On Tue, 19 Dec 2000, Bondan Muliawan wrote:

> 
> 
> >kalo toh misalnya di "setiap laboratorium universitas" itu ada alat alat
> >tersebut, produk apa yang sudah dihasilkan ? selain tumpukan laporan
> >praktikum ? :-)
> 
> Bukannya tumpukan laporan itu merupakan hasil dari proses
> pembelajaran....salah satu cara mahasiswa belajar ya lewat tumpukan laporan
> itu....hehehehheheh
> 
heheheh... ini sudah semakin jauh dari topik linux-aktivis..hihih 
tapi ndak popo lah

> dari situ mahasiswa akan mencoba untuk membuat produk...
> bukannya yang besar berawal dari yang kecil
> bukan begitu?

mestinya ya begitu..kudune ngono

tapi kebanyakan praktikum di sini lak cuman syarat. kalo mau ngerti bener,
ya jangan ngikuti jalur biasa, kudu pakai jalur khusus alias praktikum
sendiri. cuman resikonya ya ndak dapet alat itu.. apalagi kalau
si "pemilik alat" merasa lebih baik alatnya rusak nganggur daripada rusak
karena sering dipakai.. :-) apalagi kalo dipakainya diluar jam kantor,
alias jam 5 sore sampai jam 5 pagi :-). 

lha wong di beberapa sekolah setahu saya nginep di kampus itu nggak
boleh kok.. padahal nginepnya nginep kerja.. bukan nginep tidur..gimana
mau maju bangsa ini :-)

tapi itu problem spesifik indonesia.. kalo problem spesifik CNRG, ya
itu..kita ini mulai dengan PC XT pinjaman .. artinya modalnya bener bener
dengkul ... dan kita ngotot mau mandiri.. (alias kerja buat membiayai
hobi dan ideologi :-). mensubmit proposal riset ke lembaga pemberi dana 
itu tidak dianjurkan disini.. 

jadi ya kita baru mampu beli alat ukur seperti yang disebutkan
diatas (yang harganya muahal), kalo kita memang lagi ada rejeki..

nah, sampai sekarang rejekinya masih segitu gitunya.. belum cukup :-)


-adnan-
http://xxx.itb.ac.id/~adnan


----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke