Dengan hormat,
Selamat atas terbentuknya institusi KAR ini, semoga anda dapat melakukan
apa yang menjadi misi dan misi anda secara konsisten.
Banyak rekan-rekan lain yang sudah mulai untuk perduli dengan lingkungan
yang ada disekitar RIAU, khususnya sumber daya alam (hutan ds.). Jalinlah
kontak secara mutual dengan merekan tanpa harus pretensi negatif.
Selamat sekali lagi.
D. Purwanto
Yayasan Ekowisata Halimun
At 09:01 PM 4/4/01 -0700, you wrote:
>Sekapur Sirih
>
>Kelompok Advokasi Riau (KAR) lahir dari diskusi
>diskusi antara NGO dengan mahasiswa yang merasa peduli
>terhadap permasalahan lingkungan yang ada di Riau pada
>awal Maret 2001
>KAR diharapkan menjadi sesuatu yang dapat diterima
>oleh semua komponen yang mempunyai kepedulian tampa
>harus membawa nama lembaga manapun sehingga keberadaan
>KAR akan tetap di pertahankan sebagai kelompok diskusi
>yang sekaligus mensikapi kondisi lingkungan diriau
>dengan melakukan aksi nyata
>KAR merupakan tempat yang sangat cair untuk orang bisa
>datang dan pergi
>Untuk mendapatkan dana KAR mencoba menggalang
>kekuatannya dari masyarakat dan tidak menutup
>kemungkinan dari lembaga lembaga independen yang tidak
>mengikat
>Diharapkan dengan ini msyarakat merasa berperan dalam
>bersama sama memperjuangkan lingkungannya sehingga
>didapatkannya ikatan emosional masyarakat terhadap KAR
>itu sendiri
>Dalam menggalang dana KAR dengan ketat mengawasi diri
>dengan menggunakan
> 4 rambu � rambu yaitu:
>1. KAR tidak dibenarkan memakai dana pemerintah
>2. KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
>dianggap bermasalah dengan lingkungan
>3. KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
>dianggap bermasalah dengan masyarakat
>4. KAR tidak dibenarkan memakai dana perusahaan yang
>dianggap memakai dana hutang luar negeri
>
>Demikianlah KAR lahir, sekarang dan kedepan nantinya.
>Semoga KAR dapat memberikan peran dan warna untuk
>penyelamatan lingkungan
>
>
>Salam
>KAR
>
>
>Proposal........
>
>Salam,
>
>Konflik lingkungan yang marak di Riau dalam satu
>dekade belakangan ini membuat hati menjadi miris.
>Mungkinkah semua sumberdaya alam yang tersedia di bumi
>Riau ini bisa kita wariskan kepada anak cucu kita
>kelak?. Sampai sejauh mana keterlibatan kita dalam
>menyelamatkan sumberdaya alam yang tersedia tersebut
>bisa kita lakukan?
>
>Pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas mau tidak mau
>harus kita jawab apabila kita tidak ingin suatu saat
>nanti terbangun dipagi hari ditengah padang pasir.
>
>Berdasatkan kekhawatiran yang muncul dalam menyikapi
>kerusakan demi kerusakan yang terjadi selama ini,
>Kelompok Advokasi Riau berusaha mengambil sikap
>sekaligus merencanakan tindakan aksi untuk meniadakan,
>minimal mengurangi kerusakan yang terjadi.
>
>Berdasarkan hal itu pula, kami ingin mengetuk hati
>dan rasa terhadap lingkungan yang Bapak/ibu miliki
>untuk mau menyumbangkan sedikit yang Bapak miliki agar
>upaya penyelamatan sumberdaya alam Riau bisa
>dilakukan.
>
>Demikian kami sampaikan dan terima kasih.
>
>
> Pekanbaru,20
>Maret 2001
>Kelompok Advokasi Riau
>Koordinator
>
>
>Ahmad Fadillah
>Nb.
>1. Proposal ini dijalankan kepada individu dan tidak
>untuk instansi swasta dan pemerintah
>2. Bagi donatur yang mempunyai E-mail untuk dapat
>memberikan alamat Emailnya dalam rangka memudahkan
>kami memberi laporan pertanggungjawaban setiap
>kegiatan secara berkala setiap bulannya
>3. Bagi donatur yang tidak memiliki Email untuk dapat
>memberi alamat lengkap karena kami akan mencoba
>memberi laporan per semester atau triwulan secara
>langsung atau melalui media massa disesuaikan dengan
>kemampuan yang di miliki oleh KAR
>INVESTIGASI KASUS LINGKUNGAN
>SUAKAMARGASATWA DANAU PULAU BESAR
>DAN DANAU BAWAH ZAMRUD SIAK
>
>
>
>
>I. Latar Belakang
>
>Riau akan kehilangan 2766 ha cadangan hutannya! Hal
>ini bukan muncul tanpa sebab. Adanya campur tangan
>manusia dalam Suaka Margasatwa Danau Pulau Besar dan
>Danau Bawah memungkinkan untuk kehawatiran seperti
>tersebut diatas.
>
>Suaka Margasatwa Danau besar dan Danau bawah memiliki
>kenekaragaman hayati yang perlu mendapat perhatian
>lebih serius terhadap kelestariannya didalam kawasan
>ini terdapat 14 spesies flora dan fauna yang
>dilindungi oleh undang-undang. Maraknya kegiatan
>penebangan liar yang dilakukan oleh masyarakat akibat
>krisis ekonomi yang melanda negeri ini semenjak 4
>tahun belakangan ini, penebangan yang dilakukan oleh
>masyarakat didukung oleh pengusaha yang hanya mecari
>keuntung pribadi yang mengakibatkan kondisi Suaka
>Margasatwa ini berada pada tahap yang cukup
>menyedihkan. Diperkirakan ada lebih dari 100 ton kayu
>hasil penebangan liar yang keluar setiap harinya dari
>kawasan hutan tersebut. Ini belum lagi kalau kita
>menghitung kerugian yang ditimbulkan dari aktiovitas
>penebangan oleh beberapa perusahaan pulp dan kertas
>yang beroperasi di kawasan penyangga SM tersebut
>dibagian timur.
>
>Kerusakan tersebut baru pada tegakan pohon yang ada.
>Sedangkan pada danau yang dikelilingin oleh hutan
>lindung tersebut saat ini mengalami pencemaran akibat
>adanya kebocoran pipa Caltex yang berada di dasar
>danau dimaksud. Bahkan kebocoran ini bisa dilihat
>dengan mata telanjang seandainya kita menyusuri danau
>tersebut dengan sampan. Keberadaan pipa itu sendiri
>juga ikut berperan dalam meningkatkan suhu air danau,
>dimana beberapa spesies ikan, termasuk arwana
>didalamnya, yang tidak terbiasa hidup dalam suhu yang
>lumayan tinggi tersebut diperkirakan ikut musnah.
>
>Kegiatan pengrusakan terhadap hutan di derah Riau pada
>saat ini sudah mencapai pada tingkat yang sangat
>menghawatirkan baik itu dikawasan konserfasi apalagi
>dikawasan konsesi yang diperuntukan kepada HPH yang
>memang meraka pemegang hak adalah mereka yang
>semata-mata mencari keuntungan. Hal ini dapat
>dibuktikan kawasan linduk Bukit Batabuh yang sudah
>gundul tanpa adanya keberdayaan pihak Kehutanan untuk
>berbuat dalam menyelamatkan kawasan ini sebagai
>lembaga yang memang betugas untuk hal ini, satu lagi
>kabar terbaru bahwa kawasan Lindung Mahato yang sudah
>akan dibagi-bagi kapada koperasi dan pengrusakan hutan
>juga terjadi kawasan Lindung lain di Riau seperti HL
>Zamrut. Akan kah halini kita biarkan terus berlangsung
>sampai semua Hutan dinegeri ini habis sehingga anak
>cucu kita akan terbangun pagi hari di hamparan padang
>pasir Riau yang tandus ?
>
>II. Maksud dan Tujan
>
>Maksud
>
>Untuk melihat dan mebuktikan kegiatan pengrusakan
>kawasan konservasi akibat adanya beberapa kegiatan
>didalam kawasan maka diperlukan pembuktian dilapangan
>secara langsung sehingga didapat data-data yang tidak
>terbantah dalam usaha penyelamtan kawasan konservasi
>Zamrut.
>
>Tujuan
>- untuk membuktikan adanya kegiatan penebangan secar a
>ilegal oleh masyarakat atau perusahaan
>- membuktikan adanya pencemaran oleh kegiatan
>penambangan PT. Caltex
>- Membuktikan adanya penambahan areal konseasi HTI
>kedalam kawasan konservasai
>- Adanya perburuan satwa yang dilindungi oleh
>masyarakat di dalam kawasan konserfasi.
>III. Dampak yang diharapkan
>- Adanya bukti dan data-data tentang kerusakan kawasan
>konservasi Zamrut yang akan menjadi dasar gerakan
>dalam rangka penyelamatan kawasan konservasi Zamrut.
>
>IV. Indikator keberhasialan
>- Adanya data berupa foto kegiatan yang ada di dalam
>areal konservasi
>- Adanya data berupa rekaman wawancara dengan
>masyarakat
>- Adanya dokumen tertulius tentang kawasan dan
>perusahaan yang ada didalam dan sekitar kawasa
>konservasi
>- Adanya kordinat lokasi kegiatan pengrukan kawasan
>konservasi
>- Terbentuknya tim advokasi khusus penyelamatan
>konservasi zamrut
>
>V. Keberlanjutan kegiatan
>
>Bukti dan data-data yang diperoleh dari hasil
>investigasi awal ini akan pengrusakan terhadap kawasan
>konservasi ini akan dilakukan kampanye agar
>pengrusakan kawasan ini dihentikan dan menuntut secara
>hukum pelaku pengrusakan.
>
>VI. Pelaksana Kegiatan
>
>Kegiatan survey dan investigasi ini dilakukan oleh
>KELOMPOK ADVOKASI RIAU
>Adapun kelompok ini terdiri dari :
>· Mahasiswa Pencinta Alam di Riau
>· Yayasan hakiki
>· Yayasan elang
>· Kaliptra
>
>Alamat:
>Jl. Beringin No 53 c Gobah Pekanbaru
>Telp. 0761-26514
>E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>VII. Budget kegiatan
>NO Rincian Jumlah satuan (Rp)
>1 Film + batrey + cuci cetak 200.000
>2 Batrey GPS 126.000
>3 Batrey tape 10 Pasang 60.000
>4 Transport 200.000
>5 Logistik 63 hari 3.600.000
> TOTAL 4.636.000
>Nb. Anggaran ini di susun hanya untuk investigasi
>lapangan. Kegiatan KAR akan terus berlanjut dan kami
>akan terus menggalang dana dari masyarakat yang peduli
>kepada lingkungan.
>
>VIII. Penutup
>Demikianlah proposal ini kami buat dan kami sampaikan.
>Terimak kasih atas perhatiannya dan tentu saja
>penghargaan setinggi tingginya untuk apa yang telah
>dan akan kita perbuat.
>
>
>Pekanbaru, 13 Maret 2001
>Koordinator
>
>
>
> Ahmad
>Fadillah
>
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
>http://personal.mail.yahoo.com/
>
>
>----
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
>
----
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/