Gejala meningkatnya fanatisme keagamaan memang sangat terasa di Indonesia
dalam satu dasawarsa terakhir. Sentimen keagamaan yang berlebihan akan
dapat mengganggu hubungan antar manusia di Indonesia, secara ekstrim
sentimen keagamaan dapat digunakan untuk kepentingan politik, contoh paling
gampangnya pengerahan PAM SWAKARSA pada SI yang lalu. Dari segi humanis,
sentimen keagamaan berlebihan itu dapat mengganggu hubungan tulus yang
dilandasi oleh kasih sayang antara dua manusia yang ndilalahnya berbeda
agama. Seperti kasusnya mas Ari ini.
Sekitar duapuluh lima tahun yang lalu, penguasa belumlah memonopoli agama
untuk kepentingan politisnya sehingga pada saat itu dua orang yang berbeda
agama dapat menikah dan diakui secara hukum walaupun tidak diakui secara
agama. Namun karena penguasa lalu merasa lebih tinggi dari Tuhan itu
sendiri, lalu pemerintah merasa berhak mengatur agama-agama di Indonesia,
termasuk tidak mengakui perkawinan yang tidak dilakukan sesuai tata cara
lima agama yang diakuinya.
Satu hal yang saya tekankan di sini, mas Ari: Agama adalah mutlak hubungan
pribadi kita dengan sang pencipta, bukan urusan orang lain. Agama bukanlah
institusi yang diciptakan oleh manusia, sehingga manusia tidak berhak
memonopoli kebenaran dari agama tersebut, seperti melarang hubungan kasih
sayang antara dua manusia yang ndilalahnya berlainan agama. Orang-orang tua
di Jawa sering berkata, "Sejatosipun sedoyo agami meniko sae" (sejatinya
semua agama itu baik). Sayang, ajaran yang adi luhung ini mulai dilupakan
oleh bangsa Indonesia.
Jadi kalau mas Ari sudah merasa yakin akan ketulusan cinta mas Ari, why not!
Namun harus mas Ari ingat, dalam kondisi bangsa kita yang sedang 'sakit'
seperti sekarang ini, tindakan mas Ari pasti akan mendapatkan tentangan yang
sangat kuat, khususnya dari orang-orang di lingkungan mas Ari dan pasangan
mas Ari sendiri. Masalah menerangkan ke orangtua mas Ari dan pasangan mas
Ari, coba mas Ari bicarakan dengan baik-baik, jangan sampai ada emosi yang
berbicara. Tapi kalau memang mas Ari sangat menyayangi pasangan mas Ari,
apapun harga yang harus dibayar, jangan menyerah! Kalau mas Ari merasa
sanggup, Maju Terus Pantang Mundur! Tapi kalau mas Ari merasa tidak sanggup
melawan segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan tersebut
bersama-sama dengan pasangan mas Ari, saya sarankan untuk mundur teratur
dari sekarang.
Jadi bagaimana, mas Ari?
Berani menerima tantangan hidup ini?
You love her for better or worse, til die do you apart?
Atau Anda lebih memilih, yang safe?
Masih banyak kok cewe yang seagama dengan Anda!
SIGIT WIDODO
==================================
Love maybe blind, but It can see in the dark!
==================================
Turut berduka cita atas kebiadaban aparat
keamanan pada "Pembantaian Semanggi"
-----Original Message-----
From: Arimawan B. Syah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 19 Nopember 1998 15:20
Subject: [love] Pacarku agamanya lain
>
>Langsung aja yach ....
>
>Aku sekarang lagi bingung banget, soalnya Aku punya Cw tapi dia
>agamanya lain. Padahal Aku tuh, Sayang banget ma dia dan bener-bener
>dech ceritanya.
>
>So, yang jadi masalah ... Keluargaku adalah termasuk Pemuka-pemuka
>agama di daerahku. Padahal dalam agamaku ngga' boleh nikah (ceritanya
>udah serius nih) dengan agama lain kecuali disitu kita minoritas
>(sepengetahuanku lho). Tapi Aku udah bener-bener suka ma dia, ngga'
>tahu kenapa ??
>
>Gimana caranya nerangin ke keluargaku, tentang hubunganku, supaya
>mereka ngga' tersinggung atau apa yang harus kulakukan ?!?
>
>Makasih.
Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com