2008/11/25 Pataka <[EMAIL PROTECTED]>:
> Saya pinjam kalimat Bung Harry Sufehmi: "bisnis Linux/FOSS lebih manusiawi".
> Tapi tetap saja bisnis kan? Di situ ada trik dan persaingan yang bisa
> menjatuhkan lainnya juga. Menurut saya, kita sikapi saja secara wajar tidak
> perlu terlalu khawatir. Karena tidak ada idealisme yang "betul-betul
> idealisme" sebab akan selalu ada yang namanya "kepentingan". Dan disitulah
> letak bias-nya sekaligus letak etikanya.

Waduhh pak, jangan begitu ah. Jadi seram saya  :D

Saya senang di F/OSS ini karena sebagian besar pelakunya itu sangat
santun. Kebetulan latar belakang keluarga saya adalah pebisnis. Jadi
kami sudah biasa mengalami sepak terjang itu. Kita berusaha untuk
tidak menganiaya orang lain -- tapi orang lain tidak segan-segan
menikam kita. Kadang malah keluarga kita sendiri yang melakukannya.

Kadang menikamnya bisa sambil tersenyum manis di muka kita. Seram kan  :-)
Tapi, itu adalah kelaziman di dunia bisnis konvensional.

Nah di F/OSS ini lumayan tercengang saya ketemu orang2 seperti pak
Rusmanto, dan berbagai kawan-kawan lainnya. Saling tikam menikam itu
tidak kelihatan disini.

Yang jauh lebih kental adalah suasana kolaborasi. Kita saling bantu
membantu dalam bisnis ini.

Mudah-mudahan suasana seperti ini bisa terus awet. Karena kue open
source itu bisa jadi sangat besar jika kita saling bekerjasama.

Tapi kalau kita malah sibuk gontok-gontokan, maka kuenya bisa terus
mengecil, sampai nanti jangan-jangan malah lenyap. Kalau ini terjadi,
maka semua orang, rakyat Indonesia, akan rugi juga. Bukan kita saja.



Salam, HS

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke