Kaltim Post, Jumat 6 Oktober 2000

Soal Debu Gunung Api Jepang
�Tergantung Muatan yang Dibawa dan Tanah Kaltim"

Samarinda, Kaltim Post

Inilah komentar dua pakar, masingmasing Ir. Dahlan Belgas, geolog asal
Fakultas Pertambangan Unmul dan Prof. Ir.Ratna Santi MSc., dosen llmuilmu
pertanian diberbagai pergaruan tinggi di Kaltim soal debu yang berasal dari
letusan gunung berapi asal Jepang yang akan diimpor oleh Pemkab Kutai Timur.

Menurut Dahlan, jika ditinjau dari segi geologis, pada prinsipnya
debu/pasir yang berasal dari muntahan sebuah gunung berapi relatif akan
menyuburkan tanah. Khusus untuk debu asal gunung api Jepang, menurutnya
bukan tidak mungkin hal itu bermanfaat bagi lahan pertanian di Kaltim,
khususnya di Kutai Timur.

Dalam penjelasannya, Dahlan mengungkapkan, pada prisipnya tanahtanah di
Kaltim tergolong miskin unsur hara dan cenderung asam.Tanah yang demikian
bisa direkayasa menjadi subur jika disuntik dengan muatan luar yang membawa
unsur basa. Unsur inilah yang bisa dibawa oleh letusan sebuah gunung api.

Apakah gunung api Jepang membawa unsur basa? Dahlan menyebut, jika dilihat
dari letaknya geografisnya, gunung api Jepang tidak termasuk pembawa unsur
basa maupun asam secara total. Karena gunung api Jepang tergolong gunung
api intermedit,atau berada diantara dua kategori tadi.

Lantas, apa pengaruhnya terhadap lahan pertanian di Kaltim? Menurut Dahlan,
secara teori,  bisa saja debu itu menyuburkan. "Tergantung muatan yang
dibawanya Kalau ceaderung basa mungkin bisa. Tapi kalau asam, tunggu dulu,"
ungkapnya. Dia mengisyaratkan hal itu mesti melewati uji laboratorium dulu.

Tetapi jika memperhatikan apa yang sudah diperbuat Bupati Awang Faroek,
Dahlan mengatakan, besar kemungkinan debu itu tergolong jenis yang bisa
menyuburkan lahan pertanian. "Saya kira Bupati Awang pastilah sudah
memikirkan hal tersebut. Apalagi dia 'kan pernah di Bapedalda" ujar Dahlan.
Secara terpisah, Ratna mengungkapkan hal senada dengan Dahlan. Wanita yang
baru memperoleh gelar guru besar ini menyatakan, letusanan gunung api
biasanya memang membawa unsurunsur yang dapat menyuburkan tanah. Misalnya
unsur besi (Ferum), Unsurunsur debu letusan gunung api secara kimia dapat
mengikat unsur karbondioksida dan melepaskan keudara. Dalam bahasa
sederhana dia mencontohkan, ladang berpindah yang terlebih dahulu membakar
lahan yang akan digarap secara tidak langsung biasanya memakai
prinsipprinsip ini. (ms)





## FREE DOMAIN [.COM|.NET|.ORG *] >> http://www.indoglobal.com << ##
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke