Suara Kaltim, 2 November 2000 Empat Desa di TNK Harus Punya Tapal Batas Jelas SANGATTA: Empat desa yang masuk kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) di Kutai Timur, diharapkan memiliki tapal batas yang jelas. Demikian antara lain terlontar pada lokakarya tentang TNK di Sangatta, Selasa (31/10). Sedangkan masyarakat yang membuka lahan diluar 4 desa: Teluk Pandan, Sangkima, Sangatta Selatan dan Singa Geweh, diminta bergabung ke desa definitif tersebut. "Pilihan lain mereka di luar 4 desa bersedia ditransmigrasikan ke daerah jalur sepanjang Sangatta Muara Wahau. Silakan membuka lahan perkebunan di sana. Yang jelas kita ingin menyelamatkan TNK juga menyelamatklan masyarakat", kata Plh Bupati Drs H Awang Faroek ishak. Mengenai warga 4 desa berjumlah 16 ribu jiwa, tak mungkin dipindahkan lagi, karena sudah definitif. "Kalau TNK tidak mungkin dihapuskan, mohon kepada pemerintah pusat, agar desa definitif itu diberikan tapal batas yang jelas, sehingga warga tidak diuberuber seperti sekarang", lanjutnya. Menteri Muda Kehutanan diwakili Ir Heru Basuki, mengatakan keberadaan TNK harus tetap dipertahankan meskipun banyak warga yang menghuninya. Departemen Kehutanan menurutnya menyediakan dana pembuatan tapal batas (enclave) untuk TNK. "Dengan demikian diharapkan Pemkab Kutai Timur dapat memperhatikan TNK dan desadesa yang ada, jangan lagi menambah serta merusak kawasan TNK", kata Heru yang juga mantan Kakanwil Kehutanan Kaltim. Kepala TNK Dr Tony Suhartono banyak memberikan pandangan dan contoh lokasi tamantaman nasional di tanah air. Ia mengakui kendala yang dihadapainya selama ini, yakni warga yang tidak bisa dikendalikan. "Kami sering menemui masyarakat membawa mandau ke hutan dengan alasan demi kepentingan perut keluarga. Jumlah petugas pun minim, tak mampu mengendalikan warga", paparnya. jh >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
