melainkan=20 suatu sifat yang bisa hadir dalam setiap pangan dan tanaman yang asli = alamiah=20 sekalipun.=20 <P><I>Kedua</B></I><FONT face=3Darial size=3D2>, terjadinya pelintiran = logika. Yang=20 paling lazim didengungkan adalah dua sandingan data bahwa pasokan pangan = dunia=20 sebenarnya separo lebih banyak dari yang dibutuhkan dan bahwa pada saat = yang=20 sama masih terdapat 800 juta penduduk yang kelaparan. Dari dua data itu = lantas=20 diambil kesimpulan, bahwa `masalah pangan bukan soal keberadaan pasokan, = tapi=20 masalah distribusi yang tidak berkeadilan`. Lebih jauh logika kian = dipelintir=20 bahwa bioteknologi dijadikan sebagai representasi teknologi untuk = memproduksi=20 pangan berlimpah. Tetapi tatkala kelimpahan pangan itu ternyata tidak = menjawab=20 fakta adanya jutaan penduduk yang masih juga kelaparan, maka = bioteknologi=20 dihujat sebagai teknologi yang mengumbar `janji palsu`.=20 <P>Dengan logika yang sehat sebenarnya dapat dikatakan bahwa ranah = teknikal=20 suatu teknologi telah berhasil menjawab kewajibannya yaitu memproduksi = pangan=20 yang cukup. Namun, ranah kelembagaan yang asimetrik telah gagal=20 mendistribusikannya secara adil.=20 <P>Kelemahan pelintiran logika itu akan tampak <I>gambling</B></I><FONT=20 face=3Darial size=3D2> dengan dua contoh berikut. = <I>Pertama</B></I><FONT face=3Darial=20 size=3D2>, asimetrisme kelembagaan itu tidak akan serta-merta menjadi = simetrik=20 hanya gara-gara `bioteknologi ditolak`. Bukan cuma bioteknologi, bahkan=20 teknologi lainnya pun seperti pertanian organik dan pertanian=20 <I>input</B></I><FONT face=3Darial size=3D2> eksternal rendah, juga akan = gagal=20 mendistribusikan pangan secara adil jika aspek kelembagaannya impoten.=20 <I>Kedua</B></I><FONT face=3Darial size=3D2>, kelembagaan yang = berkeadilan pun akan=20 gagal mendistribusikan pangan secara adil jika tidak tersedia cukup = pangan untuk=20 didistribusikan. <I>Ketiga</B></I><FONT face=3Darial size=3D2>, terjadi=20 ketidakimbangan informasi. Contoh yang paling baik adalah hasil = penelitian John=20 Losey (1999) tentang kematian kupu-kupu raja yang diberi makan daun=20 <I>milkweed</B></I><FONT face=3Darial size=3D2> yang ditaburi serbuk = sari jagung Bt=20 (jagung hasil rekayasa genetika). Hasil penelitian ini kerap dikutip = secara=20 tidak utuh hanya untuk menyerang bioteknologi. Kenyataan bahwa serbuk = sari yang=20 ditaburkan dalam daun <I>milkweed</B></I><FONT face=3Darial size=3D2> = itu=20 berkonsentrasi sangat tinggi (yang tidak mungkin dijumpai di alam) dan = makanan=20 pokok kupu-kupu raja itu bukan serbuk sari jagung Bt, tidak pernah=20 diinformasikan secara jujur dan patut. Bahkan pengutip hasil penelitian = itu juga=20 secara tidak adil mengabaikan pengakuan Losey sendiri: ``Penelitian kami = dilakukan di dalam laboratorium dan menimbulkan isu penting, tetapi akan = kurang=20 tepat kalau diambil suatu keputusan mengenai populasi kupu-kupu raja di = lapangan=20 hanya berdasarkan hasil penelitian awal studi kami.``=20 <P>Menggunakan penggalan hasil penelitian Losey, selain melanggar = prinsip=20 keimbangan informasi, juga merupakan permainan logika yang serampangan. = Jika=20 tidak cukup jelas, kaji perumpamaan ini: ``seseorang diberi minum sekali = tenggak=20 sebanyak satu drum air mineral, lantas orang itu mati karena perutnya = meletus.=20 Apakah patut diambil kesimpulan bahwa air mineral itu berbahaya bagi = manusia?``=20 Jawaban Anda akan menunjukkan: apakah logika Anda sehat atau tidak!=20 <I>Keempat</B></I><FONT face=3Darial size=3D2>, generalisasi yang = serampangan. Dalam=20 soal ini, dua hasil penelitian berikut merupakan teladan yang paling = banyak=20 dikutip, yaitu (1) kedelai berkandungan methionin tinggi sebagai rakitan = genetik=20 <I>brazil nut</B></I><FONT face=3Darial size=3D2> pada tanaman kedelai = yang=20 menimbulkan alergi; dan (2) hasil penelitian Dr. Arpad Pusztai yang = menunjukkan=20 adanya gangguan pertumbuhan dan imunitas tikus setelah diberi makan = kentang=20 transgenik yang mengandung <I>snow drop lectin</B></I><FONT face=3Darial = size=3D2>=20 (gen ketahanan terhadap serangga). Abaikan saja bahwa terdapat segudang = kritik=20 terhadap dua penelitian tersebut. Tapi dua fakta berikut tidak mungkin=20 diabaikan, yaitu (1) bahwa esensi kedua penelitian itu tidak menjadi=20 penanda-umum setiap produk transgenik dan (2) kedua produk dalam = penelitian di=20 atas, kemudian tidak pernah lolos-uji yang menyebabkannya tidak boleh = dikonsumsi=20 dan dipasarkan secara komersial.***</FONT>=20 </FONT></FONT></P></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT= ></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></FONT></= FONT></FONT></DIV></BODY></HTML> ------=_NextPart_000_0008_01C01CA2.FAF035E0-- -- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
