Date sent: Wed, 30 Jul 2003 11:25:29 +0100 (BST)
From: Ardiansyah <ardian_khalifah @ yahoo.com>
> 
> Kalo pada membaca detik.com tgl 29 ada ungkapan
> menarik dari banyak konsumen yaitu mereka berharap
> bahwa cara paling efektif saat ini agar pembajakan
> berkurang drastis adalah dengan MENURUNKAN HARGA
> SOFTWARE LEGAL. 

ada beberapa permasalahan dengan usulan 
penurunan harga, a.l. :

* kalau harga di negara produsen lebih tinggi 
daripada di negara konsumen, akan dikenai sanksi 
dumping (cmiiw)

* expektasi penjual (tim marketing+pemegang 
saham) yang sudah merancang kenaikan penjualan 
software besar-besaran dengan memanfaatkan 
'ketakutan' pada sanksi uuhaki;
mungkin akan perlu direvisi lagi
so ... ada kerelaan nggak untuk sedikit memotong 
bonusnya :) ?

*  mungkin dengan pertimbangan pendapatan 
perkapita penduduk indonesia yang menukik turun;
siapa yang nantinya mendorong agar produsen 
software (baca : ms) mau menurunkan harga 
jualnya ? (halo-2 para korlap demo :))

> Karena sangat kita yakini bahwa daya
> beli masyarakat kita ini sangat lemah sekali. Bahkan
> di malaysia pemerintahnya berani menekan vendor agar
> menurunkan harga software legalnya, nah satu kata lagi
> PEMERINTAH, iya pemerintah yang meresmikan UU HAKI
> maka pemerintah pula dong yang harus memberikan solusi
> politik ekonomis kepada masyarakat agar bisa
> menerapkan UU tsb. Saya pernah bicara di milis ini
> bahwa memang UU HKI diterapkan berarti seluruh kantor
> pemerintah/pemda di seluruh nusantara ini harus
> menggunakan software asli, hasilnya berapa miliar
> dolar yg harus dikeluarkan oleh pemerintah kalo harus
> membelinya!, sebab jelas pemerintah juga harus memberi
> contoh dulu. Kadang saya bertanya dalam hati apa benar
> seluruh kantor Depkeh HAM RI baik di pusat maupun
> daerah program2 komputernya sudah menggunakan software
> legal? (udah belum pak Yusril?)

dalam hati saya juga bertanya - tanya
<G>

wassalam
sinung

note:
# seloka provinsi jawatimur : jer basuki mawa bea 
(like : no pain no gain)
kami sebagai rakyat indonesia menyadari bahwa 
tidak ada makan siang yang gratis; bikin 
software/buku (dan obyek haki lainnya) adalah 
memerlukan usaha yang nggak main-main

so... memang seharusnya kita membeli dan 
menghargai hak-cipta

# seloka departemen pendidikan : tut wuri 
handayani (like father like son)

so... wajar nggak kalau ketahuan depkehham 
(polri+kejaksaan) dan jaajran pemerintahan lainnya 
belum(atau tidak) membeli  lisensi; 
kemudian apakah kami sebagai rakyat indonesia 
yang bagi kami besar pasak dari pada tiang untuk 
membeli lisensinya pula ?


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke