On Sunday 10 March 2002 11:31, sapta g sebayang wrote: > Menurut saya nih, sepertinya linux engga mungkin lagi ditangani > oleh hobiest dan tanpa bantuan komersil, alasannya ; > 1. Linux sudah besar, dalam arti source dan listing programmnya, > jadi engga mungkin lagi ditangani oleh pemula, jadi butuh pro > fesionalis.
kebanyakan software dilinux tuh (menurutku yah) dikerjakan oleh orang - orang profesional di waktu luang seperti squid atau pun nonton vcdnya mdamt. > 2. Dana yang dibutuhkan untuk membayar para profesional itu sangat > besar dan dibutuhkan lisensi lain untuk linux, tidak sekedar > menyumbang, harus ada ikatan, Microsoft bisa terus membesar karena punya > dana yang besar besar sekali...jadi tanggung jawab yang berkerja disitu > ya besar ..besar juga (tidak seperti linux yang hanya diikat > komit dan GPL...dan nama baik) betul dana membuat pekerja lebih semangat asalkan tidak berfikir cuma untuk nguras dana tsb. Orang linux murni pengembang tidak ada unsur komersil. walau demikian linux masih lebih baik soal bug dari pada produk komersial. > 3. Kelak linux mungkin terbagi dua : Education (GPL) & komersil no comment (ndak bisa membayangkan) > 4. Saat ini linux sudah agak stagnan, sebelumnya atau > 10 tahun lewat memang bisa cepat berkembang dengan bantuan > programmer dari seluruh dunia. > seperti management di wilayah puncak hanya ada beberapa orang, > jadi sekarang linux sudah mau menuju puncak, dan dibutuhkan > yang betul-betul meluangkan waktunya untuk linux tidak sekedar hobbiest. mungkin sudah waktunya untuk programmer indonesia ikut nyumbang di linux. -- salam, arman -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

