He he he...
Pengen ikutan.

Kadang kadang, di dunia kerja, "freedom of choice" itu ada di tangan
boss (sang pengambil keputusan), bukan di tangan staff, apalagi calon
karyawan.
Lebih sial lagi, staff tidak bisa memaksa boss untuk melek Linux, walau
linux bisa menghemat biaya perusahaan.

Tambah rumit lagi, memberi kursus MS Word ke karyawan baru biasanya
dianggap lebih mudah daripada memberi kursus Linux untuk para boss.

Jadi, walau StarOffice bisa nge-save *.doc, tentu lebih baik pake
aplikasi *asli*nya.
(Btw, aku coba pindah-pindah MS-Office <--> staroffice, formatnya kadang
kacau :( )
Orang purchasing juga bingung, kapan harus beli MSOffice, kapan harus
beli StarOffice.

Tapi, aku pikir, kaloq jadi boss, kita mungkin juga bikin hal yang sama
...:(
(misalnya Linux jadi standar, he he he... )

Salam,

Adi Nugroho
Kerja di perusahaan yang jualan server preinstalled linux, tapi tetap
pake standar windows....:(

> -----Original Message-----
> From: B. 'Avatar' Avianto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Objektifitasnya justru di 'freedom of choice'... kalau dia sudah
> mantap pakai
> Linux kenapa tidak diserahkan pada dia untuk menentukan pilihannya?
> Atau memang dunia bekerja tidak mengenal 'freedom of choice"?
> 
> 

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke