Dengan menghangatnya isu asosiasi pengusaha linux indonesia, muncul
beberapa komentar
dan tanggapan (japri) tentang apa dan bagaimana seharusnya KPLI
mengambil posisi.
KPLI disini adalah dalam context KPLI seluruhnya (Klub, Pungli, KPLI
Jkt, Klas, dst)
Bisa jadi ada KPLI yang memang sudah mulai merintis memasukkan dunia
bisnis di dalam
struktur organisasinya, ada yang tidak dsb. KPLI Jakarta sendiri saat
ini belum mengambil sikap.
Walaupun dalam beberapa rapat, isue tentang asosiasi bisnis ini sudah
dibicarakan cukup lama di
dalam intern organisasi, tapi belum menindaklanjuti lebih jauh karena
menyangkut AD/ART.
Dari milis-milis, ada yang menyebut-nyebut 'linux indonesia' yang secara
real belum ada, dst,
malah memanfaatkannya sekaligus.
Apakah sudah saatnya kita para KPLI-er bermusyawarah untuk membuat
'linux indonesia' yang benar-benar
ada dan membumi. Kalau ya mari kita ketemu, bermusyawarah agar dapat
membuat suatu gerakan-gerakan
atau kegiatan-kegiatan yang lebih menyatu dan terarah.
Saya pikir ini sangat penting mengingat semakin gencarnya pergerakan
'linuxisasi' di Indonesia.
Mohon tanggapan dan saran rekan-rekan semua, terimakasih.
--
Salam hangat,
=Toosa=
Send by Linux
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]