ET Paripurno
Telp : 62-274-870078; Fax : 62-274-870323
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 05, 2000 10:38 AM
Subject: DUIT JEPANG merusak lahan basah TN Alas Purwo


> salam konservasi
>
> Teman-teman penggiat lingkungan Indonesia
> dimanapun berada,
>
>
> Proyek peningkatan jalan dan penggantian jembatan
> Trianggulasi-Pancur-Plengkung (TPP) di Taman Nasional Alas
> Purwo (TNAP) banyuwangi-jatim yang bernomor kontrak :
> 041/35/-/INP/23-LG-18/1999/2000
> pada kenyataannya adalah proyek PEMBUATAN JALAN & PEMBUATAN
> JEMBATAN, dari pengamatan langsung di lapangan terbukti
> tidak ada satupun jembatan yang diGANTI.
>
> Proyek yang disponsori lewat hutang (Rp 6,3 miliar) dari
> Jepang via SPL-OECF tersebut juga sarat dengan manipulasi,
> guna meyakinkan lembaga donor dan melancarkan kucuran
> hutang, DPU Bina Marga menginformasikan bahwa Trianggulasi-
> Pancur-Plengkung (TPP) adalah 3 (tiga) desa yang terletak
> di dalam kecamatan Tegaldlimo. Padahal sebenarnya TPP
> adalah tiga daerah yang bukan berstatus desa, TPP bukan
> kawasan berpenghuni dan TPP adalah nama daerah yang berada
> dalam areal Taman Nasional Alas Purwo.
>
> Selain MANIPULATIF, proyek tersebut memiliki dampak
> ekologis yang besar. Salah satu contohnya telah terjadi di
> SUNGLON OMBO.
>
> Sunglon ombo adalah daerah genangan alami dan seringkali
> dijadikan lokasi penting bagi mahasiswa dan peneliti untuk
> mengamati kehidupan alamiah bangsa Reptil.
>
> Sunglon ombo adalah kawasan yang khas, namun demi lancarnya
> pembangunan sebuah jembatan, pihak pelaksana proyek secara
> semena-mena telah mengalirkan genangan air alami tersebut
> ke laut (samudra Indonesia).
>
> Duit Jepang itu mereka gunakan untuk menjebol sunglon ombo,
> sehingga terciptalah "saluran buangan" selebar 5 meter
> sepanjang 50 meter. Peristiwa yang sempat kami catat pada
> 21 Agustus 2000 tersebut juga telah diperparah dengan ulah
> tengil BULDOZER mereka.
>
> Makhluk besi yang rakus itu telah meMAKAN hutan ALAS PURWO
> selebar 6 meter sepanjang 2 kilometer pada 23 agustus 2000
> dengan lahapnya.
>
> Padahal pada tahapan sosialisasinya, proyek tersebut telah
> menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Pihak Pemrakarsa,
> TN AP, Pemkab Banyuwangi ngotot melaksanakan proyek itu
> walau tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),
> walau proyek tersebut merusak sebuah kawasan konservasi
> insitu.
>
> Sejak 3 Juli, Kami Aliansi Solidaritas Lingkungan Untuk
> Alas Purwo (ASLI-UAP) telah 7 kali menghadiri pertemuan
> formal antara DPRD, Pemkab Banyuwangi, Bina Marga, TN AP
> dan LSM. Namun rupa-rupanya Bina Marga, TN AP dan Pemkab
> Banyuwangi tutup mata dan tutup telinga akan peluang
> terciptanya kerugian ekologis di kawasan khas ujung timur
> pulau jawa itu.
>
> Teman-teman penggiat lingkungan Indonesia,
> tentunya kita semua sepakat bahwa DUIT JEPANG bukanlah
> untuk merusak kawasan konservasi Insitu (TNAP dalam hal ini)
> Indonesia.
>
> Kita semua tentu juga sepakat jika Duit Jepang bukan untuk
> menjebol sunglon ombo.
> Dan DUIT Jepang tentunya bukan untuk merusak LAHAN BASAH
> Indonesia.
>
> Duit Jepang juga bukan untuk menghadirkan Jalan Aspal di TN
> AP selebar 8 meter sepanjang 11 kilometer.
>
> Kami berharap teman-teman juga mendukung kami dengan
> menyebarluaskan ULAH JEPANG yang telah semena-mena terhadap
> lahan basah Indonesia, kepada siapapun.
>
> Kami ASLI-UAP mengecam perlakuan Jepang atas Sunglon Ombo.
>
> Teman-teman Penggiat lingkungan Indonesia,
> mari bergandeng tangan menjaga lahan basah Indonesia.
>
>
> salam konservasi
>
>
> Rosdi B. Martadi
> Humas Aliansi Solidaritas Lingkungan untuk Alas Purwo (ASLI-
> UAP)
>
> ASLI-UAP terdiri atas :
> FLH Banyuwangi
> SLINGKUH Banyuwangi
> KPA Rantanas
> KAPPALA Indonesia-Jatim
> K 3 B
> Yayasan PECARI
> BSLH Gombeng Lestari
>
>
> ---------------------------------------------
> This message was sent using Instan Webmail.
> http://mail.telkom.net
>
>
>



--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke