Latin Jember dan kawan-kawan di Balai taman nasional Meru Betiri (TNMB) kan
sedang berkawan dengan 2500 kk.  Kalau tiap kk punya empat anggota keluarga
berarti punya kawan sebanyak 10 000 jiwa yang tinggal di seputar TNMB.
Emang sekarang mereka lagi konsen untuk membangun agroforest tumbuhan obat
dalam kawasan TNMB, tetapi Kegiatan tambang akan menjadi ancaman terhadap
aktivitas masyarakat tersebut.  Kalau saya pikir sih Latin Jember dan Balai
TNMB bisa menggalang mereka untuk menolak tambang emas di TNMB.  Melalui
Pertemuan pertemuan rutin di tiap kelompok dampingan yang sebangak 2500 kk
itu dapat di share dampak negatif atas tambang emas baik secara ekologis dan
ekonomis, sosial, susila, budaya termasuk dari segi dunia akhirat ( gimana
gus nur ??), agar timbul 'kemarahan' publik untuk menolak rencana tambang
emas tersebut.  Ya.. mungkin perlu sedikit provokasi.
gitu aja usul aku.
Kupikir ini tantangan yang jelas yang harus dihadapi oleh masyarakat di
sekitar TNMB.  Inilah gunanya selama ini Latin dan TNMB memperkuat
kelembagaan masyarakat di buffer zone TNMB.

Salam Lestari

Budjo
----- Original Message -----
From: Treenug <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, August 02, 2000 3:41 AM
Subject: [latiners] Fw: [lingkungan] Re: [Lingk] Re: [lingkungan] Tambang
Emas di TN


>
> ----- Original Message -----
> From: arifien <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS ENVIRO
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, August 01, 2000 10:03 PM
> Subject: [lingkungan] Re: [Lingk] Re: [lingkungan] Tambang Emas di TN
>
>
> > Rekan-rekan di Jember,
> >
> > Saya tergerak setelah membaca ini.
> > Saya lahir di Glenmore, tetapi nenek dan keluarga saya banyak di
> Tempurejo,
> > Curahnongko, Curahsanen, dll.  Ibu saya pun masih di Jember dan saya
> alumni
> > Unjem.  Wilayah tersebut wilayah saya main waktu masih kecil.
> > Jadi bahasa kerennya saya termasuk "stakeholeder" (jeilah biar keren
> > dikit...haha) untuk bicara tentang Meru Betiri.
> >
> > Sedikit pengalaman tentang beberapa perusahaan Yusuf Merukh yang di
> > Kalimantan Tengah.  Ada 3 perusahaan tambang emas, saat membuat AMDAL,
> > dokumennya diminta untuk diperbaiki oleh Kompus Departemen Pertambangan
> dan
> > Energi.
> > Karena menthok barangkali, kami diminta bantuan untuk memperbaiki
dokumen
> > tersebut.  Waktu studi kegiatannya bersamaan dengan kegiatan di Meru
> Betiri
> > tersebut.
> >
> > Setelah kami baca, wajar bila Kompus DPE tidak bersedia menyetujui
dokumen
> > tersebut.  Yang paling jelas, titik sampling untuk kualitas air untuk
> > wilayah tambang emas hanya SATU titik untuk wilayah yang cukup luas.
> > Pengambilan titik sampling tersebut untuk kualitas air letaknya di
dermaga
> > untuk perahu pengangkut. Hasil analisis sampel airnya entah diambil
tahun
> > berapa, dianalisis dimana, pokoknya ada tanpa data dari laboratorium
mana.
> > Padahal kita tahu, isu utama tambang emas adalah kualitas air.
> > Begitu peta dibuka, lokasi tambang terletak pada beberapa DAS, di hulu
> lagi.
> >
> > Data lain praktis "tidak ada", hasil analisis hanya parameter untuk air
> > minum yang umum ph, turbidity, suhu dan beberapa parameter.  Tidak ada
> > analisis plankton, benthos.  Sampel tanah, kajian biologi padahal jelas
di
> > hutan Kalimantan. Analisis contoh tanah nihil, vegetasi nihil.
> > Untuk itu kami mengajukan usul, kalau kami yang diminta memperbaiki kami
> > perlu data-data tersebut, karena letaknya di hulu beberapa sungai yang
> arah
> > alirannya berbeda, jadi harus dilakukan pengambilan dan analisis contoh
> air
> > pada beberapa titik.
> >
> > Karena bagaimana kita bisa membuat evaluasi kalau ronanya tidak jelas.
> >
> > Akhir kata, sampai hari ini tidak ada kabar beritanya lagi.
Muncul-muncul
> > berita seperti Meru Betiri ini dengan orang-orang yang sama.  Jadi saya
> > pikir kasusnya akan sama,  coba saja cek ada dokumen AMDALnya tidak ?
> Kalau
> > toh ada lihat titik sampel,, hasil analisis sampel,  aspek apa saja yang
> > dikaji ?
> > Kalau mau lebih jauh lagi, lihat/ baca dokumen RKL-RPL nya.  saya yakin
> > isinya cuma tebal oleh lampiran.  Lihat CV penyusunnya, anda pasti geli.
> >
> > Ini hanya urun rembug tukar informasi tentang perusahaan yang dimiliki
> oleh
> > orang-orang tersebut untu bahan pertimbangan bagi rekan-rekan di Jember.
> > Kita tidak menolak pemanfaatan sumberdaya alam untuk kesejahteraan
> bersama,
> > tetapi CARANYA itu yang harus kita sepakati.
> >
> > Salam  dari Bandung
> >
> > Arifien
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS
> LINGKUNGAN
> > <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 01 Agustus 2000 0:07
> > Subject: [Lingk] Re: [lingkungan] Tambang Emas di TN
> >
> >
> > >pak bambang, terimakasih wejangannya.
> > >kawan-kawan di jember saat ini lagi lobbi ke dpr. cuma repotnya lobbi
> kita
> > >memang tanpa modal. lainnya, dalam waktu dekat ini kita akan ngasih
> masukan
> > >ke dprd perihal bagaimana sebenarnya kegiatan pertambangan emas itu
> > >dilakukan. buat nambah bekal pengambilan keputusan.
> > >
> > >untuk acara itu, menjelaskan betapa kotornya tambang itu, dari sisi
teori
> > >aku sedikit punya modal. juga  beberapa kawan yang punya perpektif
> "hijau"
> > >di tambang upn yogya siap membantu. masalahnya,  informasi yang cukup
> dari
> > >kasus taman nasional lain enggak, kami enggak ada. apalagi tambang
emas.
> > >jadi, tolong kalau bisa kawan-kawan ngirimi kami : cerita, gambar dll.
> dari
> > >proses pemurnian misalnya kajian tentang pengaruh pengasaman air oleh
> > >tailing, pengaruh sianida ke daun, pengaruh logam berat. dari
> > >penambangannya, misalnya mengenai amblesan pada lorong tambang.
> > >
> > >et paripurno
> > >t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
> > >e : [EMAIL PROTECTED]
> > >----- Original Message -----
> > >From: Bambang Ryadi Soetrisno <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Sent: Monday, July 31, 2000 12:52 PM
> > >Subject: [lingkungan] Tambang Emas di TN
> > >
> > >
> > >> Saya rasa ini bahan diskusi yang serius, maka subject nya yang
> sebelumnya
> > >> oleh Sdr. ET Paripurno dikosongkan, saya kasih nama Tambang Emas di
TN.
> > >>
> > >> Beberapa waktu yang lalu ada orang berkomentar bahwa waktu Belanda
> > >> menetapkan kawasan-kawasan lindung di Indonesia, tidak lain tujuannya
> > >adalah
> > >> melindungi "harta karun" yang tersimpan di dalamnya. Contohnya,
> beberapa
> > >> kawasan-kawasan yang kemudian ditetapkan menjadi Taman Nasional,
> ternyata
> > >di
> > >> dalamnya banyak terkandung bahan tambang berharga.
> > >>
> > >> TN tanpa barang tambang pun sebenarnya kan dengan kekayaan hayatinya
TN
> > >> bahkan memiliki harga yang tak ternilai. Soal tambang berharga,
menjadi
> > >> tidak ada apa-apanya kalau kita bandingkan dengan nilai-nilai
lainnya.
> > >> Berapa nilai ekonomi yang diperoleh dari "merusak" dibandingkan
dengan
> > >harga
> > >> seekor harimau jawa yang sudah punah?
> > >>
> > >> Sudah sangat tegas dalam beberapa perundang-undangan disebutkan bahwa
> di
> > >> dalam TN tidak diperbolehkan adanya kegiatan pertambangan. Hal itu
> > >diperkuat
> > >> lagi dalam SKB 3 menteri, tentang menambang di kawasan lindung. Saya
> > tidak
> > >> tahu itu aturan nomer berapa, tapi saya pernah melihat karena ada
> > >> hubungannya dengan izin pertambangan di TN Kutai dan izin pabrik
semen
> di
> > >TN
> > >> Gunung Leuser.
> > >>
> > >> Para pengusaha tetap akan melirik lubang-lubang kelemahan untuk
> > meloloskan
> > >> keinginannya. Maka muncul usulan-usulan untuk menstudi, mengkaji,
atau
> > >> mencari teknologi yang tepat. TN Gn Halimun misalnya, atas hasil
kajian
> > >tim
> > >> yang dibentuk untuk mengantisipasi pertambangan emas di sana, memberi
> > >> rekomendasi, bahwa pertambangan di sana boleh asal, tidak open pit,
> tidak
> > >di
> > >> dalam TN, dsb. Tetapi dampak berdirinya tambang emas di kawasan
> > konservasi
> > >> dan diperburuk dengan kelakuan-kelakuan negatif perusahaan ternyata
> > sangat
> > >> menurunkan apresiasi publik terhadap misi konservasi itu sendiri.
> Seiring
> > >> dengan berdirinya pengusahaan pertambangan, biasanya muncul
> > >> pertambangan-pertambangan satelit yang hasilnya ditampung oleh
kalangan
> > >> dalam, nilai ekonominya juga sangat luar biasa.
> > >>
> > >> Tambang Emas, memiliki pengertian sangat menyesatkan. Bayangan kita
> > selalu
> > >> tertuju pada kesejahteraan, kemewahan, sampai pada kemakmuran
> masyarakat.
> > >> Berdasarkan pengalaman hasilnya lain, yang ada justeru munculnya
> > >pertikaian,
> > >> kriminalitas, korupsi, dan yang jelas disintegrasi sosial terutama di
> > >> kalangan masyarakat bawah dan yang menjadi korban adalah lingkungan.
> > >>
> > >> Saya pikir dalam hal ini kita perlu konsistensi, bahwa di dalam
kawasan
> > >> konservasi harus tidak ada kegiatan eksploitasi. Apa gunanya
konservasi
> > >> kawasan kalau di sana ada eksploitasi. Kawan-kawan di Jember harus
> > >> mewaspadai sepak terjang kalangan pengusaha di belakangnya yang
dengan
> > >> kemampuan lobbi ke birokrasi dan publik representatif, akan sangat
> gencar
> > >> menggelar angka-angka ekonominya dengan dalih kesejahteraan. Tanpa
> > >> pengusahaan pertambangan pun kesejahteraan bisa diupayakan.
> > >>
> > >> Saya usul agar kawan-kawan di Jember mulai dengan menunjukkan
> > >> pengalaman-pengalaman pahit nasib TN yang menerapkan kebijakan
> > >> setengah-setengah. Sudah banyak contohnya. TN Kutai saat ini
kondisinya
> > >> sangat menyedihkan karena dincar oleh pertambangan batubara, meskipun
> > para
> > >> pengusahanya berusaha dengan mengumpulkan dana untuk menebus dosa.
> > >> Pengertian-pengertian akan pentingnya konservasi kawasan harus gencar
> > >> didengungkan pada para birokrat lokal, anggota dewan yang terhormat,
> dan
> > >> para petinggi lainnya. Masa iya kita harus mengkonservasi TN MB hanya
> > >> sebatas keindahan alamnya, sedangkan para penghuninya tidak lagi bisa
> > >hidup
> > >> karena mengalami banyak tekanan.
> > >>
> > >> Yang lebih penting menurut saya, biasanya ketika kabar adanya emas di
> > satu
> > >> kawasan menyebar, maka saat itu pula akan datang orang-orang yang
> mencoba
> > >> mengorek-ngorek dan mengusahakan secara tradisional. Akibatnya sangat
> > >buruk
> > >> bagi TNMB. Pada awalnya pihak TNMB akan keras menjegah masuknya orang
> ke
> > >> dalam kawasan, tetapi lambat laun situasi itu akan menjadi potensi
> > ekonomi
> > >> dan dengan pendekatan otoritas yang dimiliki biasanya petugas akan
> > >> ikut-ikutan menarik pungutan untuk membuka akses ke lokasi, jika
> hasilnya
> > >> bagus nilai pungutan itu akan sangat tinggi. Sebelum terlambat
> > >kecenderungan
> > >> ini harus dicegah.
> > >>
> > >> Salam,
> > >> Bambang Ryadi Soetrisno
> > >>
> > >> -----Original Message-----
> > >> From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
> > >> To: MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
> > >> <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
<[EMAIL PROTECTED]>;
> > >> DESENTRALISASI <[EMAIL PROTECTED]>
> > >> Date: 30 Juli 2000 0:12
> > >> Subject: [lingkungan] Fw:
> > >>
> > >>
> > >> >kawan-kawan.
> > >> >ada kabar seperti ini. lantas mesti gimana?
> > >> >yang paling gampang : biarkan saja, dan tn merubetiri
dialihfungsikan.
> > >> >beres.
> > >> >tetapi, itukah yang terbaik? dibatalkan tambangnya? atau ditambang
> > dengan
> > >> >sangat ramah lingkungan. artinya, investasinya besar. ada enggak sih
> > >kasus
> > >> >di negara lain, nambang emas di lingkungan taman nasional. emasnya
> > >keambil,
> > >> >taman nasionalnmya selamat. secara teori mungkin, asal berani impas.
> > >enggak
> > >> >tau prakteknya.
> > >> >
> > >> >salam
> > >> >
> > >> >et paripurno
> > >> >t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
> > >> >e : [EMAIL PROTECTED]
> > >> >----- Original Message -----
> > >> >From: KaPPaLa JatiM <[EMAIL PROTECTED]>
> > >> >To: Hamim <[EMAIL PROTECTED]>; Yayasan Kehati
> > >> <[EMAIL PROTECTED]>;
> > >> >OXFAM-GBI <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
> > >> ><[EMAIL PROTECTED]>
> > >> >Cc: Christien Ismuranty <[EMAIL PROTECTED]>; ET Paripurno
> > >> ><[EMAIL PROTECTED]>
> > >> >Sent: Friday, July 28, 2000 5:18 PM
> > >> >
> > >> >
> > >> >> salam,
> > >> >> Ini berita paling baru tentang tambang emas di Jember, dimana
Taman
> > >> >Nasinal
> > >> >> Meru Betiri terletak diantara 2 kecamatan Silo dan Tempurejo,
(masuk
> > >> >> kecamatan Tempurejo), tentunya teman-teman masih ingat
ekplorasinya
> > 2
> > >> >> tahun kemaren yang sempat kita advokasi bersama. Terhitung cepat
> untuk
> > >> >> sebuah kabar bulan Juni lalu saat Yuisusf Merukh (dengan
> Newmont-nya)
> > >> >> memberitakan kandungan emas didaerah ini, diikuti dengan
permohonan
> > >ijin
> > >> ,
> > >> >> hearing DPR dan lainnya. Entah seberapa  jauh teman-teman melihat
> ini
> > >> akan
> > >> >> dijalankan, atau berbahaya buat Meru Betiri atau pertanyaan paling
> > >mudah
> > >> :
> > >> >> Benarkah  menambang Emas di TNMB ?,
> > >> >>  tapi paling nggak kita sama-sama merasa bahwa TNMB patut
> > dilestarikan,
> > >> >> masyarakat berhak menerima yang lebih baik dari sekedar
eksploitasi
> > >> jangka
> > >> >> pendek dan tidak berkelanjutan macam tambang emas itu. dan
sebagian
> > >kita
> > >> >> pernah dan sudah melakukannya,  baik dengan tenak dan pakannya,
> > >> >sengonisasi,
> > >> >> Tanaman obat dan lainnya. Memang belum layak mengatakan tingkat
> > >> >> keberhasilan, tapi bagaimana kita akan membangun hal tersebut bila
> > >lokasi
> > >> >> tercinta, TN. Meru Betiri ini bakal di tambang. bagaimana ?
> > >> >>
> > >> >> Mai,
> > >> >>
> > >> >> KAPPALA Indonesia - Jawa Timur
> > >> >> Perum Pondok Bambu P-8B Jember 68122
> > >> >> 0331 332788;  [EMAIL PROTECTED]
> > >> >>
> > >> >>
> > >> >>
> > >> >> Jember  Segera  Punya Tambang Emas,
> > >> >Radar Jember, 26 Juli 2000
> > >> >
> > >> >Jember, Warga jember boleh berbangga. Bila Tuhan Mengijinkan,
sebentar
> > >lagi
> > >> >Jember bakal punya Tambang emas. Tak main-main, berdasar penelitian
> PT.
> > >> >Hakman sekitar dua bulan lalu, ada kandungan 80.000 ton emas yang
> > >terdapat
> > >> >ditiga kecamatan. Masing-masing kecamatan Silo, Mayang dan
Tempurejo.
> > >> >DPRD Jember sendiri kemarin menyetujui Pemda ijin prinsip
penambangan
> > >emas
> > >> >di 3 kecamatan tersebut. Ijin prinsip ini pada 20 Juni 2000, oleh
> Pemda
> > >> >diajukan ke dewan untuk memperoleh persetujuan. Hal ini karenan
> tambang
> > >> emas
> > >> >tersebut merupakan aset daerah yang akan dieksploitasi oleh pihak
> > ketiga.
> > >> >Penambangan tersebut rencananya akan dilakukan okleh PT.
> Hakman(Tembaga/
> > >> >Emas/ Platina) Metalium dan PT. Jember Metal.
> > >> >"Kami minta kepada Bupati untuk memanggil PT Hakman dan PT Jember
> Metal
> > >> >utntuk memberikan gambaran kepada dewan peerihal tambang emas itu",
> kata
> > >> >wakil ketua DPRD Jember, Drs. Mahmud Sardjujono.
> > >> > Menurut Mahmud, penjelasan PT. Hakman dan PT Jember Metal, sangat
> > >> >diperlukan. Pasalnya, selama ini dewan belum mempunyai data kongkrit
> > >> masalah
> > >> >kandungan emas ditiga wilayah tersebut, Baik mengenai Jumlah
> > >kandungannya,
> > >> >kategori dan berapa lama penambangan dilakukan.
> > >> >Hal ini, kata Mahmud, perlu diketahui. Ini untuk menghindari
kekayaan
> > >> Jember
> > >> >hanya dinikmati olerh orang luar Jember. Tetapi, kekayaan tersebut
> > >> >betul-betul dinikmati dan menjadi sumber penghasilan baik Pemda atau
> > >warga.
> > >> >"kalau perlu, tata kota dan kesejahteraan warga Jember seperti orang
> > >> >Jakarta. Jangan sampai warga Jember, asing didaerahnya sendiri",
> > ujarnya.
> > >> >Satu hal yang dewan tekankan, kata Mahmud adalah masalah tenaga
kerja
> > >> >penambang. Dia berharaop perusahaan yang mengekploitasi mengutamakan
> > >warga
> > >> >Jember dan sekitarnya sebagai tenaga kerja. Jangan sampai, tenaga
> kerja
> > >> >diambilkan dari luar daerah. Terutama tenaga mengengah ke bawah,
warga
> > >> >Jember, harus diutamakan.
> > >> >" Kecuali tenaga ahli, PT Halman dan PT. Jember Metal mengambil
tenaga
> > >ahli
> > >> >dari daerah lain. Kalau hanya tenaga ahli yang kualitasnya sedang,
> > banyak
> > >> >putra daerah yang mampu, " tambahnya.
> > >> >Sebagai diberitakan, berdasarkan survey PT Hakman, di Jember
terdapat
> > >> >kandungan emas culup besar. Hebatnya kulaitas emas di Jember lebih
> bagus
> > >> >dibandingkan tempat penambangan lain, seperti Batam. Merespon hal
> > >tersebut,
> > >> >Bupati jember Drs. Samsul Hadi Siswoyo Msi pada 4 Juli llalu
> mengadakan
> > >> >pembicaraan kusus dengan PT. Hakman dan Jember Metal di Jakarta.
> > >> Pembicaraan
> > >> >itu, intinya, PT Hakman dan Jember Metal minta ijin prinsip untuk
> > >> mengadakan
> > >> >eksplorasi dan penambangan emas.
> > >> >Dalam surat permohonan ijin prinsip kepada Bupati Jember yang
diajukan
> > >oleh
> > >> >Presiden Direktur PT Jember Metal, Yususf Merukh, disebutkan luas
> areal
> > >> >berpotensi mineral seluas 150 ribu ha. Sesuai aturan pertambangan,
PT
> JM
> > >> >dibatasi 25 % dari luas area atau 35 ribu ha. Lahan itu akan
digunakan
> > >> >pertambangan, kota untuk perusahaan, pabrik pengolahan power plant,
> dan
> > >> >pelabuhan (mad).
> > >> >
> > >> >
> > >> >
> > >>
> > >>
> > >> --
> > >> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >===== Petunjuk Milis Lingkungan ===========
> > >
> > >Gunakan bahasa yang sopan dan bersikap dewasa
> > >Berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
> > >Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >===== Motto:Lestari dan berseri Indonesiaku ======
> > >
> > >
> >
> >
> > --
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
> To Post a message, send it to:   [EMAIL PROTECTED]
> To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]
>
>


--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke