he eh. betul-betul indah kalau rakyat bisa nambang emas itu, dengan kualitas
yang baik, dengan hubungan yang mutualis dengan taman nasionalnya, dengan
manusianya, dengan semuanya. cuma, kadang terbersit di pikiranku, mungkin
enggak ya? penyusunan sejarah hitam di urusan pertambangan dan pengelolaan
taman nasional masih saja berlangsung. log over area itu juga masih
bertambah luas pula. aku maklum kalau yang melakukan penebangan sekarang
bukan  saudara kita yang 2.500 kk itu. karena jujur saja, sebagian besar
dari mereka telah "kenyang" melakukannya kemaren.  membuat sejarah hitam
itu. aku berharap, saudara kita itu memang bener-bener sudah ada kesadaran
kritis untuk melakukan konservasi kawasan taman nasional itu. bukan
kesadaran  kritis untuk merencanakan sertifikasi atas tanah yang "dikuasai".
setidaknya, penguasaan lahan turun temurun, bukan penguasaan tegakan
tumbuhan. bukankah sudah terjadi, hak mengelola berdasarkan kemampuan
memangkas taman nasional menjadi lahan? bukan dari tegakan tanaman obat yang
ditanam? sehingga, muncul penguasa-penguasa tanah baru, karena mereka mampu
membayari orang untuk membrek taman nasional. bener-bener sejarah hitam yang
"indah" memang. strategis sekali memang..

lantas, kalau  ada penebang "kesiangan", anggaplah itu penulis sejarah baru,
yang masih harus juga ditulis. atau, mereka merasa harus melakukan karena
ingin "keadilan". cuma, sayangnya kok telat. sehingga seolah mereka menjadi
pencatat pencatat sejarah hitam baru. itu terjadi, karena sebagian besar
kita  bekerja setengah hati menyelesaikan masalah itu. borek masih banyak,
oknum tnmb masih banyak, oknum tentara dan polisi masih banyak, oknum
pemerintah daerah masih banyak, barangkali "oknum" lsm juga masih banyak
lho. maaf saja kalau kecemasanku ini berlebihan. tetapi itulah yang muncul
saat aku jalan-jalan melintas ke mbaban,  sanen rejo, curah takir, curah
nongko. begitulah.

berlanjut di seputar merubetiri lainnya. mengapa ada rencana jalan begtu
besar dari mbaban ke sanen rejo? kenapa jalan yang enggak jelas jluntrungnya
itu ada investor yang mau mendanai?  jalan yang disepakati bappeda ini jelas
akan menguntungkan. akan lebih murah melakukan  mobisasi alat berat ke
mbaban lewat sanen, dibanding lewat sempolan. sekali lagi, semoga ini bukan
karena kekhawatiranku yang terlalu besar.

salam lestari

et paripurno
t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
e : [EMAIL PROTECTED]

----- Original Message -----
From: budi rahardjo <[EMAIL PROTECTED]>
To: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, August 09, 2000 11:50 AM
Subject: Re: [latiners] Fw: [lingkungan] Re: [Lingk] Re: [lingkungan]
Tambang Emas di TN


> Yang disebut skenario menebang pohon dan membangun agroforest menurut ET,
> itu udah kejadian.
> Penebangan ilegal telah menjadi skenarionya rakyat, tentara, polisi dan
> beberapa oknum tnmb juga para Borek dan produsen furniture dan kusen di
> jember, pasuruan dan sekitarnya.  Itu udah jadi cerita lama dan menjadi
> sejarah hitam dari pengelolaan tnmb.
> Saat ini yang kusebut dengan 2500kk yang sedang berkawan dengan Latin dan
> Balai TNMB adalah petani yang sedang tergabung dalam program rehabilitasi
> 'log over area' seluas  lebih dari  1000 ha. Dan masih luas LOA  yang
harus
> di rehabilitasi.
> Rehabilitasi dengan sistem agroforestry tumbuhan obat, akan membangun
> kawasan LOA tersebut menjadi hutan Tumbuhan obat yang bermanfaat bagi
> pengembangan perekonomian masyarakat,  sekaligus menjadi buffer bagi
kawasan
> yang berada lebih dalam (core and wilederness zone)
> 2500 kk telah menyatakan sikap untuk menjadi kelompok pelestari TNMB.
> masyarakat telah partisipasi  dalam menangkap pencuri telur penyu,
menangkap
> petugas yang kepergok menerima suap, melaporkan pelanggaran, menuntut
> petugas untuk lebih tegas dll.
> Barangkali emas menarik dari pada simplisia tumbuhan obat.
> Jadi saya setuju Moratorium Tambang.
> Tapi kalau pemerintah ngeyel mau 'menggadaikan' TNMB kepada pengusaha
> seperti Yusuf merrukh, maka aku lebih setuju kalau rakyat sekitar saja
yang
> menambangnya.
> salam lestari
> budjo
>
>
> ----- Original Message -----
> From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
> To: budi rahardjo <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, August 08, 2000 8:55 AM
> Subject: Re: [latiners] Fw: [lingkungan] Re: [Lingk] Re: [lingkungan]
> Tambang Emas di TN
>
>
> > kalau rencana kawan latin diterapkan, aku takutnya justru strateginya
> > begini, judul program :  tolak tambang dan pilih agrofores
> >
> > langkah pertama : demo tolak tambang
> > langkah kedua : demo tolak tambang dan pilih agrofores
> > langkah ketiga :  demo menuntut menerapkan agrofores sekarang
> > langkah keempat : tebang pohon yang ada di tn sekarang untuk agrofores
> > langkah krlima : menanami lahan bekas tebangan dengan agrofores
(termasuk
> > tembakau, jagung dan lain-lain saat ini).
> >
> > sementara, kalau ada yang jadi konsultan profokator tambang kira-kira
akan
> > bikin begini :
> > langkah pertama : demo tolak tambang
> > langkah kedua : menuntut bikin tambang rakyat yang ramah lingkungan
> sekarang
> > langkah ketiga : tebang pohon dulu untuk lahan tambang & tumpangsari
> > langkah kelima : ada tambang di bawah, ada perkebunan rakyat di atas.
> >
> > hasilnya sama : taman nasionalnya "tergadai". he he he
> >
> > et paripurno
> > t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
> > e : [EMAIL PROTECTED]
> > ----- Original Message -----
> > From: budi rahardjo <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: LATIN Jember <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> > <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Tuesday, August 01, 2000 5:49 PM
> > Subject: Fw: [latiners] Fw: [lingkungan] Re: [Lingk] Re: [lingkungan]
> > Tambang Emas di TN
> >
> >
> > > Latin Jember dan kawan-kawan di Balai taman nasional Meru Betiri
(TNMB)
> > kan
> > > sedang berkawan dengan 2500 kk.  Kalau tiap kk punya empat anggota
> > keluarga
> > > berarti punya kawan sebanyak 10 000 jiwa yang tinggal di seputar TNMB.
> > > Emang sekarang mereka lagi konsen untuk membangun agroforest tumbuhan
> obat
> > > dalam kawasan TNMB, tetapi Kegiatan tambang akan menjadi ancaman
> terhadap
> > > aktivitas masyarakat tersebut.  Kalau saya pikir sih Latin Jember dan
> > Balai
> > > TNMB bisa menggalang mereka untuk menolak tambang emas di TNMB.
Melalui
> > > Pertemuan pertemuan rutin di tiap kelompok dampingan yang sebangak
2500
> kk
> > > itu dapat di share dampak negatif atas tambang emas baik secara
ekologis
> > dan
> > > ekonomis, sosial, susila, budaya termasuk dari segi dunia akhirat
>  gimana
> > > gus nur ??), agar timbul 'kemarahan' publik untuk menolak rencana
> tambang
> > > emas tersebut.  Ya.. mungkin perlu sedikit provokasi.
> > > gitu aja usul aku.
> > > Kupikir ini tantangan yang jelas yang harus dihadapi oleh masyarakat
di
> > > sekitar TNMB.  Inilah gunanya selama ini Latin dan TNMB memperkuat
> > > kelembagaan masyarakat di buffer zone TNMB.
> > >
> > > Salam Lestari
> > >
> > > Budjo
> >
> >
> >
>
>


--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke