Quoting fade2blac, at Feb 9, 2001 :
> darimana tahu kernel slackware masih murni? justru menurutku kernel slackware
> sudah di hack menjadi spesifik hardware. ada kernel untuk SCSI generic, SCSI
> Adaptec dll.
Mungkin saya salah, tapi (IME) saya belum pernah kesulitan compile kernel
dari ftp.kernel.org di Slack. Tapi kalau di RH, ada2 aja yg nggak beres.
Ditambah, kernel dari Slack masih kena masalah di beberapa harddisk IDE,
kecuali sudah di patch dari linux-ide (CONFIG_IDEDISK_MULTI_MODE).
Paling sip dibandingkan sih (diff ?) .. tapi blm sempet d/w kernel yg
lebih baru, > 2.2.16 .. 8)
> Makanya, konsistensi dalam pemaketan menempati urgensi paling tinggi.
Mungkin ini yg dimaksud dengan 'Yang paling sulit itu memaketkan' ?
> 1. Ambil satu distro yang stabil. Pelajari struktur dan pernak
> perniknya.
Sebenarnya saya masih bingung soal deskripsi dari 'distro yg stabil'.
Stabil disini itu dilihat dari System Management atau paket2 yg masuk
didalam distro itu sendiri ?
> 2. Kurangin paketnya hingga ke yang paling minim bisa jalan
Kalo dari Slackware, mungkin bisa saya mulai dari instalasi minim, paket
A, D, dan K.
> 3. Tambahin paket-paket built sendiri.
> 4. Bakar dan jual :)
Untuk permulaan jangan dulu mikir untuk didistribusikan/dijual dulu deh.
Yang penting untuk pribadi aja dulu, gimana caranya kita mengkustom suatu
distro sehingga benar2 pas buat kita. Lalu baru dipikirkan bagaimana
caranya misalkan suatu saat kita install ulang, tidak perlu memakan waktu
seharian untuk compile dan configure paket2 yg ada atau sistem di komputer
kita, alias tinggal enter aja .. 8)
Jadi kayak Linus dulu, just for fun (hobby). Syukur2 kalo ada yg seneng dg
style kita atau ada yg mau ikutan bantu .. 8)
Sudah saya baca catatan harian anda sekilas, tapi kelihatannya saya nggak
akan sampai 'sedasar' itu .. 8). Paling ya ini :
1. Install Slackware paling minim.
2. Struktur konfigurasi sistem (/etc/*) disederhanakan.
3. Buat beberapa default configuration di /etc/skel untuk beberapa
aplikasi dasar, jadi users nggak akan repot2 lagi buat config file.
4. Tambahkan beberapa paket untuk desktop. Jadi lebih ke Slackware for
Desktop gitu.
5. Yang paling sulit, buat installernya .. hehe.
Yang saat ini saya lakukan, masih berusaha 'memahami jalan pikiran Patrick
J. Volkerding', juga masih mempelajari struktur Slackware.
Slackware ini masih saya obrak-abrik biar benar2 pas dihati (ceilee..).
/.detta
(yang TODO listnya makin panjaaaang...)
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]