. Teman-teman belum banyak menggali potensi pengetahuan lokal masyarakat
>untuk pengembangan ekonomi. Padahal banyak pengetahuan masyarakat lokal 
>yang
>berpotensi menjadi bisnis besar hanya dengan sedikit masukan teknologi
>pengolahan.
>3. Misalnya, pengetahuan tumbuhan untuk bahan sepuhan tekstil. Banyak 
>sekali
>tumbuhan, yang selama ini sudah digunakan untuk sepuhan tenunan atau 
>sepuhan
>lainnya, yang berpotensi menjadi bahan sepuhan tekstil industri. 
>Teman-teman
>LSM perlu mengidentifikasi tumbuhan itu, mencoba membudidayakannya (dalam
>arti menanamnya di hutan, bukan kemudian membuat kebun monokultur), mencari
>teknologi ekstraksi, dan teknologi membuatnya menjadi sebuk. Saya kira
>teknologi ekstraksi bukan teknologi terlalu canggih sehingga perlu
>didatangkan dari luar negeri. Saya kira Jurusan Teknologi Pangan IPB
>memiliki teknologi seperti itu. Saya tahu teman saya di IPB melakukan
>penelitian bagaimana membuat ekstraksi buah durian yang dijadikan serbuh
>untuk flavour industri.
>4. Di dunia internasional, sudah terbentuk masyarakat peduli lingkungan 
>yang
>akan membeli produk berwawasan lingkungan. Saya yakin dengan diberikan
>embe-embel, "Produk ini dihasilkan dari hutan tropis hujan Indonesia.
>Membeli produk ini berarti Anda membantu menyelamatkan hutan tropis hujan
>Indonesia," produk ini akan laku dan bisa dijual dengan harga berlipat kali
>dari nilai produksinya.
>5. Bagaimana memasarkannya? Internet menjadi salah satu bentuk pemasaran
>global paling efisien dan efektif sekarang ini. Mudah-mudahan situs berita
>lingkungan yang akan saya rintis bersama teman-teman Konphalindo bisa
>menjadi tempat promosi produk seperti itu.
>6. Produk apa lagi? Saya kira banyak sekali produknya: misalnya, kopi
>organik, ekstrak buah tropis untuk industri dll.
>7. Untuk bentuk produk yang lebih canggih, memang perlu masukan teknologi
>lebih tinggi antara lain bioteknologi. Hira tidak perlu apriori dulu. Saya
>kira yang ditentang teman-teman bioteknologi rekayasa genetika, kan? Nah
>bioteknologi yang saya maksud adalah bagaimana mengekstrak berbagai jenis
>senyawa yang ada di dalam berbagai tumbuhan hutan tropis. Clue awalnya bisa
>dipelajari dari catatan para "dokter" masyarakat asli.
>8. Bagaimana caranya membawa teknologi ini? Saya kira perlu ada dorongan
>buat para mahasiswa biologi untuk mengambil penelitian bioteknologi yang
>khusus mencari senyawa bermanfaat, apakah bermanfaat untuk industri farmasi
>atau industri lainnya. Saya ambil contoh dari artikel yang pernah saya 
>baca:
>mahasiswa filipina meneliti senyawa yang ada pada sejenis siput laut. Siput
>ini menembakkan "dart" untuk menangkap mangsanya yaitu ikan yang berenang 
>di
>dekatnya. Ikan yang terkena panah beracun itu menjadi lemas. Nah mahasiwa
>Filipina bersama dengan ilmuwan di AS meneliti khasiat senyawa itu untuk
>sumber obat pemati rasa.
>9. Saya menunggu komentar.
>
>Salam,
>Harry Surjadi
>
>
>Berita ini juga saya dengar dari Rudy di DC. Tugas wartawan anda mungkin
>bisa digantikan Tuti.Saya tertarik tentang perkembangan NTFP.  Tahun 1990
>saya dan sekelompok mahasiswa Pasca Sarjana UNHAS meneliti aspek ini di
>Irian (eh Papua). Kesulitan utama, dari segi metodologis, adalah memberikan
>"market price" untuk NTFP. Tidak selamanya NTFP punya nilai pasar (Rp atau
>$). Ini yang menyebabkan kalangan bisnis dan ekonom meremehkan NTFP. Hanya
>perlu diingat bahwa price (harga) tidak sama dengan value (nilai). Nilai
>intrinsik suatu SDA atau layanan lingkungan memang sulit diukur. Kami
>enviromental economist di WB dan di lembaga lain (ADB, OECF) telah
>mengembangkan penghitungan value ini. Untuk kawan-kawan yang berminat,
>terutama masalah yang berkaitan dengan SDA di ASia (karena lebih cocok
>dengan type SDA kita sperti hutan, coral reef dsb) Harap menghubungi EEPSEA
>di Singapura via Dr. Herminia Fransico ([EMAIL PROTECTED]). Atau masuk ke 
>web
>site mereka via organisasi IDRC (sorry lupa sitenya).  Good Luck !
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/




Kirim email ke