Quoting Oskar Riandi, at Feb 9, 2001 :

> Sebetulnya sejuah mana ya suatu distro, misalnya RH, masih bisa disebut
> RH, kalau kasusnya seperti yang dikatakan Mas Detta, install awalnya saja
> RH terus dirombak habis?

Kalau saya perhatikan, perbedaan antar distro itu ada di :
1. System Management
   Ada yg menganut Unix SystemV (RedHat misalnya), dan BSD-Style
   (Slackware). Itu yang setahu saya. Ada yg bisa menjelaskan perbedaan
   diantaranya ?
2. Packages Management
   Misalnya kayak RPM (RedHat, Mandrake), dpkg (Debian), dan pkgtool
   (Slackware). Satu sama lain berbeda, tapi pada prinsipnya sama.
3. Tools (software bantu)
   Kalau di RH ada Linuxconf, SuSE ada YaST, Mandrake pakai DrakeConf,
   Slackware masih manual (ada tapi beberapa masih terpisah2), dsb.
4. Kernel
   Intinya memang kernel dari Linus, tapi beberapa distro sudah
   ditambahkan patch2 seperti RedHat atau Mandrake, tapi ada juga yang
   masih 'murni' seperti Slackware.
5. Packages by default
   Trustix Merdeka defaultnya pakai Postfix dan OpenSSH untuk mail dan
   telnet server. Tapi distro lain bisa saja berbeda. Paket dasar seperti
   gcc, bash, lynx, pine, dll. masih ada di beberapa distro.

Misalkan kita ambil dasarnya dari salah satu distro, lalu kelima point
diatas dimodifikasi/dirombak ulang, bukannya sudah lahir distro baru ?

Contoh, misal kita ambil Slackware (satu2nya distro yg saya bisa .. ;)
trus kelima point di atas dirombak total :
1. Masih pakai BSD-Style, tapi beberapa konfigurasi sistem bisa diubah
   sana-sini, atau ditambah. Misalkan kayak file /etc/inittab yg aslinya
   (?) dari Miquel van Smoorenburg, tapi di Slack diedit habis2an sama
   Patrick J. Volkerding.
2. pkgtool dari Slackware masih kalah sama RPM. Misalkan bisa dibuat pakai
   RPM-minded, jadi waktu install paket rpm nggak perlu opsi '--nodeps
   --force', akan jadi lebih bagus. Tapi pkgtool tetap ada, untuk backward
   compatibility.
3. Slackware masih kurang di software bantu untuk management system. Entah
   ini disengaja atau enggak, yg pasti Slackware sedikit menyulitkan bagi
   pengguna pemula.
4. Kernel bisa saja pakai yg murni dari Linus, tapi, IME, kernel yg saya
   ambil dari ftp.kernel.org masih ada error u/ beberapa harddisk. Patch
   dari linux-ide bisa dimasukkan dan patch dari openwall.org juga bisa
   dipertimbangkan.
5. Paket seperti inetd bisa diganti dg xinetd, sendmail dg qmail, wu_ftp
   dg virtualftpd, bind dg djbdns, dsb. Tergantung dari tujuan distro itu
   sendiri.

Yah .. semua di atas baru ide, berdasarkan peryataan/saran dari Pak Made
di milis Pau-Mikro. Saya copy verbatim sebagian :

 "Oh ya sebagai tambahan.. kalau memang kita mau bikin Linux yang kita
  pakai murah dan legal ya bikin distro sendiri 8-)

  Ambil salah satu distro GPL, paketkan dg aplikasi GPL lainnya.

  Beres khan 8-)

  Seperti yang dilakukan uni-uni di sini..

  IMW"

Mohon masukan dari rekan2 sekalian ..

/.detta


----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke