2008/2/21 adi <[EMAIL PROTECTED]>:
> On Thu, Feb 21, 2008 at 02:37:41PM +0700, Resza Ciptadi wrote:
>  > Betul pa, yang bapak sebut itu kalau dihitung cuma 3 jumlahnya,
>  > mungkin ada juga yang lain, tapi seberapa sih kalau di banding dengan
>  > kampus kita yang jumlahnya ratusan sampai ribuan itu? Berapa persen
>  > kah yang memasukkan GNU/Linux turunan Unix yang nota bene jauh lebih
>  > senior di bidang Informatika dalam kurikulum dan praktikumnya? saya
>  > akan senang sekali bila ada yang bisa menjawab.
>
>  karena kurikulum itu harus ditulis. sudah ada yang pernah mencoba
>  menyusun kurikulum ini untuk perguruan tinggi ?

Yup kayanya itu, tugas para profesor, dosen, akademisi di kampus2 dan
depdiknas, bukan kerjaan komunitas, mereka yang berkuasa. Dibikin kalo
ga di pake yah buat apa kan pilihan. Sayangnya di GNU/Linux sepertinya
selalu pilihan terakhir :(, kalo bisa ga di pake kenapa dipake :(. Yah
sudah lah sudah maklum :)

>  kalau saya sih jangan informatika dulu deh (karena saya gak bisa
>  buat kurikulum hi..hi..) tapi justru untuk jurusan lain yang nota
>  bene cuma dipakai untuk tulis menulis. itu dulu saja.
>
>  well .. talk is cheap :D

Kita nih mirip wartawan mas, emang bisanya ngomong doank :-P(no
offence, buat para wartawan la wong kita mirip). Yang paling bisa kita
lakukan paling bikin pelatihan, dan lain2nya dengan harapan orang
tahu, tapi sebatas itu kalo bikin kurikulum yang mengikat peserta
didik mana berani S2 saja tidak :(, ini kan arena para profesor,
dosen, akademisi, para begawan kita itu, saya pribadi minder kalo sama
mereka :D.

>  Salam,
>
>  P.Y. Adi Prasaja
>
>
>  --
>
>
> Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
>  Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>



-- 
Resza

http://jakarta.linux.or.id
http://www.bonekatux.com

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke