2008/11/24 Utian Ayuba <[EMAIL PROTECTED]>: > ini betul. > hanya menurut saya aktifis Linux itu promosinya bukan Linux sebagai > "alternatif", tapi justru sebagai "pilihan utama" aplikasi. > saya curiga jangan-jangan, karena kita sering bilang linux itu > alternatif, mengakibatkan linux ga pernah jadi pilihan utama untuk > siapapun. > buat saya ini penting dan sangat fundamental. >
Ikut berpendapat, menurut saya, setiap jenis pengguna, akan kita gunakan pendekatan yang berbeda. Untuk pemerintahan, kita angkat isu propietary dan format terbuka terutama dalam masalah format data. Selain itu bisa juga diangkat isu keamanan data. Isu penghematan, menurut saya tidak perlu diangkat, tapi lebih kepada nilai tambah. Selain itu, di lembaga pemerintahan perlu ditonjolkan 'persaingan antar departemen'. Misalnya departemen anu sudah mulai, kok departemen ini belum. Dan pendekatan semacamnya. Untuk lembaga pendidikan, diangkat isu learning curve atau kurva pembelajaran. Dengan platform terbuka, akan dimunculkan kurva pembelajaran yang terus meningkat, serta ada transfer knowledge yang total. Ini bisa meningkatkan kualitas peserta didik, dan tentu lembaga pendidikan yang bersangkutan secara baik. Jika berkualitas baik, tentu akan diminati oleh para calon siswa untuk lembaganya. Untuk perorangan, yang diangkat cukup apa yang bisa dilakukan di Windows, bisa juga dilakukan di Linux dengan cara tertentu. Dan legal serta jauh lebih murah. Kita perlu sadari bahwa tiap bidang mempunyai nilai yang berbeda. Nilai adalah sesuatu yang dianggap penting. Dengan klasifikasi pengguna tersebut, kita akan menyentuh apa yang paling bernilai buat masing-masing yang bisa diisi Linux. Jadi tidak ada panacea/peluru perak buat semuanya. Tujuan akhirnya tentu saja Linux akan dipakai oleh setiap orang. Mudah-mudahan bermanfaat. -- fade2blac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

