Kompas 1 November 2000 "Enclave" 16:086 Warga di Kawasan TN Kutai Kutai Timur, Departemen Pertanian dan Kehutanan (Deptanhut) menyetujui usulan Pemda Kutai Timur dan Pemda Kalimantan Timur untuk melakukan enclave (kantung permukiman) bagi 3.343 kepala keluarga (KK) atau 16.086 jiwa yang bermukim di kawasan Taman Nasional (TN) Kutai, Kabupaten Kutai Timur. Deptanhut juga menyediakan dana lebih dari Rp 300 juta untuk tahap penetapan tata batas. Kegiatan ini diperkirakan selesai akhir 2000. Hal ini dikemukakan Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak dan Direktur Perlindungan Hutan dan Perkebunan Ditjen Perlindungan Konservasi Alam Heru Basuki Sukiran, pada lokakarya Masalah dan Strategi Pengelolaan TN Kutai Menuju Kelestarian, di kompleks Pertamina Sangkima, Kutai Timur, Selasa (31/10). Bupati Awang Faroek Ishak menegaskan, TN Kutai perlu dipertahankan kelestariannya. Tetapi, sebagai kepala daerah ia juga harus memikirkan bagaimana menyelamatkan 16.000 jiwa yang bermukim pada empat desa di dalamnya. Keempat desa definitif itu adalah Sangatta Lama, Sangkima, Telukpandan dan Singagaweh. Wilayah permukiman ini terutama berada di sepanjang jalan BontangSangatta sepanjang 65 km (jalan trans Kalimantan). Selain itu masih ada permukiman warga di tiga desa, yakni Desa Kanimbungan, Sidrap, dan Kandolo. Kawasan yang berada di wilayah timur TN Kutai ini sebagian besar menjadi areal pertanian, perkebunan, dan perikanan. Di kawasan ini juga ada kompleks Pertamina wilayah Kalimantan unit Eksplorasi dengan berbagai fasilitas, di antaranya lapangan golf, pelabuhan laut, perumahan karyawan dan kantor perusahaan, pelabuhan udara dan kawasan wisata Teluk Lombok, serta Pusat Pelatihan Pertanian PT KPC. Permasalahan yang ada sekarang adalah soal perambahan kawasan dan pencurian kayu di sepanjang jalan BontangSangatta yang semakin menjadi jadi. "Untuk menyelamatkan kawasan ini maka kita upayakan enclave dan program penetapan tata batas desadesa. Kegiatan ini harus melihatkan semua pihak, dan menindak tegas para spekulan tanah," tutur Bupati. Hal senada juga diungkapkan Direktur Perlindungan Hutan dan Perkebunan, Heru Basuki Sukiran. Menurut dia, Deptanhut sudah menyetujui enclave itu. Bahkan, dananya pun telah disediakan, lebih dari 300 juta. Dalam kesempatan itu, Kepala Balai TN Kutai Tonny Suhartono memaparkan, jika Pemda Kutai Timur juga menghendaki taman ini dikelola secara otonom, pihaknya mempersilakan untuk diusulkan kepada pemerintah pusat. Jika peraturan yang ada tidak memungkinkan, setidaknya TN Kutai menjadi pilot project yang dikelola secara otonom. (ful) >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
