On Tue, Sep 14, 2004 at 03:07:32PM +0700, Frans Thamura wrote: > >Jadi jika seseorang menjadi aktivis linux tidak berarti dia itu menjadi > >anti microsoft misalnya. Ada banyak orang yang memilih linux bukan > >karena dia benci microsoft tetapi karena linux itu lebih baik.
> ini statement menarik, tetapi dari laporan informal yang saya dapat, ada > sekitar US$ 50 juta setahun dibuang untuk lisensi, dan mayoritas adalah > M$, dan itu sepersekian dari total lisensi yang bisa, dan kita ini > diuber Watchlist terus, dan saya lihat Watchlist ini menjadi sarana > politik juga, tahu kan di WTO dibab terakhirnya ada mengenai HAKI juga, > dan disana paten dan pembajakan dibahas. > kebetulan Indonesia, yang pemerintahnya ngga jelas, sudah tanda tangan, > bukan ini sama aja kita akan siap2 diperas, seperti halnya pertanian. Ada banyak alasan informasi itu tidak berpengaruh bagi seseorang aktivis. Biarkan sejenak saya bermain Devil Advocate: 1. Emang gue pikirin, kerjaan saya dengan linux sudah banyak. 2. Apakah polisi mau nangkapin semua orang yang pake windows? 3. Biaya lisensi itu hanya sepersekian saja dari biaya solusi. Ada kemungkinan dengan migrasi ke linux hanyak akan menambah biaya di pelatihan dan konversi aplikasi. > jadi saya lihat untuk mempromosikan ada beberapa cara, yaitu dengan > memberitahukan linux itu baik atau dengan promosi yang intensif > kita tahu KPU yang masterplan Linux, jadi Windows. ada politik disana > yang merubah itu, saya sendiri ngga tahu itu apa. Anda tahu darimana? Mungkin karena KPU harus mendeploy secara cepat dan konsultan-konsultan yang ada semua menyodorkan solusi berbasis windows. [..] > nah saya lihat banyak praktek seperti ini, dan penetrasi kurang hanya > memberitahukan lebih baik, apalagi di Indonesia. > kalau hal ini dilakukan akan sangat lambat. > saya ada satu perusahaan yang mau dilegalkan, tetapi tetep susah, mereka > memilih membeli windows, tetapi syukur sekarang teamnya sudah mulai > migrasi, dan dari 5 server windows, sekarang sudah 2 windows, dan yang 1 > hanya sebagai database SQL Server, satulagi solomon, dan satu lagi hanya > print server. yang terakhir sudah mulai dimatikan. > ini semua proses. dan memang dengan gerakan seperti ini, linux akan > semakin kuat. > jadi pilihan kita cuman 2 juga, tetep berjuang dengan "baik"nya, atau > membuat sesuatu promosi, sehingga penetrasi lebih cepat. Anda mengesankan bahwa berjuang dengan "baik" itu berlawanan dengan promosi. Apakah anda tahu pemakaian linux di perusahan-perusahan US itu bermula dari teknisi yang diam-diam mengganti server yang ada dengan linux? Baru kemudian muncul vendor-vendor besar yang ikut bermain. Kalaupun anda menyarankan promosi, promosi dalam bentuk apa? Iklan di TV? Siapa yang ngasih modal? Gerakan Nasional? itu sudah ada IGOS tinggal dibantu saja. Mudah-mudahan tidak anget-anget tahi ayam. Saya berpendapat promosi yang tidak realistis hanya akan membuat orang semakin jauh dari linux. Apalagi terhadap orang teknis yang sudah kebal dengan janji-janji angin surga. Yang diperlukan adalah advokasi yang jujur dan realistis sehingga sistem yang mungkin dimigrasikan bisa dimigrasi. Dan sistem yang belum bisa dimigrasikan bisa dipelajari masalahnya. Karena proses migrasi yang gagal lebih "berbahaya" bagi citra linux dibandingkan dengan sistem yang belum termigrasi. Di Oreilly ada tips migrasi: http://www.linuxdevcenter.com/pub/a/linux/2004/09/10/migrationtips.html Yang terpenting adalah meningkatan awareness, kemampuan pengguna dan para penyedia solusi. Apakah dengan seminar-seminar, artikel-artikel dan menjawab pertanyaan di milis-milis. > ngga tahu ini porsinya dibahas dimilis ini atau informal antar entity. > Frans Wassallam, -- Zakaria [EMAIL PROTECTED] Yahoo!: z4k4ri4 http://zakaria.is-a-geek.org http://pemula.linux.or.id -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

