On Wed, 8 Oct 2003, Yohanes Nugroho wrote:

> Kantaya
> URL: http://www.software-ri.or.id/kantaya/
> BPPT - P2LBI, TE - UGM, dan Komunitas Linux
> Kantor Maya (Virtual Office), groupware pendukung kolaborasi dan pengelolaan kantor 
> secara virtual.

WinBI dan Kantaya, adalah proyek dari BPPT dalam naungan Computer LIteracy
Program. WInBI dikembangkan saat ini jadi KOMURA (Komputer Murah), utk
berita ditail bisa kontak pak Michael BPPT.

> Jadi apakah Indonesia perlu membuat distro baru? Mungkin tidak, tapi
> tetap perlu di coba. Beberapa kesulitan (kesulitan terbesar saat ini
> adalah bahasa) dalam penggunaan komputer di Indonesia dapat diatasi
> dengan membuat distro baru, atau dengan menambah fitur lain ke distro
> main stream yang sudah ada. Mungkin waktu yang akan menentukan
> jawabannya.

Faktor lain adalah banyak pembuat distro di Indonesia ingin melakukan
"reinvent the wheel" bukan ekstensi dengan memberikan feature feature yg
kurang pada distro utama. Ini juga tidak terlepas dari tujuan pembuatan
distro di Indonesia rata-rata akibat rasa penasaran ingin belajar membuat
distro.

Jadi sering berkutet pada masalah teknis seperti repackage, recompile, dan
sebagainya.  Masih sedikit yg berusaha mengatasi masalah seperti program
konfigurasi buat user, instalasi yg mudah dsb

> WinBI
> http://www.software-ri.or.id/winbi/
> Kerjasama BPPT - TE UGM - Komunitas Open Source
>

> WinBI berisi software open source yang umum, menggunakaan KDE, dan
> menggunakan StafOffice serta KOffice. Sebagian GUI KDE diterjemahkan,
> namun masih cukup banyak yang belum. Tambahan di distribusi ini yang
> tidak ada di distribusi lain adalah dokumentasi dalam bahasa Indonesia,
> yang meliputi dokumentasi KDE, Acuan WinBI, Petunjuk Penerjemahan, dan
> Public License di Indonesia.

KDE yang digunakan oleh WinBI adalah KDE 2.x utk masalah penerjemahan bisa
dilihat catatan saya

        htt://wiryana.pandu.org/Next-WINBI

> Rimba Linux
> http://rimbalinux.sourceforge.net/
>

> Berusaha membuat distribusi Linux yang unik, yang lebih sesuai untuk
> Indonesia, namun tidak diteruskan lagi.

RimbaLInux baru saja release versi barunya, dan sekarang dengar-dengan
akan menjadi distro komerisial.  Jadi distro ini yg masih berjalan

> Distribusi yang berdasarkan pada TSL (Trustix Secure Linux), namun
> distribusi ini akhirnya tidak diteruskan lagi. Dengan bangkrutnya TSL,
> maka kemungkinan distribusi ini tidak akan dilanjutkan lagi.

Oh ya masalah bankrutnya Trustix AS mungkin harus dilihat dg hukum dagang
di Eropa.  Jadi bangkrut ini bukan artinya "perusahaan tutup", hanya suatu
pernyataan yg dikeluarkan ketika kondisi keuangan mencapai titik tertentu,
dan pengalihan saham akan dilakukan.

Trustix Merdeka adalah produk Trustix Asia (jadi bukan Trustix AS, persh
pusatnya). Yang mungkin sudah tidak dimaintain lagi.

IMW

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke