From: "fade2blac" <[EMAIL PROTECTED]> | Seharusnya tidak terlalu mengandalkan KPLI, tapi perusahaan-perusahaan yang | bergerak di Linux-lah yang berperan sebagai motor. Sebab ujungnya mereka juga | yang untung. Pertimbangan lain, manajemen perusahaan lebih teratur dari pada | KPLI yang cenderung voluntary. Jadi kalau menyusun planning antar perusahaan | Linux secara bersama, otomatis KPLI terkatrol. KPLI bisa bergerak lebih cepat | kalau perusahaan Linux mau dukung bersama. Dan dua-duanya untung.
Sepertinya saya setuju dgn usul ini, tapi bisa lebih diuraikan tidak, 3 kalimat terakhir itu yg belum saya ngerti. Terus mengenai komposisi anggota LUG, bisakah masing2 pengurus LUG yg ada di milis ini ngasih gambaran kasar ke saya? Berapa persen mahasiswa, profesional, hobbiest di LUG kota anda. Berapa persen Linux digunakan utk kerja, iseng, game, dll. Kalo kita bisa ngegabungin data ini, saya rasa kita bisa melangkah ke perancangan strategi berikutnya. | Jika linux ibarat kue, kuenya harus diperbesar dulu sebelum bisa dinikmati | bareng-bareng. Nah sekarang ada kesempatan nih...MS lagi galak. Itu katalis kuat utk memperbesar kue. Beda dgn mail saya sebelumnya, kue dalam hal ini adalah masyarakat yg sudah siap pakai Linux. | Kalau kita amati, berapa banyak perusahaan linux di Indonesia yang ada | komitmen ke komunitas Linux? Atau jika pertanyaannya diganti, berapa banyak | perusahaan yang memberi terhadap komunitas, dan berapa banyak perusahaan yang | mengambil untung dari komunitas? Mas, bentuk komitmen kan macem2. Susah ngukurnya. IBM aja yg ngaku komitmennya thd OpenSource sebesar 1.3 billion tahun 2001, masih agak sukar dirasakan oleh komunitas Linux Indonesia. Hanya segelintir perusahaan yg ngerasa. Saya sendiri masih bingung dgn kerja sama gimana yg paling proper antara LUG dgn perusahaan. ./tumpal -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

