Kualitas software bukan ditentukan dari open atau close tetapi mengikuti sebuah standar yang disebut Software QUality Issurance (SQI), di Open Source memang ada istilah semakin banyak yang melihat berarti semakin banyak bug yang bisa ditemukan. banyaknya bug yang ditemukan bukan berarti bahwa software tersebut bagus (dalam arti usabilitas dan kelengkapan fitur). dari sini bisa dilihat bahwa yang dimaksud kualitas adalah kesesuian kebutuhan dan kemudahan adaptasi.
akan tetapi melihat kualitas software tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan melihat kelengkapan fitur, akan tetapi juga harus dilihat secara menyeluruh, misal TCO, waktu downtime akibat serang virus, dll. Memang beberapa aplikasi yang dimaksud tidak dan repotnya masih sangat jarang di Indonesia yang mengatasi masalah kebutuhan perangkat lunak dengan cara comot sana sini lalu kompile sendiri sehingga banyak nunggu dari vendor. mungkin itu saja pendapat saya, maaf kalau juga menyimpang dudy r =============== trainer staff Applied Tech Center =============== ----- Original Message ----- From: Ilhamsyah Edwar <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed, 01 Oct 2003 10:56:15 +0700 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [linux-setup] Kualitas SW Open Source dan Proprietry > Dear All, > Sebelumnya mohon maaf kalo keluar dari topik milis ini dan pernah dibahas. > > Kuminitas Open Source akan bilang bahwa software yang didevelop dengan > cara Open Source akan lebih baik daripada yang proprietry. Karena > dikembangkan oleh banyak orang. > Kata mereka: "many heads make litlle bugs". > Tapi fakta yang saya lihat, ternyata proprietry software malah lebih > bagus daripada Open Source. > > Kalo kita amati Office Suite application. Kita tahu software yang paling > bagus untuk aplikasi ini. Yang Open Source? Masih perlu waktu untuk > ngimbanginnya. > > IDE Debugger. Sekali lagi, yang propietry masih lebih bagus untuk semua > computer language. > > Mail Server. Mungkin ini bisa kita bilang yang open source lebih baik. > Tapi kalo bicara Collaboration Server Application, sekali lagi, ini > masih diungguli oleh Lotus Domino. Berikutnya MS Exchange Server. Untuk > Linux, yang saya tahu produk dari SuSE, itu pun proprietry. Yang Open > Source? Masih perlu perbaikan di sana sini. > > Bicara Database Server. Saya kira belum ada DB Server Open Source yang > bisa nyaingin db2 dan oracle. > > Game. Sudah jelas. > > Web Server. Untunglah yang satu ini secara mutlak dikuasai oleh Open > Source dengan Apache-nya. > > OS untuk Desktop. Masih lebih unggul Windows dari sisi kemudahan. Tapi > kalo stabilitas, memang masih bagus yang Open Source (baca: GNU/Linux). > > OS Server. GNU/Linux masih belum mampu mengungguli OS propietry seperti > UNIX, OS/400, VMS, OS/390. > > Belum lagi kita bicara software digital imaging, rendering, > computational, engineering. Kita kesulitan mencari yang Open Source. > > Mungkin teman2 ada yang bisa memberikan komentar? Apakah memang yang > proprietry lebih baik daripada Open Source? > Atau ada rekan2 yang bisa memberikan bukti bahwa Open Source juga lebih > baik daripada proprietry. > > Terima Kasih > Ilham > > > -- > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php > FAQ: [EMAIL PROTECTED] > -- ______________________________________________ Check out the latest SMS services @ http://www.linuxmail.org This allows you to send and receive SMS through your mailbox. Powered by Outblaze -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php FAQ: [EMAIL PROTECTED]
