On 14-Apr-1999 01:45AM, Hendy Irawan wrote:
>   Saya pas Install Linux tuh koq boot partition max. hanya 200+ MB,
>   kenapa sich? Apa memang segitu limitnya?
Ndak tau. Tapi untuk apa boot partition gede2? 5MB aja udah lebih dr
cukup, wong cuma buat naroh kernel plus tambahan file2 dikit.

>   Nah, maka kita harus bikin partisi /home, /usr, dsb. ini kan bikin
>   repot?!? Berapa banyak partisi yang harus kita buat? Mengapa kita
>   ndak bisa bikin partisi /boot aja gitu 50 MB, trus yang partisi /
>   kita bikin 4 GB kan harusnya bisa?!?!
kenapa repot, kan nggak harus buat partisi setiap hari?  memang
tergantung penggunaan dan kebutuhan, justru kadang dipecah2 begitu
malah menguntungkan. 

kalo untuk pake komputer sendiri cukup bikin swap
partition dan / aja (malah nggak usah /boot). jadi bisa tuh kalo mau
buat swap (tergantung memory), /boot 5MB cukup, / 4GB boleh..

tapi kalo saya berhubung suka utak-atik, dan data di homedir itu
critical (kerjaan, mails, dsb), maka saya buat swap, /, /home.  jadi
kalo perlu upgrade, atau reinstall atau saya lagi pengen ngacak aja,
tinggal diunmount /home, aman sudah. nanti setelah selesai upgrade,
tinggal di mount lagi /home, sudah seperti semula, semua personal
setting intact, nggak berubah.
saya nggak butuh /boot soalnya saya selalu boot pake disk, convenient.

>   Gimana nich? Ndak ada solusi? Ndak bisa kita bikin satu partisi 4 GB
>   buat semuanya... seperti waktu di "good ole'" Windows/DOS ?
"good"-nya relatif, kalo ada yg kacau filesystemnya, rusak semua satu
partisi repot.

-- 
Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> -- Today's fortune is:
"To start press any key.. where's the 'any' key?" -Homer Simpson

--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke