Kalo pada membaca detik.com tgl 29 ada ungkapan menarik dari banyak konsumen yaitu mereka berharap bahwa cara paling efektif saat ini agar pembajakan berkurang drastis adalah dengan MENURUNKAN HARGA SOFTWARE LEGAL. Karena sangat kita yakini bahwa daya beli masyarakat kita ini sangat lemah sekali. Bahkan di malaysia pemerintahnya berani menekan vendor agar menurunkan harga software legalnya, nah satu kata lagi PEMERINTAH, iya pemerintah yang meresmikan UU HAKI maka pemerintah pula dong yang harus memberikan solusi politik ekonomis kepada masyarakat agar bisa menerapkan UU tsb. Saya pernah bicara di milis ini bahwa memang UU HKI diterapkan berarti seluruh kantor pemerintah/pemda di seluruh nusantara ini harus menggunakan software asli, hasilnya berapa miliar dolar yg harus dikeluarkan oleh pemerintah kalo harus membelinya!, sebab jelas pemerintah juga harus memberi contoh dulu. Kadang saya bertanya dalam hati apa benar seluruh kantor Depkeh HAM RI baik di pusat maupun daerah program2 komputernya sudah menggunakan software legal? (udah belum pak Yusril?) Teman2 aktivis Linux dan open source juga tidak akan menyia2 kan kesempatan dg mensosialisasikan free software dan open source sebagai solusi alternatif. Tapi harap kita sadari bersama ada indikasi bahwa yg namanya software free dan open source itu semua gratis! ini yang juga membodohi rakyat, tolong kita pahamkan pada mereka bahwa tidak semuanya gratis, free di sini artinya tidak selamanya gratis, ada juga yang harus membayar, utk staroffice aja ada versi komersialnya, Kylix juga dll masih banyak. Sekali lagi solusi terbaik saat ini adalah ada dua cara: 1. Turunkan!! Turunkan serendah mungkin sesuai dg daya beli masyarakat kita harga software legal, karena kalo harga software legal dan bajakan tidak jauh beda yakinlah pasti banyak yang beli yg asli. 2. Sosialisasikan penggunaan free software dan open source software secara professional dengan pendekatan manajemen yang baik karena salah satu kelambatan pergerkan free software dan open source di Indonesia adalah kurangnya manajemen jangan hanya mengandalkan jargon komunitas, karena percuma banyak banyak komunitas kalo tidak dimanage dg baik apalagi kalo ternyata yg namanya KPLI yg kerja cuma satu orang (web nya aja yg sibuk), kehebatan Microsoft, Inprise dll karena mereka menerapkan manajemen yang baik.
Thanks, Ardiansyah. Former CEO Open Source Research Group UAD ________________________________________________________________________ Want to chat instantly with your online friends? Get the FREE Yahoo! Messenger http://uk.messenger.yahoo.com/ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

