Nggak ... gini Ded ...

Saya sih selalu kalau akrab dengan cewek (atau siapa aja) di Internet selalu 
platform-nya
adalah friendship. Itu adalah safe bet -nya. Dan emang harusnya gitu kali di mana-mana 
juga. Tapi siapa sih yang nggak kebawa ... manakala dia bilang "wajar dong, kalau kita
ketemu nanti kita jadi saling suka". Nah, itu point-nya .... Dengan lain perkataan, 
saya
malah ...... "Eh, lu ngingetin gue kalau lu cewek dan gue cowok ... we deserve to end 
up
being together".

Tapi setelah gue temuin langsung ... dan menyatukan gambaran dia secara keseluruhan,
saya malah berpikir bahwa nih cewek ... not worth it. Masa lalunya amburadul. Meskipun
dia fotomodel (yang berarti memang cantik - foto terakhir yang dia kirim ke alamat 
alias
saya itu mukanya mirip banget sama Reza si penyanyi itu), tapi bagi saya itu bukan 
satu-satunya ukuran ..... In fact, I have grown out to just rely on it.

Pertama memang ada perasaan seperti yang kamu bilang Ded, ....... cheated, revenge,
dan endless curiousity untuk ngebongkar apa sebenarnya yang bikin dia begitu. Tapi
lama-lama saya capek. I forget the hell out of it !!

Barangkali analisis kamu tentang alter ego itu bener ... tapi menurut saya, saya datang
ke kehidupan dia pas dia sedang rapuh .. mamanya meninggal ... dan nggak lama 
setelah itu dia ribut berat dengan cowoknya (katanya sih cowoknya nyeleweng dengan
gadis sampul Femina 97). Lalu dasar gue nggak punya beban apa-apa, gue banyak
ngritik sikap dan tingkah laku dia (ngritik positif sebagai temen - dan emang dia juga
yang kadang memberi saya intro untuk itu).  Sodara, adik angkat, dan keponakannya 
sampe heran juga ... kata mereka baru kali ini ada orang yang didenger omongannya. 
Tapi nampaknya gara-gara itu dia merasa insecure .....
Sehingga karena itu mungkin dia ninggalin saya mendadak.
Well, hanya ini hanya sebuah kemungkinan juga.

Tentang dia jujur apa enggak ... saya kira dia jujur. Di telpon itu dia cerita sampe
nangis segala. .... Yang aneh adalah ... dia suka menghindar kalau matanya saya
tatap. Artinya kalau ngobrol matanya ke mana aja. Tapi ini dia sudah bilang di
telpon, bahwa dia memang begitu.

Ah ... jangankan jadi teman hidup (soul mate) ... jadi temen aja dia nggak bisa
gitu kok.

Let by gone be by gone. ......... pokoknya kalau ketemu orang yang sebelumnya 
akrab di internet harus sangat hatu-hati ...... platform yang paling safe adalah
Friendship ..... dan jangan pernah beranjak dari situ kalau belum ketemu orangnya
langsung.

Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari cerita saya.

Tomita P.

-----Original Message-----
From: Dedhi <[EMAIL PROTECTED]>



>Nanya lagi, ketika bertatap muka, apakah kamu mempelajari matanya ? getaran
>suaranya ? Was she telling you the truth ? Soalnya aku waktu kost dulu
>pernah punya teman kost yang benar benar compulsive liar. Dengan gembira,
>tenang, dan dingin dia terus menerus berbohong. Hampir semua orang tertipu,
>terutama para pria. Ketika semuanya terbongkar, orangnya masih tenang
>tenang saja. Dan ketika dia pindah kost (kebetulan aku punya temen juga di
>kost baru dia itu) tetap saja dia punya penyakit yang sama. Bahkan nama
>nama teman dan pengalaman dari kost lama menjadi salah satu bahan
>kebohongannya.
>
>Saran gue sih, kalo memang kamu tidak tertarik menjadikan dia sebagai teman
>hidup, lebih baik lupakan saja dia, hal hal semacam itu hanya akan rotting
>your life. It's better to find a new and "normal" girlfriend ;)



  ** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
  Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 


Kirim email ke