On Friday 02 November 2001 07:33 am, Rusmanto wrote: > Problem lain: > Ada beberapa vendor hardware (Printer, Scanner, dll) > di Indonesia yang belum (mau) siap memberi support utk Linux. > Padahal saya sudah tes dan beri tahu mereka, > bahwa hardware mereka jalan di Linux :-( > Mungkin karena SDM mereka belum siap? Atau nggak mau repot > dengan pengguna Linux yang masih sedikit? > Jadi (imho), komunitas (KPLI-KPLI) akan sangat dibutuhkan.
Seharusnya tidak terlalu mengandalkan KPLI, tapi perusahaan-perusahaan yang bergerak di Linux-lah yang berperan sebagai motor. Sebab ujungnya mereka juga yang untung. Pertimbangan lain, manajemen perusahaan lebih teratur dari pada KPLI yang cenderung voluntary. Jadi kalau menyusun planning antar perusahaan Linux secara bersama, otomatis KPLI terkatrol. KPLI bisa bergerak lebih cepat kalau perusahaan Linux mau dukung bersama. Dan dua-duanya untung. Jika linux ibarat kue, kuenya harus diperbesar dulu sebelum bisa dinikmati bareng-bareng. Kalau kita amati, berapa banyak perusahaan linux di Indonesia yang ada komitmen ke komunitas Linux? Atau jika pertanyaannya diganti, berapa banyak perusahaan yang memberi terhadap komunitas, dan berapa banyak perusahaan yang mengambil untung dari komunitas? > > Rus -- fade2bl.ac -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

