> Terlihat anda sendiri pun masih belum mengerti apa yang saya ungkapkan di
> atas.
>
> > Burung yang sering dianggap bebas (dalam lagu) aja
> > gak akan bisa ngelewatin batas langit yang udah ditetepin buat dia
> > pernah denger burung ke angkasa luar atau ikan tawar ke laut asin
> >gak ? ... :)
>
> Anda _bebas_ memberi pernyataan di atas, namun saya tidak akan
> membahasnya,
> karena apa yang anda tulis sama sekali tidak relevan dengan apa yang
> disebut sebagai "bebas menyatakan pendapat".
>
> Dengan bebas menyatakan pendapat, ditambah dengan setiap kepala orang itu
> tidak ada yang sama isinya, konsekuensinya adalah, akan ada perbedaan
> pendapat. Nah, "bebas menyatakan pendapat" itu ekivalen dengan "menghargai
> perbedaan pendapat".
>
> Masalahnya, karena para bule itu bebas membicarakan segala sesuatu,
> bertabrakan dengan budaya kita yang masih banyak tabu yang diperhatikan
> kalau sedang berbicara di mimbar bebas. Tabu membicarakan kejelekan
> atasan,
> tabu membicarakan sex, tabu membicarakan masalah sara, dan lain
> sebagainya.
> Padahal, karena berbagai tabu ini, kita justru memelihara apa yang namanya
> takut akan perbedaan. Contoh, ada yang punya prinsip toleransi agama
> adalah
> gue nggak peduli sama apa yang dilakukan agama lain, selama dia tidak
> mengganggu gue. Konsep yang tidak terlalu salah, tapi kurang benar, karena
> selamanya dia tidak akan mau tahu sebenarnya agama lain tuh seperti apa.
> Sedangkan bagi gue (dan mungkin Xna), toleransi bagi gue termasuk memahami
> mengapa agama lain berbuat seperti itu, dan _menghargai_ perbedaan itu,
> bukannya tidak mau tahu.
>
> Nah, begitu bule2 itu dengan sedikit restraint bicara bebas tentang sex,
> kita2 ini langsung beranggapan, wah, mereka ini bebas main sex. Hehe, itu
> sih, anggapan tahun 1950-an (make love, not war). Ini namanya sikap
> apriori. Berapa banyak sih bule yang ada di dunia? Berapa banyak yang
> sudah
> anda kenal? Dan berapa banyak yang memang benar2 bebas dalam soal sex?
>
> Atau kita punya image seperti itu karena menonton film/sinetron atau
> membaca buku tentang orang bule? Nah, sekarang, berapa banyak
> film/sinetron/buku tentang masyarakat kita yang telah kita baca? Apakah
> itu
> mencerminkan keseluruhan masyarakat kita?
>
[Eko Junaedi] Walach ampun mas ... bener dech ... :)
Saya ngaku salah karena mungkin 'salah tangkap' dengan relevansi
antara 'bebas berpendapat'
dengan 'bebas sex' ...
Saya cuman penganut bahwa sesuatu yang berlebihan itu ndak baek ...
:)
Saya setuju banget bahwa bicara sex bukan hal yang tabu
sama setujunya bahwa kita bebas berpendapat, berbicara en
berpandangan
gak setuju ama 'kesalahartian' tentang toleransi yang cuex ama
orang/agama laen
konsekuensinya saya menghormati perbedaan karena dalam agama saya :
'perbedaan merupakan suatu rahmat yang diberi oleh-Nya agar kita
dapat belajar'
Sekali lagi mohon maaf karena keterbatasan saya dalam berpikir gak
mungkin sama ama Dia ... :)
Pikiran saya cuma sederhana bahwa sesuatu kebebasan sekalipun ada
batasnya
kita bebas bila ingin sex ... tapi ada batasnya 'dengan siapa'
Kesalahan saya datangnya dari diri saya sendiri sebagai manusia
k-lo pun ada manfaat yang bisa diambil semua pasti diluar
'kekuasaan' saya ... :)
Echo June
---------------
No Old To Learn
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com