Oke .. bagian pertama itu adalah cerita yang saya tulis dulu ketika masih dekat dengan
peristiwanya. Email yang ini saya tulis sekarang.
Saya selalu tergoda untuk nelpon adik angkatnya ... setiap hari, tapi akhirnya saya
putuskan
hanya tiga hari sekali aja. Soalnya kesannya seperti saya ada maunya ke dia. Semua
telpon
itu nggak menghasilkan apa-apa ... sampai suatu ketika aku dapat kabar bahwa dia
dirawat
mantan cowoknya itu. Sampai di situ saya lega karena sekurangnya she is in a safe hand
dan
keberadaannya jelas.
Mulai dari situ aku coba kirim email lagi ke dia meski nggak dengan harapan akan
segera di
balas karena memang dia ada di rumah cowoknya. Aku sudah kirim banyak sekali email.
(Sampai aku tulis ini nggak ada balasan satu pun)
Lalu kadang-kadang aku telpon ke HPnya .... selalu yang ada di sana adalah answering
machine. Lalu aku putuskan untuk tidak menelponnya sama sekali.
Setelah beberapa minggu berlalu, aku coba telpon lagi. Thank God, kali ini dia yang
terima.
Tapi waktu itu aku menelponnya dari kantor dan pada saat yang bersamaan ada tamu datang
dan aku bilang akan menelpon 10 menit lagi. Setelah urusanku selesai dengan tamu itu,
aku coba telpon lagi, tapi yang terima adik angkatnya ... dia bilang dia sudah pergi
dengan
temannya. (Heran ... HPnya kan punya dia ... kenapa nggak dibawa ?)
Lalu sengaja aku diamkan beberapa minggu lagi. Lalu aku coba telpon ulang. Wah, aku
beruntung dia yang angkat. Kali ini dia langsung bilang, "Ngapain nelpon ?"
.............
Dalam hati aku langsung kesinggung .... harusnya dia punya semacam sopan santun untuk
menjelaskan kenapa waktu itu dia menghilang begitu saja, nggak nelpon, nggak memberikan
penjelasan apa-apa, dan sebagainya. Aku hanya jawab, aku ingin dia mengirimkan film
atau
foto gitaris yang aku wawancarai (waktu itu aku mau bawa tustel sendiri, tapi dia
memaksa
akan meminjamkan punyanya - apakah dia takut bakal saya potret ? Merasa wajahnya mahal
karena dia adalah fotomodel ?). Selain itu juga sebuah kaset yang isinya adalah
sambungan
wawancara dengan si gitaris itu. Dia langsung bilang bahwa itu semua ada di adik
angkatnya,
dan HP dialihkan ke dia. Waaaah .... ini bener-bener nggak mengenakkan ... Saya jadi
mikir
jangan-jangan sakit maagnya itu hanya rekayasa aja untuk menghindari ketemu saya lagi.
Tapi .. the curious question is ... apa kesalahan saya ? Kenapa meninggalkan saya
begitu
tiba-tiba ? Separah-parahnya sakit maag apa nggak bisa nelpon saya ?
In the mean time ...... saya kirim email berkali-kali ke dia .... tapi nggak juga
dibales.
Sampai sini I leave it all behind .... saya melupakan semua apa yang saya alami itu.
Kesal sih
kesal. Oke .. kalau yang pribadi dihilangkan ... masih ada satu yaitu bahwa gara-gara
dia nggak
ngirimin foto dan kaset itu transkrip wawancara itu nggak bisa saya selesaikan.
Sialnya, kaset
yang tertinggal itu di side salah satunya isinya adalah wawancara saya dengan gitaris
lain yang
juga belum kelar transkripsinya (Bmbg - PAS).
Semua temen di IGN sudah nagih ... saya juga sudah janji akan menyelesaikan ... tapi
stuck
karena memang tanpa kaset itu the whole picture of the interview nggak akan terungkap.
Akhirnya keluar juga nih ide iseng saya. Saya bikin email forwarder di iname. Lalu
saya mencoba
mengarang sebuah figur lengkap dengan segala detil yang perlu. Dan dengan alamat email
baru
itu dan figur karangan saya ... saya ngirim email ke dia pake program Ghost Mail. Saya
memper-
kenalkan diri.... dan bilang bahwa saya menemukan alamat dia di sebuah tempat.
Sebelum itu saya mau kasih tahu juga ke pembaca bahwa waktu itu saya sempat diajak ke
rumahnya
dan melihat komputernya. Dasar masih newbie ... dia waktu itu ngasih tahu password
internetnya
yang adalah tanggal lahirnya. Dengan bekal ingatan itulah saya coba masuk ke
providernya ... dan
melihat on line hour dia. Ternyata dia hampir setiap hari on line. Dari waktu online
yang sebentar
setiap harinya (tapi sering) ketahuan bahwa dia pasti ngecek emailnya.
Gila ..... beberapa hari kemudian dia membalas. Di emailnya dia menyapa saya dengan
nama
samaran saya itu.... juga di email itu di attach foto dia yang saya tahu dipasang di
salah satu studio
foto di Jakarta.
Saya sempat mengirim email lagi dan mencoba provokasi. Inginnya sih saya supaya dia
cerita
tentang bagaimana sebenarnya perasaan dia ke saya waktu itu .... well, tentu ke saya
lagi dengan
nama samaran itu. Di antaranya saya kasih komen tentang fotonya .. bahwa saya pernah
melihat
foto itu di salah satu studio foto di Jakarta dengan nama anu ... di ...... Mall.
Sejak saya menulis itu dia nggak membalas email-email yang saya kirim berikutnya.
Waktu natal kemarin, saya coba kirim email ke dia. Saya bilang bahwa saya merayakan
natal
(padahal sih enggak) dan bahwa saya mengucapkan selamat kalau dia merayakannya dan
selamat
puasa kalau dia puasa. Barangkali dia mendapat memory refresh setelah saya bilang
bahwa saya
merayakan natal. Soalnya dia tahu bahwa the real Tomita was moslem. Makanya dia balas
email saya. ...... dan kali ini dengan foto lagi !!!
Saya ingin tahu pendapat teman-teman milis. Enaknya diapain ini orang.
Saya nggak mau terus-terusan ngerjain dia.
Kalau saya mau lebih jahat bisa sebenernya ... di homepage ISP-nya ada customer service
dan saya bisa aja ngasih perintah copy / redirect semua email yang dikirim dari alamat
dia ke
saya. Selanjutnya bisa dibayangkan sendiri 'kan ... kejahatan apa yang bisa saya
lakukan.
Tapi saya nggak mau melakukan semua itu.
Bener.
Tomita P.
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com