hmmm.....lebih parah lagi kalau IBSAP 1993 tidak di review dan dipelajari
kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat, untuk diperbaiki ke depan.

Retno Suratri
Protected Area Management Specialist
NRM/EPIQ
Ratu Plaza Building 17th Fl.
Jl. Jend. Sudirman 9, Jakarta 10270, Indonesia
Phone (62) 21 720 9596
Fax     (62) 21 720 4546
http://www.nrm.or.id


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On
Behalf Of Yossa Istiadi
Sent: Thursday, March 01, 2001 5:45 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; Harry Surjadi
Cc: Sudhiani Pratiwi
Subject: [lingkungan] Re: mengenai IBSAP


Apa kabarnya Mas Harry?

Terima kasih Mas Harry atas bantuannya. Ini sekaligus saya forward dalam
millis lingkungan. Ma'af saya sebenarnya bukan tidak ingin menanyakan
langsung ke Mba Dini (Bappenas), tapi ingin mengetahui sejauhmana
teman-teman di millis lingkungan mengetahui dan menyikapi IBSAP ini.

Namun saya pribadi, setelah mencari beberapa sumber informasi, bahwa proyek
ini sebenarnya tidak akan berbeda jauh dengan nasib IBSAP 1993, walaupun
menurut Mba Dini pengelolaannya telah ditangani secara multisektoral
approach  terutama dari komposisi dalam SC dan TC. Catatan saya adalah:
1. Proyek ini merupakan atas inisiasi WB terutama Whitten dan Cathy
Mackinnon, dan BUKAN inisiatif dari komposisi SC dan TC yang multisektoral
tersebut, sebagai perwujudan inisiatif bangsa Indonesia yang
bertanggungjawab terhadap sumber daya hayatinya sendiri. Begitu juga dengan
"kegagalan" IBSAP 1993, terkesan bahwa pemerintah tidak mempunyai
kesungguhan dalam implementasinya. Apakah ada jaminan bahwa multisectoral
approach dalam komposisi SC dan TC, juga akan terjadi multisectoral approach
dalam implementasinya?. Artinya selama action plan for biodiversity masih
merupakan "pesanan" pihak luar, kita sebenarnya tidak mempunyai kesungguhan
apa-apa. Coba dilihat lagi IBSAP 93 bahwa pemerintah hanya menanggung 20%
dari seluruh total anggaran, itupun sudah teralokasi pada
departemen-departemen teknis dalam anggaran rutin. 80% lagi berasal dari
donor. Jadi sebenarnya pemerintah tidak mempunyai kemauan sungguh-sungguh
untuk biodiversity conservation.

2.   Kelembagaan Bappenas dalam era otonomi daerah dan desentralisasi dewasa
ini sebenarnya tidak "populer" lagi, bahkan menurut sumber di Bappenas
sendiri tahun ini, lembaga ini akan dilikuidasi (katanya tinggal menunggu
tanda-tangan Gus Dur). Terlepas isu atau rumor tersebut, sebenarnya Bappenas
sudah tidak legitimate lagi, apalagi ditandai dengan IBSAP 1993 yang dinilai
banyak kalangan, bahwa implementasinya tidak seindah perencanaannya.

3. Proyek ini tetap tidak jelas visi dan obyektifitasnya, untuk itu perlu
adanya sosialisasi secara luas sebelum rekrutmen tersebut dilakukan,
sehingga lembaga manapun dan siapapun  personil yang akan menangani proyek
ini sudah mengerti betul gambaran umum, wacana dan momentum yang akan
dicapai.

Sekian dulu, terima kasih sekali lagi buat bantuannya.

Yossa Istiadi
  ----- Original Message -----
  From: Harry Surjadi
  To: Yossa Istiadi
  Cc: Sudhiani Pratiwi
  Sent: Thursday, March 01, 2001 1:49 AM
  Subject: mengenai IBSAP


  Yossa, saya diminta tolong untuk memforwarkan jawaban dari pertanyaan
mengenai IBSAP yang sempat terlontar melalui milis lingkungan. Mbak Dini
(Sudhiani Pratiwi, dari Bappenas) menunggu email Anda tapi tidak muncul.
Berikut ini informasi mengenai IBSAP.

  T: Apa kaitannya dengan Action Plan 1993? untuk revisi atau evaluasi?
  Akan berupa revisi dan evaluasi dokumen BAP 1993.

  T: Kenapa Bappenas langsung yang mengelola?
  Bappenas dianggap sebagai lembaga pemerintah yang cross-sektoral sehingga
diharapkan mampu/bisa mengkoordinasi dan menampung aspirasi dari berbagai
lembaga/departemen/sektor terkait dengan kegiatan ini.

  T: Siapa steering committee-nya?
  Organisasi kegiatan ini ini terdiri dari Steering (SC), Technical
Committee (TC)  dan Project Implementation Unit (PIU). SC dan TC terdiri
dari perwakilan pemerintah, LSM, dan Insitusi Pendidikan. Berikut list nama
lembaga pemerintah dan ornop dimaksud.

  Tim Pengarah  :
  Ketua : Deputi Bidang Regional dan Sumberdaya Alam, Bappenas
  Wakil Ketua : Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Hidup Global, Menteri
Negara Lingkungan Hidup
  Anggota :
  1. Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam, Dephut
  2. Direktur Jenderal Penyerasian Riset dan Eksplorasi Laut, Departemen
Kelautan dan Perikanan
  3. Deputi Menteri Bidang Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Menteri
Negara Lingkungan Hidup
  4. Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Bapedal
  5. Deputi Ilmu Pengetahuan Alam, LIPI
  6. Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI
  7. Direktur Eksekutif WWF Indonesia
  8. Direktur Eksekutif Nasional WALHI
  9. Country Coordinator International Marinelife Alliance  Indonesia
Program

  Tim Teknis :
  Ketua : Direktur Sumberdaya Alam dan Kelautan, Bappenas
  Wakil Ketua : Asisten Deputi Urusan Pengelolaan Ekosistem Daratan, Menteri
Negara Lingkungan Hidup
  Anggota :
  1. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Departemen Kehutanan
  2. Direktur Konservasi Kawasan, Departemen Kehutanan
  3. Direktur Riset dan Eksplorasi Sumberdaya Hayati, Departemen Kelautan
dan Perikanan
  4. Kepala Direktorat Pengendalian Kerusakan Keanekaragaman Hayati, Bapedal
  5. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi, LIPI
  6. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi, LIPI
  7. Direktur Program Yayasan KEHATI
  8. Direktur Wetland International - Indonesia Program
  9. Country Director Conservation International  Indonesia Program
  10. Direktur Birdlife International  Indonesia Program
  11. Direktur Flora Fauna International  Indonesia Program
  12. Ketua Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, IPB
  13. Kepala Direktorat Teknologi Bio Industri, BPPT
  14. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan,
Departemen Pertanian dan Perkebunan

  Dengan dilibatkannya beberapa LSM dan institusi pendidikan dalam
keanggotaan SC
  dan TC diharapkan proses dan produk IBSAP akan "real" bottom up.

  Demikian kang Harry, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatian
dan
  bantuannya.

  Dini

  -------

  Salam,
  Harry Surjadi




----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke