Sekapur Sirih

Kelompok Advokasi Riau (KAR) lahir dari diskusi
diskusi antara NGO dengan mahasiswa yang merasa peduli
terhadap permasalahan lingkungan yang ada di Riau pada
awal Maret 2001
KAR diharapkan menjadi sesuatu yang dapat diterima
oleh semua komponen yang mempunyai kepedulian  tampa
harus membawa nama lembaga manapun sehingga keberadaan
KAR akan tetap di pertahankan sebagai kelompok diskusi
yang sekaligus mensikapi kondisi lingkungan diriau
dengan melakukan aksi nyata
KAR merupakan tempat yang sangat cair untuk orang bisa
datang dan pergi
Untuk mendapatkan dana KAR mencoba menggalang
kekuatannya dari masyarakat dan tidak menutup
kemungkinan dari lembaga lembaga independen yang tidak
mengikat
Diharapkan dengan ini msyarakat merasa berperan dalam
bersama sama memperjuangkan lingkungannya sehingga
didapatkannya ikatan emosional masyarakat terhadap KAR
itu sendiri 
Dalam menggalang dana KAR dengan ketat mengawasi diri
dengan menggunakan
 4 rambu � rambu yaitu:
1.      KAR tidak dibenarkan memakai dana pemerintah
2.      KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
dianggap bermasalah dengan lingkungan
3.      KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
dianggap bermasalah dengan masyarakat
4.      KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
dianggap memakai dana hutang luar negeri 

Demikianlah KAR lahir, sekarang dan kedepan nantinya.
Semoga KAR dapat memberikan peran dan warna untuk
penyelamatan lingkungan


Salam
KAR


Proposal........

Salam,

Konflik lingkungan yang marak di Riau dalam satu
dekade belakangan ini membuat hati menjadi miris.
Mungkinkah semua sumberdaya alam yang tersedia di bumi
Riau ini bisa kita wariskan kepada anak cucu kita
kelak?. Sampai sejauh mana keterlibatan kita dalam
menyelamatkan sumberdaya alam yang tersedia tersebut
bisa kita lakukan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas mau tidak mau
harus kita jawab apabila kita tidak ingin suatu saat
nanti terbangun dipagi hari ditengah padang pasir.

Berdasatkan kekhawatiran yang muncul dalam menyikapi
kerusakan demi kerusakan yang terjadi selama ini,
Kelompok Advokasi Riau berusaha mengambil sikap
sekaligus merencanakan tindakan aksi untuk meniadakan,
minimal mengurangi kerusakan yang terjadi.

Berdasarkan hal itu pula, kami  ingin mengetuk hati
dan rasa terhadap lingkungan yang Bapak/ibu miliki
untuk mau menyumbangkan sedikit yang Bapak miliki agar
upaya penyelamatan sumberdaya alam Riau bisa
dilakukan.

Demikian kami sampaikan dan terima kasih.

                                                      
                                     Pekanbaru,20
Maret 2001
Kelompok Advokasi Riau
Koordinator


Ahmad Fadillah
Nb.
1.      Proposal ini dijalankan kepada individu dan tidak
untuk instansi swasta dan pemerintah
2.      Bagi donatur yang mempunyai E-mail untuk dapat
memberikan alamat Emailnya dalam rangka memudahkan
kami memberi laporan pertanggungjawaban setiap
kegiatan secara berkala setiap bulannya
3.      Bagi donatur yang tidak memiliki Email  untuk dapat
memberi alamat lengkap  karena kami akan mencoba
memberi laporan per semester atau triwulan secara
langsung atau melalui media massa disesuaikan dengan
kemampuan yang di miliki oleh KAR
INVESTIGASI KASUS LINGKUNGAN
SUAKAMARGASATWA DANAU PULAU BESAR
DAN DANAU BAWAH ZAMRUD SIAK




I.      Latar Belakang

Riau akan kehilangan 2766 ha cadangan hutannya! Hal
ini bukan muncul tanpa sebab. Adanya campur tangan
manusia dalam Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan
Danau Bawah memungkinkan untuk kehawatiran seperti
tersebut diatas.

Suaka Margasatwa Danau besar dan Danau bawah memiliki
kenekaragaman hayati yang perlu mendapat perhatian
lebih serius terhadap  kelestariannya didalam kawasan
ini terdapat 14 spesies flora dan fauna yang
dilindungi oleh undang-undang. Maraknya kegiatan
penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat akibat
krisis ekonomi yang melanda negeri ini semenjak 4
tahun belakangan ini, penebangan yang dilakukan oleh 
masyarakat didukung oleh pengusaha yang hanya mecari
keuntung pribadi yang mengakibatkan  kondisi Suaka
Margasatwa ini berada pada tahap yang cukup
menyedihkan. Diperkirakan ada lebih dari 100 ton kayu
hasil penebangan liar yang keluar setiap harinya dari
kawasan hutan tersebut. Ini belum lagi kalau kita
menghitung kerugian yang ditimbulkan dari aktiovitas
penebangan oleh beberapa perusahaan pulp dan kertas
yang beroperasi di kawasan penyangga SM tersebut
dibagian timur. 

Kerusakan tersebut baru pada tegakan pohon yang ada.
Sedangkan pada danau yang dikelilingin oleh hutan
lindung tersebut saat ini mengalami  pencemaran akibat
adanya kebocoran pipa Caltex yang berada di dasar
danau dimaksud.  Bahkan kebocoran ini bisa dilihat
dengan mata telanjang seandainya kita menyusuri danau
tersebut dengan sampan. Keberadaan pipa itu sendiri
juga ikut berperan dalam meningkatkan suhu air danau,
dimana beberapa spesies ikan, termasuk arwana
didalamnya, yang tidak terbiasa hidup dalam suhu yang
lumayan tinggi tersebut diperkirakan ikut musnah. 

Kegiatan pengrusakan terhadap hutan di derah Riau pada
saat ini sudah mencapai pada tingkat yang sangat
menghawatirkan baik itu dikawasan konserfasi apalagi
dikawasan  konsesi yang diperuntukan kepada HPH yang
memang meraka pemegang hak adalah mereka yang
semata-mata mencari keuntungan. Hal ini dapat
dibuktikan kawasan linduk Bukit Batabuh yang sudah
gundul  tanpa adanya keberdayaan pihak Kehutanan untuk
berbuat dalam menyelamatkan kawasan ini sebagai
lembaga yang memang betugas untuk hal ini, satu lagi
kabar terbaru bahwa kawasan Lindung Mahato yang sudah
akan dibagi-bagi kapada koperasi dan pengrusakan hutan
juga terjadi kawasan Lindung lain di Riau seperti HL
Zamrut. Akan kah halini kita biarkan terus berlangsung
sampai semua Hutan dinegeri ini habis sehingga anak
cucu kita akan terbangun pagi hari di hamparan padang
pasir Riau yang tandus ?

II.     Maksud dan Tujan

Maksud

Untuk melihat dan mebuktikan kegiatan pengrusakan
kawasan konservasi  akibat adanya beberapa kegiatan
didalam kawasan maka diperlukan pembuktian dilapangan
secara langsung sehingga didapat data-data yang tidak
terbantah dalam usaha penyelamtan kawasan konservasi
Zamrut.

Tujuan
-       untuk membuktikan adanya kegiatan penebangan secar a
ilegal oleh masyarakat atau perusahaan
-       membuktikan adanya pencemaran oleh kegiatan
penambangan PT. Caltex
-       Membuktikan adanya penambahan areal konseasi HTI
kedalam kawasan konservasai
-       Adanya perburuan satwa yang dilindungi oleh
masyarakat di dalam kawasan konserfasi.
III.    Dampak yang diharapkan
-       Adanya bukti dan data-data tentang kerusakan kawasan
konservasi Zamrut yang akan menjadi dasar gerakan
dalam rangka penyelamatan kawasan konservasi Zamrut.

IV.     Indikator keberhasialan
-       Adanya data berupa foto kegiatan yang ada di dalam
areal konservasi
-       Adanya data berupa rekaman wawancara dengan
masyarakat
-       Adanya dokumen tertulius tentang kawasan dan
perusahaan yang ada didalam dan sekitar kawasa
konservasi
-       Adanya kordinat lokasi kegiatan pengrukan kawasan
konservasi
-       Terbentuknya tim advokasi khusus penyelamatan
konservasi zamrut

V.      Keberlanjutan kegiatan

Bukti dan data-data yang diperoleh dari hasil
investigasi awal ini akan pengrusakan terhadap kawasan
konservasi ini akan dilakukan kampanye agar
pengrusakan kawasan ini dihentikan dan menuntut secara
hukum pelaku pengrusakan.

VI.     Pelaksana Kegiatan

Kegiatan survey dan investigasi ini dilakukan oleh
KELOMPOK ADVOKASI RIAU
Adapun kelompok ini terdiri dari : 
�       Mahasiswa Pencinta Alam di Riau
�       Yayasan hakiki
�       Yayasan elang
�        Kaliptra

Alamat:
Jl. Beringin No 53 c Gobah Pekanbaru
Telp. 0761-26514
E-mail : [EMAIL PROTECTED]


VII.    Budget kegiatan
NO      Rincian Jumlah satuan (Rp)
1       Film + batrey + cuci cetak      200.000
2       Batrey GPS      126.000
3       Batrey tape 10 Pasang      60.000
4       Transport       200.000
5       Logistik 63 hari        3.600.000
        TOTAL   4.636.000
Nb. Anggaran ini di susun hanya untuk investigasi
lapangan. Kegiatan KAR akan terus berlanjut dan kami
akan terus menggalang dana dari masyarakat yang peduli
kepada lingkungan.

VIII.   Penutup
Demikianlah proposal ini kami buat dan kami sampaikan.
Terimak kasih atas perhatiannya dan tentu saja
penghargaan setinggi tingginya untuk apa yang telah
dan akan kita perbuat.


Pekanbaru, 13 Maret 2001
Koordinator


                                                      
                                           Ahmad
Fadillah


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail. 
http://personal.mail.yahoo.com/


----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke