Bang Yan,
Menlh sudah kirim surat ke Rizal Ramli (7 September) untuk menunda MOU tersebut
dengan berbagai alasan yang mendukung penundaan tersebut dan apabila MOU
tersebut tetap dilaksanakan, maka Menlh menyarankan agar masalah tersebut
disebar luaskan terlebih dahulu kepada masyarakat.
Saya baru saja mendapat informasi bahwa harga satu kg benih kapas Bt Rp. 80
000,- sedangkan benih kapas konvensional (Canesia yang biasa di tanam) Rp.
7000,-. Nah yang sekarang ada di Sulawesi (dua lokasi), satu lokasi
performancenya katanya bagus. Sedangkan lokasi satunya lagi terserang hama
Empoasca. Kapas Bt tahan terhadap ulat Heliothis tapi tidak tahan terhadap
Empoasca. Dengan kondisi lapang Indonesia yang bisa menanam tanaman sepanjang
tahun (beda dengan negara 4 musim yang siklus hidup serangga bisa terputus oleh
musim gugur dan winter), maka kemungkinan kapas Bt terserang berbagai jenis hama
lain di Indonesia sangat besar kemungkinannya. Artinya, kalau terserang hama
misalnya Empoasca, maka harus dikendalikan (biasanya dengan pestisida lagi),
maka biaya untuk beli benih yang 10 kali lipat itu akan bertambah lagi dengan
biaya untuk membeli pestisida. Yang saya dengar, pestisida yang dipergunakan
untuk mengendalikan Empoasca adalah jenis pyrethroid. Jadi....ya ..kita bisa
lihat nanti apa iya menguntungkan, belum lagi ketahuan dampak lainnya.
10.000 ha bukan main-main dan kalau kapas itu ditanam secara monokultur, maka
hukum alam akan berlaku. Mungkin bagus untuk satu tahun, tapi mungkin
tahun-tahun berikutnya akan patah ketahanannya terhadap hama atau penyakit yang
ada pada daerah tersebut. Sementara ini kapas Bt yang sudah diuji di Indonesia
dinyatakan memiliki ketahanan terhadap Cotton Ball Worm (Heliothis sp.) dan
resisten terhadap herbisida dengan bahan aktif Glyphosate. Berarti petanipun,
kalau mau herbisida harus herbisida yang punya bahan aktif Glyphosat (sama-sama
produk Monsanto?).
Kalau pake teori PHT, menggantungkan harapan pada satu cara adalah cara yang
salah. kebanyakan petani kita dengan tingkat pendidikan yang biasa-biasa saja,
kalau di perkenalkan suatu varietas baru yang tahan hama, maka yang ada di
pikirannya adalah penghematan terhadap penggunaan pestisida. Tapi kalau sampai
nanti terjadi perubahan performance ketahanan di lapang, maka baru mereka sadar
bahwa hal tersebut tidak seimbang dengan tingginya harga benih yang dibeli dan
input yang mereka keluarkan. Kan kita sudah punya pengalaman dengan varietas
padi keluaran IRRI. Berbagai jenis varietas unggul dihasilkan, tahan beberapa
musim akhirnya patah juga. Sempat saya pertanyakan soal ketahanan ini terhadap
ahli biotek Malaysia, menurut dia tanaman transgenik ketahanannya stabil karena
keakuratan dalam tehnik pensisipannya. Tapi siapa yang dapat menjamin hal
tersebut ?
Sekian dulu tanggapan saya. Mungkin teman-teman yang lain ada yang bisa
menambahkan? Riza atau Hira?
Tuti
rusdian lubis wrote:
> Gimana nih rekan-rekan di MenLH. Kok nggak ada suara. Ingat 10 ribu hektar
> bukan lahan kecil lho. Tetapii sebelumnya apa anda yakin kapas tsb
> transgenik ?
>
> RL
>
> >From: "Konphalindo" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: "lingkungan" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: [lingkungan] Monsanto rencanakan buka perkebunan kapas
> >Date: Thu, 7 Sep 2000 17:38:44 +0700
> >
> >Kawan-kawan,
> >Ini adalah berita terbaru mengenai rencana penandatanganan MOU pembukaan
> >perkebunan kapas Trangenik. Luas perkebunan kapas yang akan dibuka adalah
> >10 ribu hektar, di Bulukumba Sulawesi Selatan dengan investor MONSANTO dari
> >Amerika Serikat. Sebelumnya perusahaan ini telah uji coba tanaman kapas
> >trangenik di lokasi yang sama seluas 500 hektar tanpa melalui prosedur
> >perijinan yang jelas.
> >
> >Salam
> >Konphalindo
> >
> >
>
> _________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
>
> Share information about yourself, create your own public profile at
> http://profiles.msn.com.
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/