Masalah Freeport sebenanrnya bukan hanya masalah lingkungan.
Tapi Ini juga mengandung masalah politik Internasional yang melibatkan
pemerintah Amerika Serikat bahkan Israel dan Indonesia. Ketika GusDur
mempermasalahkan kontrak kerja Freeport tiba-tiba Kissinger datang
mengatakan "Anda jangan ganggu Freeport lah, urus saja yang lain, nanti
saya bantu" .
Ada orang yang mengatakan bahwa Israel berambisi membangun piramida emas
di Yerusalem dengan emas dari Indonesia itu. Maka peran Israel dalam
mengamankan pengerukan emas dari Gunung emas di Irianjaya ini pun
berlangsung. Maka menjadi benang merah jika Tim-tim, Kep.Maluku dan
Irian jaya ingin lepas dari Indonesia.

Political will pemerintah Indonesia dalam menyudahi keberadaan Freeport
di Indonesia benar-benar di tantang.

> ----------
> From:         Pongky F.D.S
> Sutama[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Saturday, July 29, 2000 8:34 PM
> To:   WALHI; WALHI JAWA-BARAT; "LINGKUNGAN"; "PEDULI_SUKABUMI";
> TATAR-SUNDA
> Subject:      [peduli_sukabumi] Re: [WalhiNews] Walhi Gugat Freeport
> Indonesia
> 
> Bravo utk WALHI atas gebrakannya menuntut "Freeport Indonesia" saya
> setuju
> sekali agar perusak linkungan bisa mendapatkan pelajaran/ganjaran yang
> setimpal.
> 
> Saya lantas berfikir selain perusahaan yang merusak lingkungan dapat
> dituntut secara perdata, apakah penyelenggara pemerintahan yang tidak
> perduli atas lingkungannya seperti "BUPATI" atau "WALIKOTA" "CAMAT"
> atau
> "LURAH" itu dapat juga dituntut secara perdata atas kerusakan
> lingkungan
> yang terjadi dalam wilayah kerjanya seperti terjadi di-Sukabumi yaitu
> penggalian pasir diCimangkok dan penggalian tanah liat di Gn Walat
> dekat
> hutan study IPB yang sampai saat ini masih terus berlangsung.
> 
> Ooh WALHI tolonglah
> Sukabumi-ku............****Efdees./Peduli_Sukabumi.
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Walhi Lampung <[EMAIL PROTECTED]>
> To: milis walhi <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 28 Juli 2000 12:20
> Subject: [WalhiNews] Walhi Gugat Freeport Indonesia
> 
> 
> >Jumat, 28 Juli 2000
> >
> >Walhi Gugat Freeport Indonesia
> >
> >Jakarta, Trans Sumatera Post (Bandar Lampung)
> >
> >Kelompok aktivis lingkungan Walhi kemarin mengajukan gugatan perdata
> ke PN
> >Jakarta Selatan terhadap PT Freeport Indonesia (PTFI). PTFI dinilai
> >menutup-nutupi informasi serta memberikan keterangan yang tak benar
> terhadap
> >longsornya batuan limbah di Danau Wanagon.
> >
> >Direktur Eksekutif Walhi Emmy Hafild mengatakan pihaknya menggugat
> PTFI
> juga
> >karena perusahaan pertambangan emas dan tembaga di Papua itu dianggap
> tidak
> >menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.
> >Emmy mengatakan Walhi memiliki hak atas informasi mengenai
> pengelolaan
> >limgkungan hidup dan selama ini PTFI telah memberikan informasi yang
> tak
> >benar sehingga jelas melanggar pasal 6 UU No.27/1997 tentang
> pengelolaan
> >lingkungan hidup.
> >
> >Kuasa hukum Walhi, Erdwiyanto Pihartono (PBHI), menjelaskan ada
> beberapa
> hal
> >yang bertentangan dengan hak informasi ini. Pertama, posisi PTFI
> sebagai
> >perusahaan multinasional, kedua, mereka juga memiliki divisi hak
> asasi.
> >Karena itu, bidikanya melalui pasal hak informasi."Kami tidak bisa
> menuntut
> >ganti rugi linkungan hidup karena sebelumnya sempat mengakui Amdal
> PTFI.
> >Sebenarnya kami bisa melakukan tuntutan kriminal karena PTFI belum
> >memperoleh izin membuang limbah ke danau Wanagon,"katanya.
> >
> >Abdul Haris Semendawai dari Elsam, juga kuasa hukum Walhi menyatakan
> jika
> >pihaknya menuntut lebih dulu tentang kerusakan lingkungan, PTFI akan
> >berdalih lewat Amdal. Emmy menjelaskan, jika dalam waktu dua bulan
> Bapedal
> >tidak melakukan tindakan hukum, pihaknya akan megajukan tuntutan
> kedua.
> >
> >Dalam gugatan ini mereka meminta PTFI mengajukan permintaan maaf
> secara
> >terbuka dengan memasang iklan atas pebuatan melawan hukum yang telah
> >dilakukannya, dengan redaksional yang ditentukan Walhi. Permintaan
> maaf itu
> >harus dimuat di harian nasional, internasional, televisi nasional dan
> >internasional, begitu juga di radio.
> >
> >Di harian nasional diminta 10 koran yakni Kompas, Media Indonesia,
> >Republika, The Jakarta Post, Bisnis Indonesia, Rakyat Merdeka,
> Merdeka,
> >Berita Buana, Sinar Pagi, dan Jawa Post. Juga di dua harian umum
> lokal
> yakni
> >Cendrawasih Post dan Tifa Papua. Masing-masing satu halaman penuh
> selama
> >sepekan berturut-turut.
> >
> >Indok Walhi Lampung
> >Jl. Anggrek N0. 7 Rt 01/02 Rawa Laut
> >Bandar Lampung 35127
> >Tel/Fax : (0721) 262894
> >E-mail    : [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> >
> >=====WALHI List=====
> >
> >Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
> >Pengelola: Divisi Infokom, Eksekutif Nasional WALHI
> >Email:[EMAIL PROTECTED]
> >URL://www.walhi.or.id
> >
> >
> >
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------<e
> |-
> Be in control!  Download Your Own NeoPlanet Browser Now!  Free!
> http://click.egroups.com/1/7676/9/_/_/_/964877899/
> --------------------------------------------------------------------|e
> >-
> 
> Post message: [EMAIL PROTECTED] 
> Subscribe:  [EMAIL PROTECTED]  
> Unsubscribe:  [EMAIL PROTECTED]  
> List owner:  [EMAIL PROTECTED]  
> URL to this page: http://www.egroups.com/group/peduli_sukabumi 
> 
> 
> 
> 

--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke