Teman-teman aktivis Satu kasus menimpa Saya (Sesep Zainuddin) Ketua Yayasan Cassia Lestari Pontianak. Kronologis Kamis, 9 November 2000 Kurang lebih pukul 13.00 wib, saya pulang dari Unit KSDA Kalbar di Jl. Abdurahman Saleh dan singgah di NRM/EPIQ. Sewaktu memasuki Jl. Abdurahman Saleh I, terlihat di Jl. Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat iring-iringan mahasiswa yang sedang berdemo... dan menurut informasi yang diterima akan ke DPRD untuk menyatakan aksi damai menuntut diturunkannya Gubernur Kalbar H. Aspar Aswin. Dari NRM/EPIQ, Saya melanjutkan perjalanan dengan tujuan Kampus Pertanian, Universitas Tanjungpura. Tampak Jalan sudah diblokir oleh mahasiswa yang sudah tampak emosional, yang konon kabarnya memuncaknya emosi mahasiswa ini dipicu oleh di "ambil"nya beberapa teman mereka oleh PHH dan beberapa Petugas dari PEMDA. Begitu melintas satu mobil Dinas berplat Merah yang ditumpangi oleh dua orang (Satu Pegawai Kantor Pajak, dan Satu Lagi seorang Petugas Polisi berpangkat Letnan Kolonel) yang baru habis melaksanakan penyuluhan Hukum Perpajakan. Mobil ini kemudian di tahan oleh Mahasiswa, dan kedua orang tersebut digebuki, si Pegawai Kantor Pajak kemudian diamankan oleh teman-teman Mahasiswa Kehutanan yang tidak terlibat sama sekali dengan Aksi demo tersebut. Sedangkan si Petugas Polisi di "sandera" oleh mahasiswa yang beraksi demo di Rektorat Universitas Tanjungpura. Karena jalan yang menuju bundaran UNTAN macet hampir seluruh kendaran mengambil jalan kembali, hanya tinggal saya yang mengendarai mobil kijang dan bus sekolah gembala baik yang meneruskan perjalanan,.. saya sempat diinterogasi oleh Mahasiswa pendemo tapi saya katakan bahwa saya seorang aktivis LSM yang mempunyai urusan di Kampus Pertanian.. sehingga teman-teman mahasiswa mengijinkan saya untuk masuk wilayah kampus. Rencana untuk menemui Bapak Ir. Bachrun Nurdjali (Ketua Juruan Kehutanan) di kampus pertanian batal, karena beliau sudah pulang. Mobil saya yang awalnya diparkir didepan Camp Sylva, kemudian dipindahkan kelapangan parkir Kampus Pertanian yang jaraknya kira-kira 100 meter dari Jalan Umum Jend. Ahmad Yani. Karena keadaan terlihat semakin memanas dengan hadirnya PHH dan Pasukan Brimob. Cuma yang cukup diherankan adalah bahwa PHH dan Brimob yang hadir Kok justru pasukan droping dari Jakarta, yang sebenarnya mempunyai tugas untuk mengamankan kerusuhan antar etnis yang terjadi di Kalbar beberapa waktu yang lalu. Kemalangan pertama yang saya alami adalah ketika terlihat seorang mahasiswi yang akan memasuki wilayah kampus dari bundaran UNTAN yang saat itu sudah dikuasai PHH. Saat mahasiswi yang mengendarai sepeda motor tersebut melintas tanpa ba..bi..bu .. sepeda motor tersebut langsung ditendang olehPHH.hingga terpelanting dari motornya, selanjutnya mahasiswi tersebut dipukuli beramai-ramai seperti seekor anjing. Padahal saya yakin mahasiswi tersebut datang kekampus untuk mengikuti MID TEST yang sedang dilaksanakan dan tidak tahu-menahu dengan segala persoalan aksi demo tersebut. Melihat keganasan tersebut, saya langsung mendatangi 2 orang yang saya yakini sebagai "Komandan" pengambil Keputusan, melihat dari pangkatnya yang satu KOLONEL dan satu lagi LETNAN KOLONEL. Kepada dua Petinggi ini saya memohon agar mahasiswa yang memang datang kekampus untuk mengikuti mid test dapat diamankan.Namun dengan arogannya malah kedua Petinggi tersebut tidak mau tahu dan berdebat dengan saya. Melihat perdebatan ini Prajurit PHH mendatangi saya dan langsung memukuli saya, yang ironis justru pemukulan ini dilakukan didepan "Sang Petinggi" yang justru kelihatan tidak memiliki niat untuk menghentikannya. Bayangkan...! Saya akhirnya diamankan oleh beberapa petugas berpakaian Preman dan dijauhkan dari PHH setelah mengalami cedera. Setelah kejadian pertama ini kemudian saya berkumpul dengan Mahasiswa Kehutanan di CAMP SYLVA, dan mengobati beberapa cedera yang saya alami. Namun saya tidak tahu secara pasti kenapa akhirnya petugas PHH kemudian mendesak dan menembaki mahasiswa yang sudah berada dalam lingkungan kampus. Aksi itu dilanjutkan dengan mengejar sambil menembaki mahasiswa pendemo memasuki lingkungan Kampus Pertanian, merangsek mahasiswa yang sedang MID TEST didalam kelas, mahasiswa dipukuli, dosen di todong dengan moncong M-16, mulai kantin hingga mushola di satroni, dan beberapa mahasiswa yang sampai saat ini di identifikasi menjadi korban adalah, 3 korban tembak (2 mahasiswa, 1 tidak teridentifikasi dengan jelas), kurang lebih 200 sepeda motor dirusak,1 Mobil (milik saya) dihacurkan seluruh kaca dengan popor senapan dan beberapa tembakan. 5 mahasiswa Kehutanan (3 cewek, 2 cowok) di "ambil" dari dalam kelas sewaktu mengikuti mid test dan digebuki di Jl. Sepakat, padahal salah seorang mahasiswi tersebut baru sembuh dari sakit, ruangan kuliah yang bolong-bolong oleh peluru yang dilepaskan oleh PHH.. Setelah penyerbuan dan pembantaian yang dilakukan hadir beberapa anggota Komnas HAM daerah, saya kemudian berdiskusi dengan mereka untuk menentukan langkah selanjutnya... dan hal prinsip yang disepakati adalah "MENUNTUT KAPOLDA" atas peristiwa yang terjadi. Pihak Petugas kemudian kembali mencari saya menjadi Negosiator antara PHH, Brimob dengan Mahasiswa. Namun permintaan ini oleh Saya dan Komnas HAM tolak mentah-mentah, karena seluruh kepercayaan terhadap pihak Aparat Keamanan sudah hilang sama sekali pada saat itu, dan ini betul-betul terlepas dari status saya sebagai korban langsung. Yang tertanam dalam diri saya saat ini adalah "Aparat Keamanan" adalah "Aparat Pembantai Keamanan dan Rasa Aman" yang bisa berbuat apa saja dan dimana saja apakah itu melanggar Hak-hak masyarakat, HAM, Otoritas Kampus, dan segalanya. Saat ini saya dalam kondisi bingung . . . apa yang harus diperbuat? Sudah cukup banyak perhatian dari teman-teman, mulai dari yang prihatin hingga yang emosional, dan mengajak untuk mengadakan balas dendam. Saya perlu masukan dari teman-teman semua. Bagaimana dan apa yang harus dilakukan? Sep'z, Cassia Lestari >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
