Dear All, Berikut sedikit informasi tentang ramin: Nama lokal ramin biasanya dipergunakan untuk kelompok kayu yang diperdagangkan dari marga Gonystylus. Sampai saat ini marga Gonystylus telah dikenal sampai kira-kira 30 jenis dan diperkirakan masih akan bertambah dengan ditemukannya jenis-jenis baru. Penelitian yang dilakukan di hutan yang bukan kawasan lindung hutan dipterocarps campuran di Kalimantan Barat memperlihatkan hanya 5 pohon ramin (Gonystylus sp. 2 pohon dan G. brunnescens 3 pohon) per ha dan diamater terbesar hanya mencapai 14.6cm. Pada kawasan bukan lindung hutan kerangas Kalimantan Tengah, di dalam 2 petak penelitian seluas masing-masing 1ha hanya terdapat 10 pohon ramin (Gonystylus sp. 4 pohon, G. macrophyllus 5 pohon dan G. affinis 1 pohon) dan diamater terbesar hanya mencapai 22.3cm (Simbolon, unpublish data 1993-1999). Kawasan lindung gambut (Taman Nasional Tanjung Puting) Kalimantan Tengah yang diharapkan masih mempunyai populasi ramin yang baik, akan tetapi terbatas pada jenis tertentu. Pada petak penelitian seluas 1 ha di Taman Nasional tersebut (data 1998/1999) terdapat 27 pohon ramin (hanya satu jenis, yaitu: G. bancanus) dan 12 pohon di antaranya mempunyai diameter lebih dari 30cm dan yang terbesar mencapai 69.4cm (Simbolon, unpublish data). Akan tetapi akhir-akhir ini keberadaannya juga semakin terancam karena penebangan liar yang tidak terkendali telah juga masuk kawasan Taman Nasional ini, dan target utamanya adalah ramin. Mengingat semakin rawannya populasi jenis ini maka saya juga mendukung dimasukkannya jenis-jenis ramin yang terdapat di Indonesia dalam Appendix III CITES. Simbolon P3Biologi-LIPI Bogor ---- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
